KANGJO.INFO, Karusen Janang, Barito Timur. Upaya meningkaatkan kompetensi Guru SMPN 1 Karusen Janang, melalui kepemimpinan Medi Pujiani, S.Pd Melakukan Bimbingan Teknis (bimtek) tiga topik utama yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan di sekolah, yaitu 1. Penguatan Literasi, 2. Cara memilih konten dan cara mengajarkannya (oleh Kang Jo) dan 3.Membangun Kemitraan: Cara Melibatkan Orang Tua dalam Pembelajaran (oleh Santa Eliani, S.Pd., MM).
Bimbingan Teknis dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 2026 mulai pukul 09.00 WIB di Lab TIK SMPN 1 Karusen Janang, yang diikuti oleh seluruh dewan guru dan Kepala Sekolah.
1. Penguatan Literasi
📄 Fondasi & Regulasi Standar Pendidikan
-
Fondasi SNP (PP No. 57/2021): Capaian lulusan pendidikan dasar difokuskan pada tiga pilar utama:
-
Penanaman Karakter (sesuai nilai-nilai Pancasila)
-
Kompetensi Literasi
-
Kompetensi Numerasi
-
📖 Strategi dan Komponen Literasi
-
Definisi Literasi: Bukan sekadar membaca/mengeja kata, melainkan kemampuan kognitif utuh untuk memahami, menggunakan, merefleksikan, dan mengevaluasi berbagai jenis teks secara logis/kritis.
-
6 Pilar Literasi Dasar: Baca Tulis, Numerasi, Sains, Digital, Finansial, serta Budaya & Kewargaan.
-
Arsitektur AKM Literasi Membaca:
-
Konten Teks: Teks Informasi (fakta, data) vs Teks Fiksi/Sastra (pengalaman, empati).
-
Konteks Bacaan: Personal, Sosial Budaya, dan Saintifik.
-
Proses Kognitif:
-
Level 1: Menemukan Informasi (Dasar)
-
Level 2: Menginterpretasi & Mengintegrasi
-
Level 3: Mengevaluasi & Merefleksi (HOTS/Tertinggi)
-
-
-
3 Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Literasi:
-
Sebelum Membaca: Skimming/scanning, prediksi, think-aloud, pengatur grafis.
-
Ketika Membaca: Meringkas, memvisualisasikan, membuat inferensi, memonitor pemahaman.
-
Setelah Membaca: Menceritakan kembali, konfirmasi prediksi, menghubungkan antar-teks/kehidupan nyata.
-
-
Toolkit Pengatur Grafis: ADiK SiMBa (5W1H), Diagram Venn, Tabel T-I-P (Tahu-Ingin-Pelajari), dan Rantai Peristiwa.
2. Membangun Kemitraan Orang Tua & Sekolah (Deep Learning)
🌉 Perubahan Paradigma (Tamu vs Mitra)
Keberhasilan peserta didik bergantung pada sinergi antara rumah dan sekolah.
-
Paradigma Lama (Tamu): Hubungan transaksional, komunikasi hanya saat masalah/pembagian raport, dan saling menyalahkan jika ada kendala.
-
Paradigma Baru (Mitra): Hubungan kolaboratif, komunikasi terstruktur & proaktif, pendampingan bersama (Deep Learning), serta berfokus pada solusi.
🏛️ Ekosistem, Peran, & Strategi Pelaksanaan
-
Arsitektur Peran:
-
Kepala Sekolah: Pembuat kebijakan, anggaran, dan tim.
-
Guru: Katalisator lapangan & pembangun komunikasi positif.
-
Komite Sekolah: Penghubung dan penyambung aspirasi masyarakat.
-
-
6 Wajah Orang Tua: Pendidik Pertama, Teladan Utama, Pendamping Belajar, Motivator, Pengawas Teknologi, dan Penguat Karakter.
-
Rencana Ritme Kemitraan Semester 1:
-
Juli: Pertemuan awal, samakan persepsi.
-
Agustus: Parenting class pendampingan belajar.
-
September: Orang tua sebagai narasumber profesi.
-
Oktober: Family Reading Day.
-
November: Projek keluarga & pameran karya.
-
Desember: Refleksi dan evaluasi bersama.
-
-
Indikator Keberhasilan: Partisipasi orang tua >80%, penurunan pelanggaran tata tertib/disiplin, kepuasan layanan komunikasi, dan peningkatan mutu/prestasi belajar.
3. Panduan Pemilihan Konten & Cara Mengajarkannya
Strategi pemilihan konten dan penyampaian pembelajaran difokuskan agar materi yang diajarkan relevan, esensial, tidak membebani pendidik maupun peserta didik, serta bermakna (berorientasi pada Deep Learning / Pembelajaran Mendalam).
“Mengajar bukan hanya tentang menyelesaikan materi, melainkan memastikan materi yang dipilih bermakna dan disampaikan sesuai standar yang tepat.” — Kang Jo
1. Landasan acuan dan regulasi Pemilihan konten
Dalam memilah materi dan menyusun strategi pembelajaran, pendidik mengacu pada standar nasional terbaru:
-
Standar Isi (SI) — Permendikdasmen No. 12 Tahun 2025: Menjadi kriteria utama dalam menentukan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi pembelajaran.
-
Standar Proses — Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026: Menjadi acuan kriteria minimum dalam pelaksanaan mengajar agar tercipta suasana belajar yang aktif, interaktif, bermakna, dan berorientasi pada murid.
-
Standar Kelulusan (SKL) — Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025: Menjadi target capaian kualifikasi lulusan (karakter, sikap, pengetahuan, dan keterampilan).
-
Standar Penilaian — Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022: Acuan evaluasi dan asesmen (formatif & sumatif).
2. Panduan Memilih Konten Bacaan / Teks Pembelajaran
Saat memilih konten teks sebagai materi ajar atau stimulus pembelajaran, pendidik perlu memperhatikan tiga komponen utama Asesmen Kompetensi Minimum (AKM):
A. Jenis Konten Teks
-
Teks Informasi: Dipilih untuk memberikan fakta, data, dan wawasan ilmiah berbasis realita.
-
Teks Fiksi (Sastra): Dipilih untuk memberikan pengalaman hiburan, perenungan, eksplorasi imajinasi, dan membangun empati.
B. Konteks Bacaan
Pendidik sebaiknya memilih konten yang mencakup tiga ranah konteks:
-
Personal: Berkaitan erat dengan kepentingan/pengalaman pribadi, hobi, dan cita-cita peserta didik.
-
Sosial Budaya: Berkaitan dengan interaksi antarindividu, isu kemasyarakatan, dan pelestarian budaya.
-
Saintifik: Berkaitan dengan isu, aktivitas, dan fakta ilmiah.
3. Cara Mengajarkan Konten (Strategi 3 Tahap)
Agar pembelajaran materi/konten berlangsung mendalam dan mendorong berpikir kritis (HOTS), pengajaran dibagi menjadi tiga tahapan perjalanan membaca/memahami teks:
[Tahap 1: SEBELUM] ➔ [Tahap 2: KETIKA] ➔ [Tahap 3: SETELAH]
1️⃣ Tahap Sebelum Membaca (Mengaktifkan Prior Knowledge)
-
Tujuan: Mengaktifkan pengetahuan awal siswa sebelum masuk ke materi baru.
-
Teknik Mengajar:
-
Lakukan Skimming & Scanning (membaca cepat untuk mendapat gambaran umum).
-
Ajak siswa membuat prediksi isi materi berdasarkan judul/gambar.
-
Cari kata kunci atau konsep utama.
-
Gunakan teknik Think Aloud (berpikir nyaring) untuk memodelkan proses berpikir.
-
2️⃣ Tahap Ketika Membaca (Memonitor Pemahaman)
-
Tujuan: Mempelajari informasi baru & melatih siswa memonitor tingkat pemahamannya secara mandiri.
-
Teknik Mengajar:
-
Minta siswa memvisualisasikan informasi dan mencatat/meringkas bagian penting.
-
Latih siswa mengajukan pertanyaan di tengah bacaan dan mengidentifikasi bagian yang sulit/bingung.
-
Bimbing siswa mencari informasi tersirat (melakukan inferensi).
-
3️⃣ Tahap Setelah Membaca (Memperdalam & Merefleksi)
-
Tujuan: Memperdalam pemahaman materi dan menghubungkan isu pembelajaran dengan kehidupan nyata.
-
Teknik Mengajar:
-
Ajak siswa menceritakan kembali (retelling) atau mengonfirmasi kebenaran prediksi awal.
-
Lakukan analisis, sintesis, evaluasi, dan refleksi komprehensif terhadap materi.
-
Hubungkan materi dengan pengalaman diri, masyarakat, dan dunia luar.
-
4. Alat Bantu Visual untuk Mengajar (Toolkit Pengatur Grafis)
Pendidik disarankan menggunakan alat bantu visual (graphic organizers) untuk menata pemikiran siswa secara terstruktur:
-
ADiK SiMBa (5W1H): Tabel analisis untuk membedah Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana dari isi materi.
-
Tabel T-I-P (Tahu-Ingin-Pelajari): Matriks pemetaan tentang apa yang sudah Tahu, Ingin tahu, dan telah diPelajari oleh siswa.
-
Diagram Venn: Instrumen visual untuk membandingkan dua konsep, fenomena, atau tokoh secara terstruktur.
-
Rantai Peristiwa: Mengurutkan alur kejadian atau siklus kronologis dalam teks/materi nonfiksi.(kangjo)
LINK DAFTAR HADIR, KLIK DISINI!
LINK DOWNLOAD:
- CP Terbaru 2025 dan 2026, SILAHKAN KLIK DISINI!
- Panduan Mata Pelajaran, SILAHKAN KLIK DISINI!
- Power Point Konten Pembelajaran, SILAHKAN KLIK DISINI!
- Power Point Literasi, SILAHKAN KLIK DISINI!
- Power Point Keterlibatan orang Tua, SILAHKAN KLIK DISINI!
- Video Pembelajaran Mendalam, SILAHKAN KLIK DISINI!
