KANGJO.INFO, Benua Lima, Barito Timur. Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di SMPN 1 Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 sampai 09.00 WIB dan diikuti oleh warga sekolah serta sejumlah tamu undangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kang Jo selaku Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Pengawas Pendidikan Agama Islam H. Tajuddinor, S.Ag, Ketua Komite SMPN 1 Benua Lima, Kepala SDN Banyu Landas As’ari, S.Pd, serta group Maulid.
Kegiatan diawali dengan rangkaian acara keagamaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sholawat, penyampaian kisah Nabi Muhammad SAW, hingga doa bersama.
Kepala Sekolah Apresiasi Kebersamaan Warga Sekolah
Kepala SMPN 1 Benua Lima, Endang Puji Lestari, S.Pd, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur,” ujar Endang.
Menurut Endang, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah bukan hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.
“Peringatan Maulid ini merupakan bentuk nyata toleransi beragama karena yang ikut membantu atau kerja bakti adalah murid-murid dari non-Muslim,” jelasnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa keberagaman di lingkungan sekolah dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan. Siswa belajar bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu, menghormati, dan bekerja sama.
Kang Jo: Maulid Menjadi Pembelajaran Toleransi Beragama
Dalam kesempatan tersebut, Kang Jo menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur yang belum dapat hadir secara langsung karena memiliki agenda yang tidak dapat diwakilkan.
“Permohonan maaf dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur tidak bisa hadir dikarenakan ada agenda yang tidak dapat diwakilkan,” tutur Kang Jo.
Kang Jo juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan dewan guru SMPN 1 Benua Lima yang telah berhasil melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan baik.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran keagamaan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata tentang toleransi beragama.
“Saya memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan dewan guru yang telah berhasil melaksanakan peringatan Maulid sebagai pembelajaran dalam cara toleransi beragama,” ungkap Kang Jo.
Ia berharap ke depan SMPN 1 Benua Lima dapat terus mengembangkan kegiatan keagamaan dan kebersamaan dengan lebih baik.
“Semoga ke depannya SMPN 1 Benua Lima juga melaksanakan peringatan ataupun perayaan yang lebih bagus, termasuk perayaan untuk agama selain Islam,” harapnya.
Ceramah Ustadz Asrani: Meneladani Akhlak Rasulullah
Sementara itu, Ustadz Asrani, S.Pd.I, dalam ceramahnya menyampaikan bahwa dalam peringatan Maulid Nabi terdapat beberapa rangkaian yang dapat dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ia menyampaikan lima hal yang menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid, yaitu:
- Membaca ayat-ayat Al-Qur’an;
- Membaca sholawat;
- Menyampaikan kisah Maulid Nabi;
- Menyediakan makanan; dan
- Membaca doa.
Dalam ceramahnya, Ustadz Asrani juga mengisahkan tentang akhlak Rasulullah SAW dalam memperlakukan seorang Yahudi yang buta. Dikisahkan, Rasulullah SAW dengan lemah lembut memberikan makanan kepada orang tersebut meskipun orang Yahudi itu dikenal membenci dan memfitnah Rasulullah.
Setelah Rasulullah SAW wafat, kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan oleh sahabat Abu Bakar. Namun, orang Yahudi tersebut merasakan adanya perbedaan kelembutan dalam perlakuan orang yang menyuapinya.
Setelah mengetahui bahwa orang yang selama ini menyuapinya dengan penuh kelembutan adalah Rasulullah SAW, ia merasa menyesal dan kemudian mengucapkan syahadat.
Kisah tersebut menjadi pesan penting bagi peserta didik bahwa akhlak yang baik, kelembutan, kesabaran, dan kasih sayang dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan dengan orang-orang yang berbeda latar belakang.
Menanamkan Nilai Kebersamaan Sejak di Bangku Sekolah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 1 Benua Lima menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus karakter kepada peserta didik.
Keterlibatan siswa non-Muslim dalam membantu persiapan dan kerja bakti menunjukkan bahwa semangat gotong royong dapat tumbuh di tengah keberagaman. Sekolah menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga sikap saling menghargai, toleransi, kepedulian, dan kebersamaan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan berlangsung dalam suasana tertib, penuh kekeluargaan, serta sarat dengan pesan untuk terus meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.(Kang Jo)


