KANGJO.INFO, Magantis, Dusun Timur, barito Timur. Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia Kabupaten Barito Timur, Jumakir, S.Pd., MM atau yang akrab disapa Kang Jo, melaksanakan observasi penilaian kinerja pengawas sekolah di SDN 2 Magantis. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung efektivitas pendampingan yang dilakukan pengawas sekolah kepada satuan pendidikan, khususnya dalam penerapan Perencanaan Berbasis Data (PBD).
Dalam kegiatan tersebut pada hari senin tanggal 18 Mei 2026 yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Guru-guru SDN 2 Magantis Kecamatan Dusun Timur dengan antusiasnya para peserta mengikuti kegiatan tersebut, Jaya, S.Pd selaku pengawas pendamping dinilai kinerjanya dalam melaksanakan pendampingan kepada kepala sekolah. Fokus utama pendampingan adalah bagaimana sekolah mampu menyusun program prioritas berdasarkan hasil Rapor Pendidikan Tahun 2025.
Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan Tahun 2025, salah satu indikator yang masih memerlukan perhatian serius di SDN 2 Magantis adalah rendahnya capaian numerasi murid. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi sekolah untuk menyusun langkah-langkah perbaikan melalui Perencanaan Berbasis Data.
Dalam proses pendampingan, Fitriadi, S.Pd selaku kepala sekolah mendapatkan arahan mengenai pentingnya menjadikan data sebagai dasar utama dalam mengambil kebijakan pendidikan di sekolah. Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah perlunya peningkatan kompetensi profesional guru melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), workshop, maupun In House Training (IHT) di lingkungan sekolah.
Program peningkatan kompetensi guru tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran numerasi yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan murid. Dengan demikian, kualitas pembelajaran dapat meningkat dan berdampak pada naiknya capaian numerasi peserta didik di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Fitriadi menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru terkait pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan program sekolah.
“Baru hari ini mendapatkan pencerahan bahwa nilai rapor merah artinya harus diperbaiki melalui kegiatan peningkatan kompetensi guru berdasarkan rekomendasi Rapor Pendidikan,” ujar Fitriadi.
Sementara itu, Kang Jo menegaskan bahwa Perencanaan Berbasis Data bukan sekadar administrasi, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nyata. Melalui pendampingan yang tepat, sekolah diharapkan mampu menyusun program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.
Kegiatan observasi penilaian kinerja pengawas sekolah ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa proses pendampingan berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Dengan kolaborasi antara pengawas sekolah dan kepala sekolah, diharapkan budaya pengambilan keputusan berbasis data dapat semakin kuat di lingkungan pendidikan Kabupaten Barito Timur. (kango)


