KANGJO.INFO, Penajam, Kalimantan Timur. Perjalanan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dapat dilakukan melalui jalur darat. Kalimantan Timur, yang terkenal dengan garis pantai panjang dan perairan yang tenang, menawarkan pengalaman berlayar yang unik melalui kapal feri penyeberangan. Bagi para pelancong maupun masyarakat lokal yang ingin merasakan sensasi berbeda ketika menuju IKN, jalur laut menjadi alternatif yang menarik, nyaman, sekaligus penuh cerita.
Penulis beserta rombongan berjumlah 17 orang dari Kota Tamiang Layang Kalimantan Tengah mengadakan perjalanan ke Kalimantan Timur dari tanggal 11 Juli 2025 sampai 13 Juli 2025, rencana berkunjung ke ke Ibukota Nusantara (IKN) dan melalui penyeberangan Sungai Mahakam di Pelabuhan Semayang, ditempuh sekitar 2 jam selama penyeberangan. Sedangkan dari Tamiang Layang menuju IKN ditempuh sekitar 10 jam perjalanan.
Pesona Rute Laut Menuju IKN
Salah satu rute yang kian diminati adalah perjalanan dari kawasan pesisir Kalimantan Timur menuju pelabuhan-pelabuhan terdekat IKN, seperti dari Balikpapan menuju daerah Sepaku dan sekitarnya. Sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan panorama laut biru yang membentang luas, pulau-pulau kecil, hingga hamparan hutan mangrove yang masih terjaga alami.
Angin laut yang sejuk dan riak ombak yang lembut memberikan sensasi relaksasi alami yang sulit ditemukan ketika bepergian lewat jalur darat.
Kapal Feri: Moda Transportasi yang Nyaman dan Terjangkau
Kapal feri penyeberangan di Kalimantan Timur umumnya telah dilengkapi berbagai fasilitas dasar seperti area duduk yang luas, ruang istirahat, kantin sederhana, hingga dek terbuka tempat penumpang bisa menikmati pemandangan.
Selain sebagai angkutan penumpang, banyak kapal feri juga mampu mengangkut kendaraan roda dua dan roda empat, sehingga memudahkan mobilitas bagi mereka yang membawa kendaraan pribadi.
Keunggulan lain dari perjalanan laut ini adalah biaya yang relatif terjangkau dibandingkan moda transportasi lainnya. Dengan waktu tempuh yang bervariasi antara 1–2 jam tergantung rute dan kondisi laut, penumpang dapat menikmati perjalanan yang aman dan menyenangkan.
Pengalaman Berkesan dari Atas Dek Kapal
Salah satu momen terbaik dalam perjalanan adalah ketika kapal mulai bergerak meninggalkan dermaga. Bunyi klakson panjang dan riuh suara burung camar menjadi pembuka perjalanan menuju IKN.
Dari atas dek, penumpang dapat melihat aktivitas nelayan, kapal-kapal kecil yang lalu-lalang, hingga garis pantai Kalimantan yang semakin mengecil di kejauhan. Bagi pecinta fotografi, momen sunrise atau sunset di atas kapal feri menjadi salah satu daya tarik yang tak boleh dilewatkan.
Keamanan dan Kenyamanan Penumpang
Operator kapal feri di Kalimantan Timur umumnya telah menerapkan standar keselamatan seperti pelampung keselamatan, petugas berpengalaman, dan pengecekan rutin kondisi kapal. Penumpang pun diimbau untuk tetap mengikuti arahan awak kapal dan menjaga barang bawaan masing-masing, terutama saat berada di dek terbuka.
Dengan meningkatnya mobilitas menuju kawasan IKN, pemerintah dan pihak terkait juga memperkuat infrastruktur dermaga guna memastikan kenyamanan perjalanan laut ini.
Alternatif Wisata Sekaligus Transportasi
Perjalanan laut ke IKN bukan hanya tentang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Banyak penumpang menganggapnya sebagai bagian dari wisata itu sendiri. Menyatu dengan suasana laut, menikmati panorama alami, hingga merasakan ketenangan selama berlayar menjadikan perjalanan ini punya nilai pengalaman tersendiri.
Selain itu, jalur laut membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di darat, sehingga menjadi opsi transportasi yang semakin relevan di masa depan.
Penutup
Menjelajah ke Ibu Kota Nusantara lewat laut adalah pilihan perjalanan yang menghadirkan sensasi berbeda. Dengan kapal feri penyeberangan yang nyaman, pemandangan laut yang menakjubkan, serta pengalaman berlayar yang penuh cerita, perjalanan menuju IKN menjadi lebih menyenangkan dan berkesan. (kangjo)

