KANGJO.INFO, Jakarta. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu tugas profesional yang wajib dikuasai oleh pendidik dalam meningkatkan kompetensi dan mutu pembelajaran. Namun, kenyataannya masih banyak guru pemula yang menghadapi tantangan dalam menyusun PTK. Mulai dari kesulitan menemukan ide penelitian, memahami struktur penulisan ilmiah, hingga keterbatasan pengalaman melakukan penelitian di kelas.
Melihat kondisi tersebut, Jumakir, S.Pd., MM, Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur yang mewakili Provinsi Kalimantan Tengah, melakukan sebuah inovasi yang kemudian menjadi terobosan dalam dunia pendidikan. Ia menggagas Metode Batu Akik, sebuah cara praktis dan terstruktur yang terbukti mampu membantu guru pemula mengatasi hambatan dalam penulisan PTK.
Apa Itu Metode Batu Akik?
Metode Batu Akik merupakan akronim dari tujuh tahapan strategis yang mudah diterapkan oleh guru pemula dalam proses penyusunan PTK:
| Huruf | Makna | Penjelasan |
| B – Baca | Peserta membaca contoh PTK yang dibagikan sebagai referensi dasar. | |
| A – Amati | Peserta mengamati bagian-bagian penting dalam struktur PTK tersebut. | |
| T – Tulis | Peserta mulai menulis bagian PTK sesuai format atau form yang telah disediakan. | |
| U – Ulas | Peserta mengulas hasil penulisan sesuai format yang telah ditulisnya. | |
| A – Analisis | Peserta menganalisis kesesuaian antara masalah, tindakan, dan data dalam rencana PTK yang disusun. | |
| K – Konsultasikan | Peserta mengonsultasikan judul dan hasil tulisan dengan mentor atau pengawas pendamping. | |
| I – Ilmiah | Peserta menerapkan kaidah metode ilmiah dalam penulisan PTK. | |
| K – Kerjakan | Peserta melaksanakan penelitian sebagai dasar penyempurnaan naskah PTK. |
Tahapan sederhana namun komprehensif inilah yang menjadikan Metode Batu Akik sangat mudah diikuti dan dipahami oleh guru pemula.
Berawal dari Praktik Baik, Berbuah Prestasi Nasional
Metode Batu Akik bukan hanya sebuah ide, tetapi berangkat dari praktik baik secara nyata dalam pelatihan penyusunan PTK bagi guru. Berkat keberhasilan penerapannya dalam membantu banyak guru menyelesaikan PTK, inovasi ini kemudian didokumentasikan dalam sebuah buku karya Jumakir, S.Pd., MM.
Keberhasilan tersebut membawa Metode Batu Akik melaju ke tingkat nasional. Pada tahun 2016, naskah praktik baik berjudul Metode Batu Akik ini berhasil masuk sebagai finalis nasional dan meraih peringkat 10 besar terbaik dalam lomba Penulisan Karya Tulis Praktik Baik di Jakarta, mendapatkan hadiah Uang Tunai sebesar Rp. 5.000.000,- dan 1 buah Laptop Toshiba 16 inci. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi dunia pendidikan Barito Timur dan Kalimantan Tengah.
Manfaat Metode Batu Akik bagi Guru Pemula
Meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menulis penelitian.
Menyederhanakan proses penulisan PTK menjadi langkah-langkah mudah.
Mendorong kemampuan berpikir ilmiah dalam pembelajaran.
Menghasilkan PTK yang aplikatif dan bermanfaat untuk peningkatan mutu kelas.
Memberikan bimbingan sistematis, mulai dari pengamatan hingga pelaksanaan penelitian.
Inovasi yang Patut Diapresiasi dan Disebarluaskan
Keberadaan Metode Batu Akik telah menjadi inspirasi bagi banyak guru untuk berani memulai dan menyelesaikan PTK sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme. Terobosan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak harus rumit—yang terpenting adalah tepat guna, mudah diimplementasikan, dan berdampak nyata.
Dengan semakin luasnya penerapan Metode Batu Akik, harapannya semakin banyak guru yang mampu menghasilkan karya PTK berkualitas yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. (kangjo)
