KANGJO.INFO, Benua Lima, Barito Timur. Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Kabupaten Barito Timur, Kang Jo, melaksanakan kegiatan pemantauan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Benua Lima. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian MPLS berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.
Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan MPLS hari pertama berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang sekaligus menjadi pembukaan resmi pelaksanaan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027. Seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, sementara para peserta didik baru tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disusun panitia.
Ketua Panitia MPLS, Preseni, S.Pd., menjelaskan bahwa pada tahun pelajaran ini SMPN 2 Benua Lima menerima 30 orang murid baru kelas VII, yang terdiri atas 18 murid laki-laki dan 12 murid perempuan.
“Seluruh administrasi dan perangkat pelaksanaan MPLS telah kami siapkan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku. Kami berkomitmen melaksanakan MPLS yang ramah anak, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan,” ungkap Preseni.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMPN 2 Benua Lima, Masnatiati, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa dari 30 peserta didik baru terdapat tiga murid berkebutuhan khusus (inklusi). Rinciannya, satu orang murid laki-laki masih mengalami kesulitan mendasar karena belum mampu membaca dan menulis, sedangkan dua murid lainnya memiliki kemampuan intelektual (IQ) yang memerlukan layanan pembelajaran yang disesuaikan.
Menurut Masnatiati, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihak sekolah. Guru-guru akan memberikan pendampingan serta strategi pembelajaran yang lebih individual agar setiap peserta didik memperoleh hak belajar yang setara sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta didik, termasuk murid inklusi, mendapatkan layanan pendidikan yang adil, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhannya. Sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua anak,” ujarnya.
Selain menyampaikan kondisi peserta didik baru, Masnatiati juga mengungkapkan rencana pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Dalam waktu dekat, SMPN 2 Benua Lima direncanakan memperoleh program revitalisasi yang meliputi pembangunan Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta rehabilitasi rumah dinas guru.
Program revitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat pembelajaran berbasis teknologi digital, serta memberikan fasilitas yang lebih baik bagi tenaga pendidik dalam mendukung pelaksanaan tugas di sekolah.
Sementara itu, Kang Jo mengapresiasi kesiapan panitia dan seluruh warga sekolah dalam menyelenggarakan MPLS. Menurutnya, pelaksanaan MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, budaya positif, serta menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik baru.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan murid inklusi di SMPN 2 Benua Lima. Menurutnya, sekolah perlu terus memperkuat layanan pendidikan inklusif melalui kolaborasi antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan pengawas sekolah sehingga setiap anak memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
“Pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Benua Lima telah berjalan sesuai juknis. Saya mengapresiasi kesiapan administrasi, pelaksanaan kegiatan yang tertib, serta komitmen sekolah dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta didik, termasuk murid berkebutuhan khusus. Semoga program revitalisasi yang akan diterima sekolah dapat semakin meningkatkan mutu pendidikan dan kenyamanan proses belajar mengajar,” ujar Kang Jo.
Dengan pelaksanaan MPLS yang tertib, ramah anak, dan didukung perencanaan pengembangan sarana pendidikan, SMPN 2 Benua Lima diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang semakin berkualitas, inklusif, dan siap mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.(kangjo)
