KANGJO.INFO, Prambanan, Yogyakarta. Rombongan kunjungan kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan H. Bunyamin, ST., MM tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Rabu (22/7/2026). Selanjutnya, tepat pukul 08.30 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Yogyakarta.
Rombongan berjumlah 18 orang yang terdiri atas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur bersama para pengawas sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. Kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja dan studi tiru untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Barito Timur.
Sebelum memasuki Kota Yogyakarta, rombongan menyempatkan diri mengunjungi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya terbesar di Indonesia, yaitu Candi Prambanan. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat warisan budaya dunia sekaligus menikmati keindahan arsitektur peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.
Sementara itu, Ketua APSI Kabupaten Barito Timur, Jumakir, S.Pd., MM (Kang Jo), tidak dapat mengikuti agenda wisata ke Candi Prambanan. Kang Jo memilih menuju Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, untuk memenuhi urusan keluarga yang telah dijadwalkan sebelumnya. Meski demikian, beliau tetap dijadwalkan bergabung kembali bersama rombongan pada agenda kunjungan kerja berikutnya di Yogyakarta.
Mengenal Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang terletak di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi ini dibangun sekitar abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno, diperkirakan pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, sebagai persembahan kepada Trimurti, yaitu tiga dewa utama dalam agama Hindu:
- Dewa Siwa sebagai dewa pelebur.
- Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara.
- Dewa Brahma sebagai dewa pencipta.
Di antara ketiga candi utama tersebut, Candi Siwa merupakan bangunan tertinggi dengan ketinggian sekitar 47 meter, menjadikannya ikon utama Kompleks Candi Prambanan.
Kompleks Prambanan memiliki ratusan bangunan candi yang tersusun secara simetris. Pada masa kejayaannya terdapat 240 candi, yang terdiri atas candi utama, candi wahana, candi apit, candi kelir, candi sudut, serta ratusan candi perwara sebagai candi pendamping.
Salah satu daya tarik utama Prambanan adalah relief kisah Ramayana yang dipahat mengelilingi dinding candi. Relief tersebut menceritakan perjalanan Rama dalam menyelamatkan Dewi Shinta dari Rahwana. Hingga kini, kisah tersebut masih dilestarikan melalui pertunjukan Sendratari Ramayana yang rutin digelar di kawasan Prambanan dengan latar megah candi, terutama pada malam hari.
Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Candi Prambanan juga dikenal dengan legenda Roro Jonggrang. Menurut cerita rakyat, Bandung Bondowoso diminta membangun seribu candi dalam semalam sebagai syarat untuk mempersunting Roro Jonggrang. Karena syarat tersebut gagal dipenuhi akibat tipu muslihat, Roro Jonggrang dikutuk menjadi arca yang dipercaya berada di dalam Candi Siwa sebagai arca Dewi Durga.
Keindahan arsitektur, nilai sejarah, serta kekayaan budaya yang dimiliki menjadikan Candi Prambanan diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991. Hingga saat ini, kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Indonesia dan selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui singgah di Candi Prambanan, rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur tidak hanya menikmati keindahan bangunan bersejarah, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif mengenai peradaban Nusantara, pelestarian warisan budaya, serta pentingnya menjaga peninggalan sejarah sebagai sumber pembelajaran bagi generasi masa depan. Setelah menyelesaikan kunjungan di kawasan Candi Prambanan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Yogyakarta untuk mengikuti rangkaian agenda kunjungan kerja dan studi tiru di bidang pendidikan.(kangjo)

