KANGJO.INFO, Jakarta. Pada tahun 2014, di tengah semangat transformasi pendidikan di era pemerintahan Joko Widodo yang baru, sebuah Praktik Baik berjudul “Metode KANGJO: Metode Praktis yang Mempermudah Guru Menyusun PTK” mencuri perhatian dunia pendidikan terutama 3 (tiga) juri lomba Penulisan Praktik Baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) . Hasil praktik baik yang dikembangkan untuk membantu guru yang mengalami kesulitan dalam menyusun penelitian tindakan kelas (PTK) kemudian dicetak dalam bentuk Buku.
Latar Belakang
Banyak guru menghadapi kendala dalam penulisan PTK: mulai dari kesulitan memilih masalah yang tepat, menentukan variabel tindakan, hingga menyusun instrumen dan menganalisis data dengan sistematis. Menyadari hal ini, tim pengembang metode KANGJO berupaya menciptakan panduan yang praktis, mudah dipahami, dan langsung bisa diterapkan oleh guru di lapangan.
Prestasi Nasional
Buku tersebut kemudian diikutsertakan dalam lomba Penulisan Best Practice yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hasilnya sangat membanggakan: buku ini terpilih sebagai salah satu peserta terbaik tingkat nasional dan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp 10.000.000.
Penyusun buku ini adalah Jumakir, S.Pd., MM yang akrab dipanggil “Kang Jo” adalah seorang Pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, yang telah berkali-kali mengukir Prestasi tingkat Nasional. Prestasi Kang Jo dimulai pada tahun 2012 sebagai juara 4 Tingkat Nasional Lomba Praktik Baik dan sampai pada tahun 2023 kemaren masih mampu menjadi peserta 5 terbaik Nasional dalam lomba GTK Inovatif Pengawas Dikdas di Jakarta.
Konteks Kebijakan Pendidikan
Penetapan Prkatik Baik ini sebagai karya terbaik bertepatan dengan awal masa jabatan Anies Rasyid Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada kabinet Joko Widodo — beliau dilantik pada 27 Oktober 2014.
Dalam kurun waktu ini, Kemendikbud mendorong peningkatan kualitas guru sebagai prioritas, termasuk melalui program-program peningkatan kompetensi dan publikasi praktik baik. Buku Metode KANGJO menjadi salah satu wujud konkret dari dorongan tersebut.
Isi dan Keunggulan Metode
Beberapa poin unggulan dari metode KANGJO antara lain:
- Langkah-langkah yang sistematis namun sederhana, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi.
- Penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dilengkapi contoh nyata di kelas.
- Alat bantu (instrumen) siap pakai yang bisa diadaptasi oleh guru di berbagai mata pelajaran dan jenjang.
- Fokus pada bagaimana guru dapat mengubah hambatan menulis PTK menjadi aktivitas profesional yang bermakna.
Dampak dan Manfaat
- Guru yang sebelumnya takut atau enggan menulis PTK menjadi lebih percaya diri, karena panduan yang konkret tersedia.
- Sekolah-sekolah mulai mengadopsi metode ini sebagai pelatihan internal, sehingga kualitas penulisan PTK meningkat.
- Publikasi praktik baik seperti ini turut mendukung budaya berbagi di kalangan pendidik, agar satu inovasi tidak hanya berhenti di satu sekolah.
Penutup
Buku “Metode KANGJO: Metode Praktis yang Mempermudah Guru Menyusun PTK” bukan sekadar buku, melainkan sebuah gerakan—mendorong guru dari zona kesulitan menjadi zona produktif. Dengan pengakuan nasional dan hadiah dari Kemendikbud, karya ini menunjukkan bahwa praktik baik yang sederhana namun tepat sasaran bisa mendapat apresiasi dan berdampak luas. Semoga banyak guru dan sekolah yang dapat mengambil manfaat dari metode ini dan terus mengembangkan praktik baik lainnya. (kangjo)
