KANGJO.INFO, Penajam, Balik Papan. Di tengah pesatnya pembangunan Kalimantan Timur, perjalanan menggunakan Ferry Penajam–Balikpapan tetap menjadi salah satu pengalaman yang menarik untuk dicoba. Bukan sekadar alat transportasi penghubung antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan, kapal ferry ini juga menawarkan sensasi menikmati keindahan Selat Balikpapan dari sudut pandang yang berbeda.
Penulis melakukan penyeberangan pada Hari Sabtu tanggal 3 Desember 2022, bersama rombongan sebanyak 30 (Tiga Puluh) orang terdiri dari para Pengawas Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur beserta Keluarga.
Bagi wisatawan maupun masyarakat lokal, perjalanan selama sekitar satu jam ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus menenangkan sebelum melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi di Kalimantan Timur. Waktu tempuh penyeberangan umumnya sekitar 60 menit, tergantung kondisi cuaca dan lalu lintas pelabuhan.
Menyusuri Selat Balikpapan
Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Kariangau di Balikpapan atau sebaliknya dari Pelabuhan Penajam. Setelah kendaraan maupun penumpang naik ke atas kapal, suasana pelabuhan perlahan berganti dengan hamparan air Selat Balikpapan yang luas.
Ketika kapal mulai meninggalkan dermaga, semilir angin laut langsung menyambut para penumpang. Dari dek kapal, pemandangan kapal-kapal niaga, kawasan pelabuhan, hingga hutan mangrove di sepanjang pesisir menjadi panorama yang memanjakan mata.
Banyak penumpang memilih berdiri di bagian luar kapal untuk menikmati udara segar sambil mengabadikan momen menggunakan kamera atau ponsel.
Menikmati Matahari Terbit dan Terbenam
Jika berangkat pada pagi hari, penumpang dapat menikmati suasana matahari terbit yang perlahan menyinari permukaan laut. Sementara itu, perjalanan sore hari menawarkan panorama matahari terbenam dengan langit berwarna jingga yang menciptakan siluet kapal-kapal yang melintas.
Momen seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta fotografi maupun wisatawan yang ingin menikmati perjalanan santai.
Transportasi Penting yang Tetap Dibutuhkan
Meski pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur terus berkembang, lintasan ferry Kariangau–Penajam masih memegang peranan penting sebagai jalur penghubung masyarakat, kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik.
Kapal ferry menggunakan sistem Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) sehingga kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus, hingga truk dapat langsung masuk dan keluar kapal dengan mudah. Jalur ini juga menjadi akses strategis menuju kawasan Penajam Paser Utara dan wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pengalaman yang Berbeda Dibanding Jalur Darat
Menggunakan ferry memberikan pengalaman perjalanan yang tidak dapat diperoleh melalui jalur darat. Penumpang dapat berjalan-jalan di atas kapal, menikmati angin laut, bersantai di ruang penumpang, hingga membeli makanan ringan dari pedagang yang tersedia di kapal.
Suasana santai tersebut membuat perjalanan terasa lebih singkat, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Tips Menikmati Penyeberangan
Agar perjalanan semakin nyaman, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
- Datang lebih awal, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.
- Pilih posisi di dek luar kapal untuk menikmati panorama laut.
- Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan pemandangan.
- Gunakan topi atau kacamata hitam apabila melakukan perjalanan pada siang hari.
- Tetap mematuhi aturan keselamatan yang disampaikan oleh petugas kapal.
Penutup
Ferry Penajam–Balikpapan bukan hanya sekadar sarana penyeberangan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata singkat yang menyenangkan. Selama sekitar satu jam perjalanan, penumpang dapat menikmati keindahan Selat Balikpapan, merasakan semilir angin laut, serta menyaksikan aktivitas pelayaran yang menjadi denyut nadi transportasi Kalimantan Timur.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Balikpapan atau Penajam Paser Utara, mencoba menyeberang menggunakan ferry merupakan pengalaman sederhana yang layak masuk dalam daftar perjalanan. Selain efisien, perjalanan ini juga memberikan kesempatan menikmati panorama alam yang masih asri dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut. (kangjo)

