KANGJO.INFO, Banjarmasin. Perjalanan laut dari Dermaga Trisakti Banjarmasin menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan KM Dharma Rucitra I bukan sekadar perjalanan untuk berpindah dari Pulau Kalimantan ke Pulau Jawa. Selama kurang lebih 17–20 jam pelayaran, penumpang disuguhkan berbagai fasilitas yang membuat perjalanan terasa nyaman, termasuk hiburan live music yang menjadi salah satu daya tarik utama kapal ini. Fasilitas hiburan tersebut memang menjadi bagian dari layanan kapal untuk memberikan pengalaman berlayar yang lebih menyenangkan bagi seluruh penumpang.
Perjalanan menuju Yogyakarta menjadi pengalaman yang berkesan bagi Kang Jo, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Barito Timur. Bersama rombongan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur, Kang Jo memilih menggunakan KM Dharma Rucitra I untuk menyeberang dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Begitu memasuki ruang hiburan, suasana langsung terasa hidup. Alunan musik dari organ tunggal mengiringi lagu-lagu populer Indonesia, mulai dari pop, dangdut, hingga lagu-lagu nostalgia. Para penyanyi yang berasal dari manajemen kapal tampil dengan penuh semangat, menghibur para penumpang yang memenuhi ruangan. Suara merdu berpadu dengan gelak tawa menciptakan suasana hangat layaknya sebuah panggung hiburan keluarga.
- Yang membuat suasana semakin menarik adalah keterlibatan para penumpang. Setelah beberapa lagu dibawakan oleh artis dari manajemen kapal, pembawa acara biasanya memberikan kesempatan kepada penumpang yang memiliki bakat menyanyi untuk naik ke atas panggung. Tanpa rasa malu, satu per satu penumpang tampil menunjukkan kemampuan mereka.
Ternyata, banyak penumpang yang memiliki suara emas. Ada yang membawakan lagu dangdut dengan penuh penghayatan, ada pula yang memilih lagu pop atau campursari. Tepuk tangan riuh dari para penonton menjadi bentuk apresiasi atas keberanian mereka tampil di depan umum.
Suasana semakin semarak ketika beberapa penonton memberikan saweran kepada penyanyi yang sedang tampil. Tradisi saweran dilakukan secara sukarela sebagai bentuk penghargaan atas penampilan yang menghibur. Momen tersebut berlangsung penuh keakraban, disambut senyum dan tawa tanpa mengurangi kenyamanan seluruh penumpang.
Tidak sedikit penumpang yang ikut berjoget di depan panggung. Anak-anak, orang dewasa hingga para sopir truk yang sedang beristirahat tampak menikmati hiburan tersebut. Perbedaan profesi, usia, maupun daerah asal seolah menghilang karena semuanya larut dalam irama musik yang sama. Hiburan seperti ini memang menjadi salah satu cara efektif mengusir rasa jenuh selama pelayaran yang memakan waktu berjam-jam.
Bagi rombongan wisata maupun kunjungan kerja, hiburan live music menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan. Saling memberikan dukungan saat ada rekan yang bernyanyi di atas panggung menciptakan kenangan yang sulit dilupakan. Banyak penumpang mengabadikan momen tersebut melalui foto dan video sebagai dokumentasi perjalanan.
Di sela-sela hiburan, penumpang juga dapat menikmati minuman hangat atau makanan ringan dari kafetaria kapal. Sementara di luar ruangan, hamparan Laut Jawa yang luas dan semilir angin laut menjadi pelengkap suasana malam yang begitu menenangkan. Kombinasi hiburan musik dan panorama laut menjadikan perjalanan terasa jauh lebih singkat.
Bagi siapa saja yang belum pernah berlayar menggunakan KM Dharma Rucitra I, menikmati pertunjukan live music adalah pengalaman yang patut dicoba. Hiburan ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarpenumpang, tempat berbagi keceriaan, sekaligus menghilangkan rasa lelah selama perjalanan.
Pada akhirnya, perjalanan dari Banjarmasin menuju Surabaya tidak hanya menghadirkan pengalaman menikmati keindahan laut, tetapi juga meninggalkan kenangan indah melalui alunan musik, tawa, persahabatan baru, dan semangat kebersamaan yang tercipta di atas panggung hiburan KM Dharma Rucitra I. Inilah salah satu alasan mengapa banyak penumpang merasa bahwa berlayar dengan kapal bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari pengalaman wisata yang menyenangkan.(kangjo)
Sumber: (WARTANIAGA – Portal Berita Ekonomi Banua)
