KANGJO.INFO, Probolinggo, Jawa Timur – Jumat, 24 Juli 2026. Semangat kebersamaan mewarnai keberangkatan rombongan studi tiru Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur menuju salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia, Gunung Bromo. Tepat pada Jumat malam, 24 Juli 2026 pukul 22.00 WIB, rombongan yang terdiri dari 12 orang berangkat menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dan sampai di Kota Malang pada hari Sabtu sekitar pukul 04.00 WIB.
Rombongan dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur bersama Ketua APSI Kabupaten Barito Timur, Kang Jo, serta para pengawas sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan studi tiru di Yogyakarta, perjalanan menuju Bromo menjadi salah satu agenda wisata edukatif untuk menikmati keajaiban alam Indonesia sekaligus mempererat kebersamaan antar peserta.
Perjalanan malam menuju kawasan Bromo menghadirkan suasana penuh antusias. Sepanjang perjalanan, peserta saling berbincang dan menikmati udara malam yang semakin sejuk ketika kendaraan mulai memasuki kawasan pegunungan di Jawa Timur.
Gunung Bromo, Mahakarya Alam yang Mendunia
Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kawasan konservasi seluas sekitar 800 kilometer persegi yang terkenal dengan bentang alam vulkanik yang sangat unik. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut dan menjadi salah satu gunung berapi paling terkenal di Indonesia. Kawasan ini juga memiliki lautan pasir vulkanik yang luas, fenomena alam yang sangat langka dan menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara.
Keindahan Bromo tidak hanya terletak pada kawahnya yang masih aktif, tetapi juga perpaduan pegunungan, lautan pasir, padang savana, hingga budaya masyarakat Tengger yang tetap lestari hingga saat ini.
Tempat-Tempat Wisata Terbaik di Kawasan Gunung Bromo
1. Penanjakan 1
Penanjakan merupakan lokasi paling populer untuk menikmati matahari terbit (sunrise). Dari tempat ini, pengunjung dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru yang berdiri megah di balik kabut tipis. Ketika matahari mulai muncul, langit berubah menjadi gradasi jingga keemasan yang menciptakan pemandangan luar biasa.
2. Seruni Point
Seruni Point menjadi alternatif favorit menikmati sunrise dengan fasilitas yang semakin baik. Dari gardu pandang ini, pengunjung memperoleh sudut pandang luas ke arah kaldera Bromo.
3. Bukit Kingkong
Bukit Kingkong menawarkan panorama yang tidak kalah indah dibanding Penanjakan. Lokasi ini sering dipilih wisatawan yang ingin menikmati matahari terbit dengan suasana yang lebih tenang.
4. Bukit Cinta
Bukit Cinta menghadirkan panorama pegunungan yang memukau. Kabut pagi yang menyelimuti kawasan Bromo membuat tempat ini menjadi lokasi favorit bagi para pecinta fotografi.
5. Lautan Pasir (Sea of Sand)
Hamparan pasir vulkanik seluas sekitar 10 kilometer menjadi ciri khas Bromo. Wisatawan dapat menjelajahi kawasan ini menggunakan jeep, berjalan kaki, maupun menunggang kuda sambil menikmati lanskap vulkanik yang unik.
6. Kawah Gunung Bromo
Dari lautan pasir, pengunjung dapat menaiki ratusan anak tangga menuju bibir kawah. Dari atas, terlihat kepulan asap putih yang keluar dari kawah aktif serta panorama kaldera yang sangat menakjubkan.
7. Bukit Teletubbies
Padang rumput hijau bergelombang yang menyerupai latar serial Teletubbies menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan. Saat musim hujan, kawasan ini berubah menjadi hamparan hijau yang sangat indah.
8. Savana Bromo
Padang savana yang luas memberikan kontras dengan lautan pasir. Udara sejuk dan pemandangan pegunungan menjadikan kawasan ini cocok untuk bersantai maupun berfoto.
9. Pasir Berbisik
Pasir Berbisik terkenal karena hembusan angin yang menghasilkan suara lembut di atas hamparan pasir. Lokasi ini juga menjadi tempat favorit untuk fotografi dan menikmati suasana khas pegunungan.
10. Pura Luhur Poten
Di tengah lautan pasir berdiri Pura Luhur Poten, tempat ibadah masyarakat Suku Tengger. Pura ini menjadi pusat pelaksanaan Upacara Yadnya Kasada yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya kawasan Bromo.
11. Desa Wisata Ngadas
Desa Ngadas menawarkan pengalaman mengenal kehidupan masyarakat Tengger yang masih mempertahankan tradisi, budaya, dan kearifan lokal di tengah udara pegunungan yang sejuk.
12. Air Terjun Madakaripura
Tidak jauh dari kawasan Bromo terdapat Air Terjun Madakaripura yang terkenal dengan tebing-tebing tinggi serta aliran air yang jatuh dari berbagai sisi, menciptakan suasana alami yang sangat mempesona.
Kebersamaan Menjadi Momen yang Tak Terlupakan
Bagi Kang Jo dan seluruh rombongan, perjalanan menuju Gunung Bromo bukan sekadar wisata, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat silaturahmi setelah melaksanakan rangkaian studi tiru di Yogyakarta. Keindahan alam yang berpadu dengan budaya masyarakat Tengger memberikan pengalaman berharga serta menjadi inspirasi bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan patut dijaga bersama.
Perjalanan menuju Bromo di malam hari menjadi awal dari pengalaman yang akan dikenang sepanjang hayat. Menyambut fajar dari puncak-puncak terbaik Bromo, menikmati udara pegunungan yang sejuk, serta menyaksikan keagungan alam ciptaan Tuhan menjadi penutup sempurna dalam rangkaian kunjungan kerja dan wisata edukatif rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur.(kangjo)
SUMBER: Visit Indonesia
