KANGJO.INFO, Pasar Panas Taniran, Benua Lima, Barito Timur. Ketua APSI Barito Timur, Jumakir atau yang akrab disapa Kang Jo, melaksanakan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) di SMPN 1 Benua Lima. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lancar, tertib, serta sesuai dengan prinsip pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan.
Jumakir atau Kang Jo selaku pengawas pembina SMPN 1 Benua Lima, melaksanakan pendampingan pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2026 atau hari kelima dari keseluruhan pelaksanaan sebanyak 6 hari. Pada Kesempatan itu Kang Jo mengatakan bahwa “Saya sampaikan apresiasi kepada Guru-guru di SMPN 1 Benua Lima mampu memanfaatkan Teknologi dalam Pembelajaran, terbukti seperti hari ini Asesmen secara Online.”
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan ASAJ di SMPN 1 Benua Lima berjalan dengan sangat baik dibawah kepemimpinan seorang Kepala Sekolah bernama Endang Puji Lestari, S.Pd. Jumlah peserta asesmen sebanyak 57 murid dan seluruh peserta hadir 100 persen. Pelaksanaan ujian dilakukan secara online menggunakan aplikasi Wayground. Seluruh murid mengerjakan soal menggunakan telepon genggam (HP) masing-masing sehingga proses asesmen berlangsung lebih praktis dan efisien.
Dalam pelaksanaan asesmen tersebut terdapat dua orang pengawas ruang dan satu orang proktor atau admin yang bertugas memastikan sistem berjalan dengan baik. Selama pelaksanaan ujian, jaringan internet dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak mengalami kendala berarti sehingga peserta dapat mengerjakan soal dengan lancar.
Kang Jo menyampaikan bahwa penggunaan soal berbasis online memiliki banyak kelebihan. Pertama, lebih efisien karena tidak memerlukan biaya penggandaan kertas maupun pencetakan soal. Kedua, hasil koreksi dapat diperoleh dengan cepat karena sistem secara otomatis menampilkan nilai setelah peserta menyelesaikan ujian. Ketiga, proses pembuatan dan pengelolaan soal menjadi lebih simpel sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga.
Namun demikian, pelaksanaan soal online juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satu kelemahannya adalah kemungkinan jawaban bocor karena peserta dapat melakukan browsing jawaban melalui perangkat yang digunakan apabila pengawasan tidak dilakukan secara maksimal.
Selain itu, terdapat banyak hal positif yang menjadi keunggulan SMPN 1 Benua Lima. Seluruh guru dinilai mampu memanfaatkan teknologi dalam pembuatan soal berbasis digital. Komunitas belajar guru di sekolah tersebut juga berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan seluruh guru yang telah menggunakan aplikasi Wayground dalam menyusun soal asesmen. Dengan capaian tersebut, SMPN 1 Benua Lima dinilai layak menjadi contoh bagi sekolah lain dalam penerapan asesmen berbasis teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Pahri, S.Pd selaku proktor sekaligus pengawas ruang menyampaikan bahwa, “Soal semua dibuat online kecuali Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.”
Melalui pendampingan ini diharapkan pelaksanaan asesmen digital di sekolah-sekolah dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan sekolah.(kangjo)
