KANGJO.INFO, Yogyakarta. Setelah menikmati keindahan dan kemegahan Candi Prambanan, rombongan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur yang dipimpin H. Bunyamin, ST., MM bersama Ketua APSI Kabupaten Barito Timur, Kang Jo (Jumakir, S.Pd., MM) serta para pengawas sekolah TK, SD, dan SMP melanjutkan perjalanan menuju Tebing Breksi. Rombongan yang berjumlah 12 orang tiba di lokasi wisata tersebut sekitar pukul 16.00 WIB.
Kunjungan ke Tebing Breksi menjadi salah satu agenda singgah sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Yogyakarta. Setibanya di lokasi, seluruh peserta langsung disambut panorama tebing batu kapur yang menjulang tinggi dengan ukiran-ukiran artistik yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.
Tebing Breksi merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dahulu kawasan ini merupakan lokasi penambangan batu kapur yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Namun, setelah penelitian para ahli menunjukkan bahwa batuan di kawasan tersebut merupakan endapan abu vulkanik purba yang memiliki nilai geologi tinggi, aktivitas penambangan dihentikan.
Berhentinya penambangan justru menjadi awal lahirnya destinasi wisata yang kini dikenal luas. Berkat kreativitas para seniman lokal dan dukungan masyarakat, dinding-dinding tebing dipahat menjadi karya seni bernilai tinggi dengan berbagai relief, ornamen, dan ukiran yang memukau. Salah satu ikon yang paling dikenal adalah relief naga raksasa serta berbagai pahatan bernuansa budaya Jawa yang menjadi favorit para wisatawan untuk berfoto.
Selain menawarkan keindahan pahatan batu, Tebing Breksi juga memiliki area amphitheater terbuka yang sering dimanfaatkan untuk pertunjukan seni, konser musik, hingga berbagai kegiatan budaya. Dari puncak tebing, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Yogyakarta, Gunung Merapi, Candi Prambanan, hingga hamparan perbukitan yang memanjakan mata, terutama saat sore menjelang matahari terbenam.
Ketua APSI Kabupaten Barito Timur, Kang Jo, mengaku sangat terkesan melihat perubahan kawasan bekas tambang tersebut menjadi objek wisata yang indah dan bernilai ekonomi tinggi.
“Luar biasa hasil karya seniman Jogja mampu menyulap gunung sisa penambangan batu kapur menjadi destinasi wisata yang sangat indah dan membanggakan,” ungkap Kang Jo.
Ia juga menyampaikan bahwa kunjungan singkat ke Tebing Breksi memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi seluruh rombongan.
“Terobati rasa lelah selama perjalanan jauh dari Surabaya menuju Jogja. Pemandangannya sangat indah, udaranya sejuk, dan kreativitas masyarakatnya patut menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, H. Bunyamin, ST., MM, mengapresiasi pengelolaan Tebing Breksi yang mampu mengubah kawasan bekas tambang menjadi destinasi wisata edukatif, budaya, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan para pelaku seni dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi pembangunan daerah.
Suasana penuh keakraban terlihat ketika rombongan memanfaatkan waktu untuk berkeliling, mengabadikan momen melalui foto bersama di berbagai sudut Tebing Breksi, sekaligus menikmati panorama alam Yogyakarta pada sore hari. Kegiatan singgah ini menjadi penyegar sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda studi tiru di sejumlah instansi pendidikan pada hari berikutnya.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan wisata, tetapi juga memberikan inspirasi tentang pentingnya kreativitas dalam mengelola potensi daerah. Tebing Breksi membuktikan bahwa kawasan yang sebelumnya dianggap memiliki nilai ekonomi terbatas dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.(kangjjo)
