KANGJO.INFO, Paku Beto, Barito Timur. Ketua APSI Kabupaten Barito Timur sekaligus Pengawas Pembina, Kang Jo, melaksanakan pendampingan perdana di SDN Paku Beto pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh 10 guru dan 1 tenaga kependidikan. Menariknya, seluruh guru yang hadir merupakan guru perempuan dan tidak terdapat guru laki-laki di sekolah tersebut.
Dari segi sumber daya manusia (SDM) sekolah ini tercukupi dengan jumlah keseluruhan 11 orang terdiri dari 6 guru kelas, 1 guru penjaskes, 1 guru agama islam, 1 guru agama kristen, 1 guru agama hindu dan 1 tenaga kependidikan.
Menurut operator sekolah yang merangkap menjadi guru kelas Yunati, S.Pd ada kendala dengan kesulitan guru-guru menyusun RHK di ruang gtk karena tidak muncul Tim penilai sebagai pejabat penilai kinerja, sehingga sampai sekarang belum bisa mengirim RHK di ruang GTK.
Pendampingan ini menjadi langkah awal pembinaan dengan fokus pada penggalian data primer sebagai dasar penyusunan program pendampingan berkelanjutan. Kang Jo melakukan dialog terbuka bersama para guru untuk memetakan kondisi riil sekolah, baik dari sisi manajerial, akademik, maupun sarana prasarana.
Dalam sesi diskusi, terungkap beberapa kendala yang dihadapi sekolah. Saat ini SDN Paku Beto dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah, Yunitha, S.Pd.K, yang berlatar belakang sebagai pegawai Kementerian Agama. Kondisi ini berdampak pada sejumlah aspek administrasi, khususnya dalam penilaian kinerja di Ruang GTK. Secara regulasi, Plh dari Kementerian Agama tidak dapat diangkat menjadi kepala sekolah definitif di bawah Dinas Pendidikan karena berpotensi menimbulkan dualisme kewenangan antar dua kementerian.
Meski demikian, berdasarkan hasil survei lapangan, SDN Paku Beto tergolong sekolah yang aman dan nyaman. Lingkungan sekolah terawat dengan baik, tidak pernah terjadi kasus pencurian, serta memiliki halaman yang luas dengan taman yang mulai tertata rapi. Fasilitas pembelajaran juga cukup memadai, termasuk tersedianya papan tulis digital. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena kendala sinyal internet yang kurang stabil, meskipun sekolah telah menyediakan paket WiFi Orbit.
Dalam pemaparan rapor pendidikan, Plh Kepala Sekolah Yunitha, S.Pd.K menyampaikan bahwa secara umum seluruh indikator berada pada kategori hijau. Hanya terdapat sedikit penurunan pada aspek numerasi. Menyikapi hal tersebut, Kang Jo menegaskan komitmennya untuk mendampingi peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam penguatan pembelajaran numerasi. Salah satu rencana tindak lanjut adalah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kompetensi guru pada waktu mendatang.
Kang Jo menyampaikan bahwa pendampingan ini bukan sekadar monitoring, tetapi merupakan proses pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis data. “Data awal yang kita gali hari ini menjadi pijakan untuk menentukan strategi peningkatan mutu, terutama dalam penguatan numerasi,” ujarnya.
Sebagai langkah awal untuk sumber informasi, kang jo menyampaikan link https://kangjo.info berupa Website yang tersedia berbagai informasi tentang peraturan baru, kegiatan dinas pendidikan barito timur dan berbagai macam link untuk berlatih UKOM, link test gaya belajar siswa, link test bakat minat siswa dan lainnya.
Dengan suasana kebersamaan dan semangat para guru, pendampingan perdana ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempertahankan capaian positif SDN Paku Beto ke depan.(kangjo)

