KANGJO.INFO, Tamiang Layang, Barito Timur. Materi ini disusun untuk membantu guru, orang tua, serta peserta didik dalam melatih kemampuan literasi melalui berbagai contoh soal yang disertai dengan jawaban. Soal-soal yang disajikan dirancang secara sederhana dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh siswa SMP/MTs, sekaligus dapat digunakan sebagai bahan latihan, evaluasi pembelajaran, maupun persiapan menghadapi berbagai bentuk asesmen literasi.
Latihan Soal Literasi-1 SMP/MTs
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: Demi Keluarga
Soal No. 1 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Pak Aris adalah seorang petani garam di pesisir utara yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anaknya. Kulitnya yang legam dan mengkilap tertimpa cahaya matahari adalah saksi bisu kerja kerasnya selama berpuluh tahun. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar bangun, ia sudah berada di hamparan tambak yang luas. Tangannya yang kasar dan pecah-pecah dengan cekatan menggaruk kristal-kristal putih yang berkilauan di bawah terik. Meskipun kakinya seringkali terasa perih karena air asin yang meresap ke luka-luka kecil, ia tetap menyunggingkan senyum. Baginya, setiap butir garam adalah harapan untuk biaya sekolah kedua anaknya di kota. Caping bambunya yang sudah kusam dan berlubang di beberapa bagian setidaknya mampu menghalau sedikit sengatan panas yang membakar. Di gubuk kecilnya yang sederhana, tersimpan sebuah foto keluarga yang selalu ia usap sebelum berangkat, menjadi pemantik semangat di tengah keletihan fisik yang mendera setiap harinya.
Pertanyaan: Manakah rincian fisik Pak Aris yang menggambarkan kerja kerasnya berdasarkan teks tersebut?
- Kulit yang legam dan mengkilap.
- Tangan yang kasar dan pecah-pecah.
- Caping bambu yang kusam dan berlubang.
- Tubuh yang terlihat lesu dan tidak berdaya.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Pilihan A dan B benar karena teks secara eksplisit menyebutkan kulit legam sebagai bukti kerja keras berpuluh tahun dan tangan kasar sebagai akibat dari kecekatan bekerja di tambak. Pilihan C merujuk pada benda milik tokoh, bukan fisik tokoh. Pilihan D salah karena teks menyebutkan tokoh tetap tersenyum dan semangat meskipun letih, bukan terlihat lesu tanpa daya.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Pak Aris adalah seorang petani garam di pesisir utara yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anaknya. Kulitnya yang legam dan mengkilap tertimpa cahaya matahari adalah saksi bisu kerja kerasnya selama berpuluh tahun. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar bangun, ia sudah berada di hamparan tambak yang luas. Tangannya yang kasar dan pecah-pecah dengan cekatan menggaruk kristal-kristal putih yang berkilauan di bawah terik. Meskipun kakinya seringkali terasa perih karena air asin yang meresap ke luka-luka kecil, ia tetap menyunggingkan senyum. Baginya, setiap butir garam adalah harapan untuk biaya sekolah kedua anaknya di kota. Caping bambunya yang sudah kusam dan berlubang di beberapa bagian setidaknya mampu menghalau sedikit sengatan panas yang membakar. Di gubuk kecilnya yang sederhana, tersimpan sebuah foto keluarga yang selalu ia usap sebelum berangkat, menjadi pemantik semangat di tengah keletihan fisik yang mendera setiap harinya.
Pertanyaan: Kalimat manakah yang menggunakan citraan (imaji) penglihatan dalam menggambarkan suasana kerja Pak Aris?
- Kulitnya yang legam dan mengkilap tertimpa cahaya matahari.
- Kristal-kristal putih yang berkilauan di bawah terik.
- Kakinya seringkali terasa perih karena air asin.
- Caping bambunya yang sudah kusam dan berlubang.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Pilihan A, B, dan D menggunakan citraan penglihatan karena mendeskripsikan warna (legam, putih), kilauan cahaya, dan kondisi fisik benda (kusam, berlubang) yang dapat ditangkap oleh mata. Pilihan C menggunakan citraan perabaan (taktil) karena berkaitan dengan rasa sakit atau perih pada kulit.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Pak Aris adalah seorang petani garam di pesisir utara yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anaknya. Kulitnya yang legam dan mengkilap tertimpa cahaya matahari adalah saksi bisu kerja kerasnya selama berpuluh tahun. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar bangun, ia sudah berada di hamparan tambak yang luas. Tangannya yang kasar dan pecah-pecah dengan cekatan menggaruk kristal-kristal putih yang berkilauan di bawah terik. Meskipun kakinya seringkali terasa perih karena air asin yang meresap ke luka-luka kecil, ia tetap menyunggingkan senyum. Baginya, setiap butir garam adalah harapan untuk biaya sekolah kedua anaknya di kota. Caping bambunya yang sudah kusam dan berlubang di beberapa bagian setidaknya mampu menghalau sedikit sengatan panas yang membakar. Di gubuk kecilnya yang sederhana, tersimpan sebuah foto keluarga yang selalu ia usap sebelum berangkat, menjadi pemantik semangat di tengah keletihan fisik yang mendera setiap harinya.
Pertanyaan: Apa saja bukti dedikasi Pak Aris terhadap keluarganya yang tersirat maupun tersurat dalam teks tersebut?
- Menahan rasa perih di kaki demi biaya sekolah anak.
- Bekerja di tambak sebelum matahari terbit sepenuhnya.
- Membeli peralatan modern untuk mempermudah pekerjaan.
- Mengusap foto keluarga sebagai sumber kekuatan batin.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Pilihan A, B, dan D benar karena mencerminkan pengorbanan fisik (perih di kaki), waktu (berangkat pagi buta), dan motivasi emosional (foto keluarga) demi kesejahteraan anak-anaknya. Pilihan C salah karena tidak disebutkan dalam teks; Pak Aris justru digambarkan menggunakan alat tradisional seperti garukan dan caping kusam.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di sudut gang sempit yang masih berselimut kabut tipis, sebuah warung kayu sederhana milik Mak Inah sudah mengepulkan uap panas. Aroma gurih santan yang mendidih beradu dengan wangi tajam tumisan cabai, menciptakan simfoni aroma yang menggugah selera bagi siapa pun yang melintas. Dinding papan warung itu sudah kusam dimakan usia, namun lantainya selalu bersih mengilap terkena sapuan air sabun setiap subuh. Di tengah kepulan asap dapur, Mak Inah tampak cekatan mengaduk kuali besar. Guratan-guratan halus di wajahnya yang mulai keriput seolah bercerita tentang ribuan pagi yang ia habiskan demi biaya sekolah kedua anaknya. Meski peluh membasahi dahi, senyumnya tetap merekah setiap kali melihat foto wisuda putra sulungnya yang terpajang di dekat meja kasir. Warung itu bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjuangan seorang ibu yang merajut mimpi anak-anaknya melalui setiap piring nasi uduk yang ia sajikan.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan yang menggambarkan detail sensoris (citraan) untuk memperkuat suasana di warung Mak Inah?
- Aroma gurih santan yang mendidih beradu dengan wangi tajam tumisan cabai.
- Dinding papan kusam yang bersanding dengan lantai bersih mengilap.
- Kepulan uap panas yang muncul dari kuali besar di tengah dapur.
- Keinginan kuat Mak Inah untuk menyekolahkan kedua anaknya hingga sukses.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Pernyataan A (penciuman), B (penglihatan), dan C (penglihatan/peraba) adalah detail sensoris yang nyata dalam teks deskripsi. Pernyataan D bukan detail sensoris, melainkan informasi mengenai motivasi atau tujuan tokoh.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di sudut gang sempit yang masih berselimut kabut tipis, sebuah warung kayu sederhana milik Mak Inah sudah mengepulkan uap panas. Aroma gurih santan yang mendidih beradu dengan wangi tajam tumisan cabai, menciptakan simfoni aroma yang menggugah selera bagi siapa pun yang melintas. Dinding papan warung itu sudah kusam dimakan usia, namun lantainya selalu bersih mengilap terkena sapuan air sabun setiap subuh. Di tengah kepulan asap dapur, Mak Inah tampak cekatan mengaduk kuali besar. Guratan-guratan halus di wajahnya yang mulai keriput seolah bercerita tentang ribuan pagi yang ia habiskan demi biaya sekolah kedua anaknya. Meski peluh membasahi dahi, senyumnya tetap merekah setiap kali melihat foto wisuda putra sulungnya yang terpajang di dekat meja kasir. Warung itu bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjuangan seorang ibu yang merajut mimpi anak-anaknya melalui setiap piring nasi uduk yang ia sajikan.
Pertanyaan: Manakah pernyataan yang secara tepat menggambarkan nilai perjuangan Mak Inah demi keluarganya berdasarkan isi teks?
- Menjaga kebersihan warung sebagai bentuk profesionalisme dalam bekerja.
- Mengabaikan rasa lelah demi mewujudkan cita-cita pendidikan anak-anaknya.
- Merasa terbebani dengan rutinitas memasak yang dilakukan setiap subuh.
- Menjadikan keberhasilan anak sebagai sumber kekuatan dan kebahagiaan batin.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Opsi A, B, dan D mencerminkan nilai perjuangan dan karakter positif Mak Inah. Opsi C salah karena teks menyebutkan senyumnya tetap merekah, yang menunjukkan ia tidak merasa terbebani secara negatif.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di sudut gang sempit yang masih berselimut kabut tipis, sebuah warung kayu sederhana milik Mak Inah sudah mengepulkan uap panas. Aroma gurih santan yang mendidih beradu dengan wangi tajam tumisan cabai, menciptakan simfoni aroma yang menggugah selera bagi siapa pun yang melintas. Dinding papan warung itu sudah kusam dimakan usia, namun lantainya selalu bersih mengilap terkena sapuan air sabun setiap subuh. Di tengah kepulan asap dapur, Mak Inah tampak cekatan mengaduk kuali besar. Guratan-guratan halus di wajahnya yang mulai keriput seolah bercerita tentang ribuan pagi yang ia habiskan demi biaya sekolah kedua anaknya. Meski peluh membasahi dahi, senyumnya tetap merekah setiap kali melihat foto wisuda putra sulungnya yang terpajang di dekat meja kasir. Warung itu bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjuangan seorang ibu yang merajut mimpi anak-anaknya melalui setiap piring nasi uduk yang ia sajikan.
Pertanyaan: Teks tersebut menggunakan pilihan kata yang kaya untuk menghidupkan imajinasi pembaca. Manakah analisis gaya bahasa yang benar terkait teks tersebut?
- Frasa “simfoni aroma” digunakan untuk menggambarkan perpaduan bau masakan yang harmonis.
- Frasa “dinding papan dimakan usia” merupakan majas personifikasi untuk menunjukkan bangunan tua.
- Kata “merajut mimpi” adalah metafora yang menggambarkan proses usaha keras membangun masa depan.
- Kata “kabut tipis” merupakan hiperbola untuk melebih-lebihkan suasana dingin di gang sempit.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Analisis A, B, dan C benar secara linguistik. Opsi D salah karena kabut tipis adalah deskripsi latar suasana yang wajar (faktual), bukan gaya bahasa hiperbola yang melebih-lebihkan sesuatu.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Kapal kayu itu bernama ‘Sinar Pagi’, sebuah perahu kecil yang cat birunya telah mengelupas dimakan usia dan garam laut. Setiap pukul tiga dini hari, Pak Aris sudah berada di sana, menembus kabut tipis yang menusuk tulang. Mesin tua perahu itu sering kali terbatuk-batuk, mengeluarkan asap hitam yang berbau solar menyengat sebelum akhirnya menderu pasrah. Di dalamnya, terdapat jaring-jaring yang mulai rapuh namun tetap setia menjadi tumpuan harapan bagi tiga anaknya yang menunggu di rumah. Lantai kayunya yang lembap dan licin karena lumut tipis menjadi saksi bisu kaki pecah-pecah Pak Aris yang kokoh menahan gempuran ombak. Di ufuk timur, semburat jingga mulai menyapa, memantul di permukaan air yang tenang namun menyimpan misteri yang dalam.
Pertanyaan: Manakah pernyataan yang menunjukkan penggunaan citraan pendengaran dan penciuman dalam teks tersebut?
- Mesin tua perahu itu sering kali terbatuk-batuk.
- Mengeluarkan asap hitam yang berbau solar menyengat.
- Cat birunya telah mengelupas dimakan usia dan garam.
- Mesin tersebut menderu pasrah sebelum akhirnya menyala.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Opsi A dan D menggunakan citraan pendengaran (terbatuk-batuk, menderu), sedangkan opsi B menggunakan citraan penciuman (berbau solar). Opsi C adalah citraan penglihatan (visual) karena mendeskripsikan warna dan kondisi fisik yang terlihat.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Kapal kayu itu bernama ‘Sinar Pagi’, sebuah perahu kecil yang cat birunya telah mengelupas dimakan usia dan garam laut. Setiap pukul tiga dini hari, Pak Aris sudah berada di sana, menembus kabut tipis yang menusuk tulang. Mesin tua perahu itu sering kali terbatuk-batuk, mengeluarkan asap hitam yang berbau solar menyengat sebelum akhirnya menderu pasrah. Di dalamnya, terdapat jaring-jaring yang mulai rapuh namun tetap setia menjadi tumpuan harapan bagi tiga anaknya yang menunggu di rumah. Lantai kayunya yang lembap dan licin karena lumut tipis menjadi saksi bisu kaki pecah-pecah Pak Aris yang kokoh menahan gempuran ombak. Di ufuk timur, semburat jingga mulai menyapa, memantul di permukaan air yang tenang namun menyimpan misteri yang dalam.
Pertanyaan: Kalimat manakah yang menggunakan majas personifikasi untuk menghidupkan suasana dalam teks tersebut?
- Jaring-jaring yang mulai rapuh namun tetap setia menjadi tumpuan.
- Semburat jingga mulai menyapa di ufuk timur pagi itu.
- Mesin tua perahu itu sering kali terbatuk-batuk di tengah kabut.
- Lantai kayunya lembap dan licin karena lumut tipis.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Personifikasi memberikan sifat manusia pada benda mati. Opsi A (setia), B (menyapa), dan C (terbatuk-batuk) merupakan tindakan atau sifat manusia yang dilekatkan pada jaring, matahari/warna langit, dan mesin. Opsi D adalah deskripsi faktual tanpa majas personifikasi.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Kapal kayu itu bernama ‘Sinar Pagi’, sebuah perahu kecil yang cat birunya telah mengelupas dimakan usia dan garam laut. Setiap pukul tiga dini hari, Pak Aris sudah berada di sana, menembus kabut tipis yang menusuk tulang. Mesin tua perahu itu sering kali terbatuk-batuk, mengeluarkan asap hitam yang berbau solar menyengat sebelum akhirnya menderu pasrah. Di dalamnya, terdapat jaring-jaring yang mulai rapuh namun tetap setia menjadi tumpuan harapan bagi tiga anaknya yang menunggu di rumah. Lantai kayunya yang lembap dan licin karena lumut tipis menjadi saksi bisu kaki pecah-pecah Pak Aris yang kokoh menahan gempuran ombak. Di ufuk timur, semburat jingga mulai menyapa, memantul di permukaan air yang tenang namun menyimpan misteri yang dalam.
Pertanyaan: Berdasarkan teks, bukti fisik apa saja yang menggambarkan kerasnya perjuangan tokoh demi keluarganya?
- Kaki pecah-pecah yang kokoh menahan gempuran ombak.
- Perahu ‘Sinar Pagi’ yang cat birunya telah mengelupas.
- Jaring-jaring yang mulai rapuh namun tetap digunakan melaut.
- Semburat jingga yang memantul di permukaan air yang tenang.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Opsi A menunjukkan ketangguhan fisik tokoh, sementara opsi B dan C menunjukkan kondisi peralatan kerja yang sudah tua dan rusak (menggambarkan keterbatasan ekonomi namun tetap digunakan demi keluarga). Opsi D hanyalah deskripsi latar suasana alam yang tidak berkaitan langsung dengan bukti perjuangan tokoh.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Pak Harun adalah seorang petani garam di pesisir utara yang tak pernah kenal lelah. Kulitnya yang legam dan mengilap tertimpa cahaya matahari menceritakan ribuan jam yang ia habiskan di bawah terik yang memanggang. Guratan-guratan dalam di wajahnya tampak seperti peta perjuangan hidup. Setiap pagi, sebelum fajar benar-benar menyingsing, ia sudah berada di hamparan tambak yang memutih bagai salju. Dengan cangkul kayu tuanya, ia mengumpulkan kristal-kristal garam dengan gerakan yang ritmis dan bertenaga. Bau anyir laut dan menyengatnya uap garam sudah menjadi napas baginya. Meski peluh bercucuran membasahi pakaiannya yang lusuh dan telapak tangannya kian menebal oleh kapalan, Pak Harun tetap tersenyum. Baginya, setiap butir garam yang ia kumpulkan adalah harapan untuk biaya sekolah anak-anaknya dan sesuap nasi bagi istri tercinta di rumah.
Pertanyaan: Manakah pernyataan yang sesuai dengan gambaran perjuangan Pak Harun berdasarkan teks tersebut?
- Melakukan pekerjaan fisik yang berat di bawah cuaca yang sangat terik.
- Mengabaikan kondisi fisik demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
- Memanfaatkan peralatan canggih untuk mempermudah produksi garam.
- Memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa di tengah lingkungan yang ekstrem.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Pernyataan A benar karena teks menyebutkan Pak Harun bekerja di bawah terik yang memanggang. Pernyataan B benar karena deskripsi kulit legam, wajah berkerut, dan tangan kapalan menunjukkan pengorbanan kondisi fisik demi biaya sekolah anak dan nafkah istri. Pernyataan D benar karena ia digambarkan tetap bertenaga dan ritmis meski lingkungan sangat panas dan berbau menyengat. Pernyataan C salah karena teks menyebutkan ia menggunakan ‘cangkul kayu tua’, bukan peralatan canggih.
Latihan Soal dan Jawaban TKA Literasi-2 SMP/MTs
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: Buku-Buku Berbicara
Soal No. 1 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Perpustakaan “Lentera Kata” bukan sekadar gudang penyimpanan kertas. Di sana, buku-buku seolah memiliki nyawa sendiri. Saat pintu kayu jati yang berat itu terbuka, aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman. Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi, memamerkan punggung-punggung buku dengan berbagai warna: mulai dari merah marun yang elegan, emas yang mulai memudar, hingga cokelat tanah yang bersahaja. Jika kau mendekatkan telinga, gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin jendela terdengar seperti bisikan rahasia dari masa lalu. Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda, seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul yang terukir indah.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan yang menggambarkan penggunaan panca indra penciuman dan peraba secara tepat?
- Aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman.
- Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi memamerkan warna punggung buku.
- Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda.
- Gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin terdengar seperti bisikan rahasia.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C
Opsi A menggunakan indra penciuman (aroma kertas tua dan wangi kopi). Opsi C menggunakan indra peraba (tekstur kasar atau halus). Opsi B adalah indra penglihatan, dan opsi D adalah indra pendengaran.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Perpustakaan “Lentera Kata” bukan sekadar gudang penyimpanan kertas. Di sana, buku-buku seolah memiliki nyawa sendiri. Saat pintu kayu jati yang berat itu terbuka, aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman. Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi, memamerkan punggung-punggung buku dengan berbagai warna: mulai dari merah marun yang elegan, emas yang mulai memudar, hingga cokelat tanah yang bersahaja. Jika kau mendekatkan telinga, gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin jendela terdengar seperti bisikan rahasia dari masa lalu. Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda, seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul yang terukir indah.
Pertanyaan: Manakah pernyataan di bawah ini yang membuktikan penulis menggunakan majas personifikasi untuk mendeskripsikan buku?
- Buku-buku di perpustakaan tersebut seolah memiliki nyawa sendiri.
- Warna punggung buku terdiri atas merah marun, emas, dan cokelat.
- Setiap judul buku terukir indah pada sampul kulit yang berbeda.
- Buku tersebut seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, D
Majas personifikasi memberikan sifat manusia pada benda mati. Opsi A (memiliki nyawa) dan opsi D (mengajak jemari) memberikan atribut makhluk hidup kepada buku. Opsi B dan C adalah deskripsi faktual/literal.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Perpustakaan “Lentera Kata” bukan sekadar gudang penyimpanan kertas. Di sana, buku-buku seolah memiliki nyawa sendiri. Saat pintu kayu jati yang berat itu terbuka, aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman. Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi, memamerkan punggung-punggung buku dengan berbagai warna: mulai dari merah marun yang elegan, emas yang mulai memudar, hingga cokelat tanah yang bersahaja. Jika kau mendekatkan telinga, gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin jendela terdengar seperti bisikan rahasia dari masa lalu. Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda, seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul yang terukir indah.
Pertanyaan: Detail visual apa saja yang digunakan penulis untuk mendeskripsikan suasana rak dan koleksi buku di Perpustakaan “Lentera Kata”?
- Rak-rak kayu mahoni yang tingginya mencapai langit-langit ruangan.
- Punggung buku dengan variasi warna merah marun, emas, dan cokelat.
- Suara pintu kayu jati yang berat saat terbuka menyambut para pengunjung.
- Ukiran indah pada judul buku yang berada di atas sampul kulit.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Opsi A, B, dan D adalah detail yang dapat ditangkap oleh indra penglihatan (visual). Opsi C berkaitan dengan indra pendengaran (suara pintu), sehingga tidak termasuk detail visual.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di ujung gang sempit Jalan Kenangan, berdiri sebuah bangunan tua berasitektur kolonial yang kini menjadi perpustakaan umum. Memasuki ruangan ini, aroma kertas tua yang khas segera menyergap indra penciuman, perpaduan antara bau apek yang manis dan debu yang menenangkan. Rak-rak kayu jati setinggi langit-langit berjejer rapi, menopang ribuan buku dengan sampul yang beragam. Ada buku bersampul kulit domba yang mulai mengelupas, menampakkan guratan usia, dan ada pula buku-buku modern dengan warna-warna mencolok yang mencoba mencuri perhatian. Jendela-jendela besar di sisi timur membiarkan cahaya matahari pagi masuk, menerangi partikel debu yang menari di udara dan menyinari punggung buku yang dihiasi tinta emas yang mulai pudar. Di sini, buku-buku seolah berbicara tanpa suara; lembarannya yang menguning menyimpan bisikan sejarah, sementara lipatan di sudut halaman menjadi saksi bisu emosi pembaca terdahulu. Keheningan di dalam ruangan ini bukanlah kekosongan, melainkan orkestra imajinasi yang menunggu untuk dihidupkan kembali oleh setiap pasang mata yang berkunjung.
Pertanyaan: Berdasarkan teks deskripsi tersebut, pernyataan manakah yang menggambarkan panca indra penciuman dan penglihatan secara tepat?
- Aroma kertas tua yang khas berupa perpaduan bau apek manis dan debu.
- Bunyi gesekan kertas yang ditiup angin melalui celah jendela yang terbuka.
- Pantulan cahaya matahari pada punggung buku bertinta emas yang pudar.
- Tekstur kasar dari sampul buku kulit domba yang mulai mengelupas.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C
Pernyataan A merujuk pada indra penciuman (aroma kertas, bau apek) dan pernyataan C merujuk pada indra penglihatan (pantulan cahaya, tinta emas pudar). Pernyataan B merujuk pada indra pendengaran yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam teks, sedangkan pernyataan D merujuk pada indra peraba.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di ujung gang sempit Jalan Kenangan, berdiri sebuah bangunan tua berasitektur kolonial yang kini menjadi perpustakaan umum. Memasuki ruangan ini, aroma kertas tua yang khas segera menyergap indra penciuman, perpaduan antara bau apek yang manis dan debu yang menenangkan. Rak-rak kayu jati setinggi langit-langit berjejer rapi, menopang ribuan buku dengan sampul yang beragam. Ada buku bersampul kulit domba yang mulai mengelupas, menampakkan guratan usia, dan ada pula buku-buku modern dengan warna-warna mencolok yang mencoba mencuri perhatian. Jendela-jendela besar di sisi timur membiarkan cahaya matahari pagi masuk, menerangi partikel debu yang menari di udara dan menyinari punggung buku yang dihiasi tinta emas yang mulai pudar. Di sini, buku-buku seolah berbicara tanpa suara; lembarannya yang menguning menyimpan bisikan sejarah, sementara lipatan di sudut halaman menjadi saksi bisu emosi pembaca terdahulu. Keheningan di dalam ruangan ini bukanlah kekosongan, melainkan orkestra imajinasi yang menunggu untuk dihidupkan kembali oleh setiap pasang mata yang berkunjung.
Pertanyaan: Kalimat “buku-buku seolah berbicara tanpa suara” dalam teks tersebut mengandung makna tersirat bahwa ….
- buku menyimpan catatan sejarah dan jejak emosional pembaca terdahulu
- perpustakaan tersebut memiliki teknologi audio yang menceritakan isi buku
- imajinasi pembaca bangkit saat mendalami isi tulisan di dalam buku
- seluruh buku di dalam ruangan tersebut mengeluarkan suara saat dibuka
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C
Metafora ‘buku berbicara tanpa suara’ berarti buku menyampaikan informasi (sejarah/emosi) kepada pembaca (opsi A) dan memicu imajinasi pembaca meskipun tidak ada suara fisik yang dikeluarkan (opsi C). Opsi B dan D bersifat literal dan tidak sesuai dengan konteks teks deskripsi.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di ujung gang sempit Jalan Kenangan, berdiri sebuah bangunan tua berasitektur kolonial yang kini menjadi perpustakaan umum. Memasuki ruangan ini, aroma kertas tua yang khas segera menyergap indra penciuman, perpaduan antara bau apek yang manis dan debu yang menenangkan. Rak-rak kayu jati setinggi langit-langit berjejer rapi, menopang ribuan buku dengan sampul yang beragam. Ada buku bersampul kulit domba yang mulai mengelupas, menampakkan guratan usia, dan ada pula buku-buku modern dengan warna-warna mencolok yang mencoba mencuri perhatian. Jendela-jendela besar di sisi timur membiarkan cahaya matahari pagi masuk, menerangi partikel debu yang menari di udara dan menyinari punggung buku yang dihiasi tinta emas yang mulai pudar. Di sini, buku-buku seolah berbicara tanpa suara; lembarannya yang menguning menyimpan bisikan sejarah, sementara lipatan di sudut halaman menjadi saksi bisu emosi pembaca terdahulu. Keheningan di dalam ruangan ini bukanlah kekosongan, melainkan orkestra imajinasi yang menunggu untuk dihidupkan kembali oleh setiap pasang mata yang berkunjung.
Pertanyaan: Pernyataan manakah yang sesuai dengan suasana dan kondisi fisik objek yang dideskripsikan dalam teks?
- Perpustakaan tersebut berada di gedung modern di tengah pusat kota.
- Furnitur utama ruangan berupa rak kayu jati yang menjulang tinggi.
- Sinar matahari menjadi sumber pencahayaan alami di dalam ruangan.
- Koleksi di dalam perpustakaan hanya terdiri atas buku-buku kuno.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B, C
Opsi B sesuai dengan deskripsi rak kayu jati setinggi langit-langit. Opsi C sesuai dengan deskripsi jendela besar yang membiarkan cahaya matahari masuk. Opsi A salah karena gedung berasitektur kolonial di gang sempit, bukan gedung modern. Opsi D salah karena disebutkan ada juga buku-buku modern.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Buku-Buku Berbicara. Di sudut kota yang bising, terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra. Begitu melangkah masuk, aroma kertas usang yang bercampur dengan bau kayu jati yang lembap menyambut penciuman. Di sini, buku-buku seolah memiliki nyawa. Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak-rak setinggi langit-langit, menyimpan ribuan bisikan sejarah. Cahaya matahari sore yang menembus jendela kaca patri menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus yang menari di udara. Setiap kali sebuah buku dibuka, terdengar suara gemeresik kertas yang rapuh, seolah lembaran itu sedang bercerita tentang masa lalu. Huruf-huruf cetak yang sedikit timbul di atas kertas kekuningan memberikan tekstur kasar saat disentuh, mengundang jemari untuk terus menelusuri setiap baris kalimat yang penuh makna.
Pertanyaan: Manakah kalimat di bawah ini yang menunjukkan penggunaan indra pendengaran dan indra peraba berdasarkan teks tersebut?
- Suara gemeresik kertas yang rapuh terdengar setiap kali sebuah buku dibuka.
- Huruf cetak yang sedikit timbul memberikan tekstur kasar saat disentuh.
- Aroma kertas usang bercampur dengan bau kayu jati menyambut penciuman.
- Cahaya matahari sore menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Opsi A menggunakan kata ‘terdengar’ dan ‘suara’ yang merujuk pada indra pendengaran. Opsi B menggunakan frasa ‘tekstur kasar’ dan ‘disentuh’ yang merujuk pada indra peraba. Opsi C merujuk pada indra penciuman (aroma/bau), sedangkan opsi D merujuk pada indra penglihatan (cahaya/pendar).
Soal No. 8 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Buku-Buku Berbicara. Di sudut kota yang bising, terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra. Begitu melangkah masuk, aroma kertas usang yang bercampur dengan bau kayu jati yang lembap menyambut penciuman. Di sini, buku-buku seolah memiliki nyawa. Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak-rak setinggi langit-langit, menyimpan ribuan bisikan sejarah. Cahaya matahari sore yang menembus jendela kaca patri menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus yang menari di udara. Setiap kali sebuah buku dibuka, terdengar suara gemeresik kertas yang rapuh, seolah lembaran itu sedang bercerita tentang masa lalu. Huruf-huruf cetak yang sedikit timbul di atas kertas kekuningan memberikan tekstur kasar saat disentuh, mengundang jemari untuk terus menelusuri setiap baris kalimat yang penuh makna.
Pertanyaan: Penulis menggunakan majas personifikasi untuk memberikan kesan hidup pada objek mati. Kalimat manakah yang mengandung majas tersebut?
- Buku-buku seolah memiliki nyawa dan menyimpan ribuan bisikan sejarah.
- Debu-debu halus yang menari di udara dalam pendar cahaya matahari sore.
- Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak.
- Terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra di sudut kota.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Majas personifikasi memberikan sifat manusia pada benda mati. Opsi A memberikan sifat ‘memiliki nyawa’ dan ‘berbisik’ pada buku. Opsi B memberikan sifat ‘menari’ pada debu. Opsi C dan D merupakan deskripsi faktual tanpa penggunaan majas personifikasi.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Buku-Buku Berbicara. Di sudut kota yang bising, terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra. Begitu melangkah masuk, aroma kertas usang yang bercampur dengan bau kayu jati yang lembap menyambut penciuman. Di sini, buku-buku seolah memiliki nyawa. Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak-rak setinggi langit-langit, menyimpan ribuan bisikan sejarah. Cahaya matahari sore yang menembus jendela kaca patri menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus yang menari di udara. Setiap kali sebuah buku dibuka, terdengar suara gemeresik kertas yang rapuh, seolah lembaran itu sedang bercerita tentang masa lalu. Huruf-huruf cetak yang sedikit timbul di atas kertas kekuningan memberikan tekstur kasar saat disentuh, mengundang jemari untuk terus menelusuri setiap baris kalimat yang penuh makna.
Pertanyaan: Berdasarkan rincian deskripsi dalam teks, suasana dan kesan apa yang paling dominan dirasakan saat berada di Perpustakaan Loka Sastra?
- Kesan nostalgia yang kuat melalui penggambaran benda lama yang bersejarah.
- Suasana tenang yang sangat kontras dengan kebisingan lingkungan di luar.
- Suasana futuristik yang terlihat dari penataan buku yang sangat rapi di rak.
- Kesan mencekam karena bangunan tua tersebut dipenuhi debu dan cahaya redup.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Teks membangun kesan nostalgia melalui kata ‘tua’, ‘usang’, dan ‘masa lalu’ (opsi A). Suasana tenang dan kontras dengan kebisingan kota disebutkan di awal teks (opsi B). Opsi C salah karena teks menggambarkan suasana klasik, bukan futuristik. Opsi D salah karena penggambaran pendar keemasan dan bisikan sejarah memberikan kesan estetis, bukan mencekam.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Memasuki Perpustakaan Abadi terasa seperti melintasi lorong waktu. Rak-rak kayu jati yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit ruangan mengeluarkan aroma khas perpaduan kayu tua dan vanila dari kertas-kertas yang mulai menguning. Di sana, buku-buku seolah-olah sedang bercakap-cakap dalam keheningan, menunggu tangan-tangan lembut untuk membuka rahasia di dalamnya. Sinar matahari pagi menerobos melalui jendela kaca patri, memperlihatkan butiran debu yang menari-nari di atas meja baca yang permukaannya terasa kasar karena guratan usia. Setiap kali lembaran buku dibuka, terdengar bunyi gemerisik halus seperti bisikan rahasia yang telah disimpan selama berabad-abad.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan yang benar mengenai penggunaan citraan dan gaya bahasa dalam teks?
- Penulis menggunakan citraan penciuman untuk mendeskripsikan aroma kertas yang menguning.
- Terdapat penggunaan majas personifikasi pada bagian buku-buku yang digambarkan seolah sedang bercakap-cakap.
- Citraan penglihatan digunakan untuk menggambarkan pergerakan butiran debu di bawah sinar matahari.
- Penulis menggunakan majas sarkasme untuk mengkritik kondisi meja baca yang sudah mulai rusak dimakan usia.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Pernyataan A benar karena teks menyebutkan ‘aroma khas perpaduan kayu tua dan vanila’ (citraan penciuman). Pernyataan B benar karena frasa ‘buku-buku seolah-olah sedang bercakap-cakap’ memberikan sifat manusia pada benda mati (personifikasi). Pernyataan C benar karena teks mendeskripsikan ‘sinar matahari… memperlihatkan butiran debu yang menari-nari’ (citraan penglihatan). Pernyataan D salah karena deskripsi meja baca bertujuan menggambarkan kesan antik dan usia (estetika deskriptif), bukan untuk menyindir atau menghina secara kasar (sarkasme).
Latihan Soal TKA dan Jawaban Literasi-3 SMP/MTs
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: Komunikasi Ujung Jari
Soal No. 1 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Komunikasi Ujung Jari. Di era digital saat ini, sebuah benda pipih persegi panjang bernama gawai telah menjadi perpanjangan tangan manusia. Permukaannya yang halus dari kaca antigores memancarkan cahaya biru yang menghidupkan jutaan piksel warna. Di sana, komunikasi tidak lagi mengandalkan pita suara, melainkan kelincahan jempol dan telunjuk yang menari di atas papan ketik virtual. Suasana riuh pasar kini berpindah ke dalam kolom komentar yang sunyi namun penuh dengan pertukaran ide, emoji yang mewakili perasaan, serta tautan informasi yang tersebar dalam hitungan detik. Kecepatan transmisi data membuat jarak ribuan kilometer terasa hanya sebatas ketukan layar. Meski begitu, interaksi ini sering kali menciptakan paradoks: mendekatkan yang jauh, namun merenggangkan yang ada di depan mata karena perhatian yang terhisap ke dalam pusaran informasi digital yang tak berujung.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan yang menggambarkan ciri komunikasi digital?
- Mengandalkan kelincahan jari tangan pada layar sentuh.
- Menggunakan pita suara untuk menyampaikan pesan lisan.
- Mengirimkan data dan informasi dalam hitungan detik.
- Mengatasi batasan jarak fisik antara sesama pengguna.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C, D
Teks menyebutkan bahwa komunikasi tidak lagi mengandalkan pita suara (opsi B salah). Ciri yang disebutkan meliputi penggunaan kelincahan jempol dan telunjuk (A), penyebaran informasi dalam hitungan detik (C), dan jarak ribuan kilometer yang terasa dekat (D).
Soal No. 2 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Komunikasi Ujung Jari. Di era digital saat ini, sebuah benda pipih persegi panjang bernama gawai telah menjadi perpanjangan tangan manusia. Permukaannya yang halus dari kaca antigores memancarkan cahaya biru yang menghidupkan jutaan piksel warna. Di sana, komunikasi tidak lagi mengandalkan pita suara, melainkan kelincahan jempol dan telunjuk yang menari di atas papan ketik virtual. Suasana riuh pasar kini berpindah ke dalam kolom komentar yang sunyi namun penuh dengan pertukaran ide, emoji yang mewakili perasaan, serta tautan informasi yang tersebar dalam hitungan detik. Kecepatan transmisi data membuat jarak ribuan kilometer terasa hanya sebatas ketukan layar. Meski begitu, interaksi ini sering kali menciptakan paradoks: mendekatkan yang jauh, namun merenggangkan yang ada di depan mata karena perhatian yang terhisap ke dalam pusaran informasi digital yang tak berujung.
Pertanyaan: Teks deskripsi tersebut menggunakan citraan indra untuk menghidupkan suasana. Manakah pernyataan berikut yang sesuai dengan penggunaan citraan dalam teks tersebut?
- Penglihatan melalui cahaya biru dan jutaan piksel warna.
- Perabaan melalui permukaan halus dari kaca antigores.
- Pendengaran melalui suara riuh di dalam kolom komentar.
- Gerak melalui jempol yang menari di atas papan ketik.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Teks mendeskripsikan aspek visual cahaya dan piksel (A), aspek taktil/perabaan permukaan halus (B), dan aspek kinestetik/gerak jempol (D). Opsi C salah karena teks menyebutkan kolom komentar tersebut bersifat ‘sunyi’, bukan riuh secara auditif.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Komunikasi Ujung Jari. Di era digital saat ini, sebuah benda pipih persegi panjang bernama gawai telah menjadi perpanjangan tangan manusia. Permukaannya yang halus dari kaca antigores memancarkan cahaya biru yang menghidupkan jutaan piksel warna. Di sana, komunikasi tidak lagi mengandalkan pita suara, melainkan kelincahan jempol dan telunjuk yang menari di atas papan ketik virtual. Suasana riuh pasar kini berpindah ke dalam kolom komentar yang sunyi namun penuh dengan pertukaran ide, emoji yang mewakili perasaan, serta tautan informasi yang tersebar dalam hitungan detik. Kecepatan transmisi data membuat jarak ribuan kilometer terasa hanya sebatas ketukan layar. Meski begitu, interaksi ini sering kali menciptakan paradoks: mendekatkan yang jauh, namun merenggangkan yang ada di depan mata karena perhatian yang terhisap ke dalam pusaran informasi digital yang tak berujung.
Pertanyaan: Kalimat terakhir teks menyebutkan adanya paradoks dalam komunikasi ujung jari. Apa saja bentuk paradoks yang dimaksud dalam teks tersebut?
- Mendekatkan individu yang berada di lokasi geografis yang jauh.
- Merenggangkan hubungan dengan orang-orang di lingkungan sekitar.
- Menghambat penyebaran informasi karena batasan kuota data.
- Menyedot perhatian pengguna ke dalam arus informasi digital.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Paradoks yang dijelaskan dalam teks adalah kemampuan teknologi untuk mendekatkan yang jauh (A), namun di saat yang sama menjauhkan atau merenggangkan orang yang ada di depan mata (B) karena perhatian terhisap ke informasi digital (D). Masalah kuota (C) tidak dibahas dalam teks.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Ruang tamu itu hening, hanya ada pendar biru dari gawai yang digenggam erat oleh Arkan. Jari-jemarinya menari lincah di atas permukaan kaca yang dingin dan licin, menciptakan rangkaian kata yang melesat dalam hitungan detik. Di balik layar datar berukuran enam inci itu, sebuah dunia tanpa batas terbuka lebar. Cahaya layarnya menerangi wajah Arkan yang tampak serius, sementara sesekali terdengar denting notifikasi yang memecah kesunyian malam. Tekstur bodi ponsel yang metalik memberikan kesan futuristik, kontras dengan jempolnya yang terus mengetuk cepat, mengirimkan pesan-pesan singkat yang penuh dengan ikon berwarna-warni. Meskipun tubuhnya tak beranjak dari sofa empuk itu, pikirannya telah melanglang buana, melintasi ribuan kilometer hanya melalui satu sentuhan ringan.
Pertanyaan: Manakah pernyataan berikut yang menggambarkan penggunaan citraan penglihatan dalam teks tersebut?
- Pendar biru dari gawai yang digenggam.
- Cahaya layar menerangi wajah Arkan.
- Denting notifikasi memecah kesunyian.
- Permukaan kaca yang dingin dan licin.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Citraan penglihatan adalah penggambaran yang melibatkan indra mata. Opsi A (pendar biru) dan B (cahaya layar) dapat dilihat oleh mata. Opsi C adalah citraan pendengaran, sedangkan opsi D adalah citraan perabaan.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Ruang tamu itu hening, hanya ada pendar biru dari gawai yang digenggam erat oleh Arkan. Jari-jemarinya menari lincah di atas permukaan kaca yang dingin dan licin, menciptakan rangkaian kata yang melesat dalam hitungan detik. Di balik layar datar berukuran enam inci itu, sebuah dunia tanpa batas terbuka lebar. Cahaya layarnya menerangi wajah Arkan yang tampak serius, sementara sesekali terdengar denting notifikasi yang memecah kesunyian malam. Tekstur bodi ponsel yang metalik memberikan kesan futuristik, kontras dengan jempolnya yang terus mengetuk cepat, mengirimkan pesan-pesan singkat yang penuh dengan ikon berwarna-warni. Meskipun tubuhnya tak beranjak dari sofa empuk itu, pikirannya telah melanglang buana, melintasi ribuan kilometer hanya melalui satu sentuhan ringan.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah yang merupakan ciri fisik dari perangkat komunikasi yang digunakan Arkan?
- Layar datar berukuran enam inci.
- Bodi ponsel yang berbahan metalik.
- Permukaan kaca yang dingin dan licin.
- Memiliki tombol fisik yang menonjol.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Teks secara eksplisit menyebutkan layar enam inci (opsi A), bodi metalik (opsi B), dan permukaan kaca yang dingin serta licin (opsi C). Opsi D tidak disebutkan, bahkan teks menekankan jari menari di atas permukaan kaca, bukan tombol fisik.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Ruang tamu itu hening, hanya ada pendar biru dari gawai yang digenggam erat oleh Arkan. Jari-jemarinya menari lincah di atas permukaan kaca yang dingin dan licin, menciptakan rangkaian kata yang melesat dalam hitungan detik. Di balik layar datar berukuran enam inci itu, sebuah dunia tanpa batas terbuka lebar. Cahaya layarnya menerangi wajah Arkan yang tampak serius, sementara sesekali terdengar denting notifikasi yang memecah kesunyian malam. Tekstur bodi ponsel yang metalik memberikan kesan futuristik, kontras dengan jempolnya yang terus mengetuk cepat, mengirimkan pesan-pesan singkat yang penuh dengan ikon berwarna-warni. Meskipun tubuhnya tak beranjak dari sofa empuk itu, pikirannya telah melanglang buana, melintasi ribuan kilometer hanya melalui satu sentuhan ringan.
Pertanyaan: Manakah pernyataan yang sesuai dengan kondisi atau suasana yang dialami Arkan dalam teks tersebut?
- Arkan berada dalam ruangan yang sunyi.
- Tubuh Arkan terus bergerak mengelilingi sofa.
- Wajah Arkan tampak serius saat menatap layar.
- Pikiran Arkan melanglang buana ke tempat jauh.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C, D
Opsi A benar karena disebutkan ruang tamu hening. Opsi C benar karena cahaya layar menerangi wajah Arkan yang serius. Opsi D benar karena disebutkan pikirannya melanglang buana. Opsi B salah karena teks menyatakan tubuhnya tak beranjak dari sofa.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Layar kaca mungil itu berkilau lembut di bawah cahaya lampu kamar. Permukaannya yang halus dan dingin seolah menyimpan semesta di balik lapisan tipisnya. Begitu jempol menyentuh sudut layar, pendaran warna-warni ikon aplikasi mulai menari, menawarkan gerbang menuju dunia tanpa batas. Bunyi denting notifikasi yang nyaring namun pendek sesekali memecah keheningan, mengabarkan pesan dari sahabat yang jauh di seberang pulau. Di sana, kata-kata tak lagi diucapkan lewat suara, melainkan dirajut melalui ketukan-ketukan lincah ujung jari di atas papan ketik virtual yang responsif. Komunikasi kini bukan lagi soal tatap muka, melainkan tentang kecepatan jemari merangkai makna di ruang siber yang sunyi namun riuh.
Pertanyaan: Panca indra apa saja yang digunakan penulis untuk menggambarkan suasana dalam teks tersebut?
- Penglihatan.
- Pendengaran.
- Perabaan.
- Penciuman.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Penulis menggunakan indra penglihatan (berkilau, warna-warni), indra pendengaran (denting notifikasi), dan indra perabaan (halus, dingin, ketukan lincah). Tidak terdapat deskripsi yang melibatkan indra penciuman dalam teks tersebut.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Layar kaca mungil itu berkilau lembut di bawah cahaya lampu kamar. Permukaannya yang halus dan dingin seolah menyimpan semesta di balik lapisan tipisnya. Begitu jempol menyentuh sudut layar, pendaran warna-warni ikon aplikasi mulai menari, menawarkan gerbang menuju dunia tanpa batas. Bunyi denting notifikasi yang nyaring namun pendek sesekali memecah keheningan, mengabarkan pesan dari sahabat yang jauh di seberang pulau. Di sana, kata-kata tak lagi diucapkan lewat suara, melainkan dirajut melalui ketukan-ketukan lincah ujung jari di atas papan ketik virtual yang responsif. Komunikasi kini bukan lagi soal tatap muka, melainkan tentang kecepatan jemari merangkai makna di ruang siber yang sunyi namun riuh.
Pertanyaan: Manakah pernyataan yang menunjukkan penggunaan gaya bahasa (majas) dalam teks deskripsi tersebut?
- Ikon aplikasi mulai menari di layar.
- Menyimpan semesta di balik lapisan tipis.
- Bunyi denting notifikasi yang nyaring.
- Layar kaca mungil itu berkilau lembut.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Opsi A menggunakan majas personifikasi (ikon menari), dan opsi B menggunakan majas metafora/hiperbola (menyimpan semesta). Opsi C dan D merupakan deskripsi literal berdasarkan pengamatan indra tanpa kiasan.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Layar kaca mungil itu berkilau lembut di bawah cahaya lampu kamar. Permukaannya yang halus dan dingin seolah menyimpan semesta di balik lapisan tipisnya. Begitu jempol menyentuh sudut layar, pendaran warna-warni ikon aplikasi mulai menari, menawarkan gerbang menuju dunia tanpa batas. Bunyi denting notifikasi yang nyaring namun pendek sesekali memecah keheningan, mengabarkan pesan dari sahabat yang jauh di seberang pulau. Di sana, kata-kata tak lagi diucapkan lewat suara, melainkan dirajut melalui ketukan-ketukan lincah ujung jari di atas papan ketik virtual yang responsif. Komunikasi kini bukan lagi soal tatap muka, melainkan tentang kecepatan jemari merangkai makna di ruang siber yang sunyi namun riuh.
Pertanyaan: Apa saja karakteristik teks deskripsi yang tampak pada kutipan teks tersebut?
- Menggambarkan objek secara konkret dan detail.
- Menceritakan urutan kejadian secara kronologis.
- Melibatkan kesan indra agar pembaca seolah merasakan.
- Menggunakan kata sifat yang spesifik untuk objek.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C, D
Teks tersebut menunjukkan ciri teks deskripsi melalui penggambaran objek yang nyata/konkret (A), pelibatan panca indra (C), dan penggunaan kata sifat spesifik seperti ‘halus’, ‘dingin’, dan ‘lincah’ (D). Menceritakan urutan kejadian (B) adalah ciri teks narasi, bukan deskripsi.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di sebuah sudut kafe yang remang, pemandangan unik tersaji. Bukan riuh percakapan yang mengisi udara, melainkan keheningan yang dibalut cahaya biru dari layar-layar persegi di genggaman. Jari-jemari lincah menari di atas permukaan kaca yang dingin, menciptakan simfoni ketukan halus yang nyaris tak terdengar. Mata-mata terpaku pada dunia virtual, sesekali senyum tipis tersungging tanpa lawan bicara yang nyata di hadapan. Inilah wajah komunikasi masa kini, di mana jarak ribuan kilometer terasa sejauh sentuhan kuku, namun kehadiran fisik di depan mata sering kali terabaikan oleh distraksi digital yang memikat.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan-pernyataan berikut yang menggambarkan suasana komunikasi digital di dalam kafe tersebut?
- Keheningan mendominasi ruangan meskipun terdapat banyak orang di sana.
- Interaksi fisik secara langsung menjadi fokus utama para pengunjung kafe.
- Cahaya dari layar gawai menjadi unsur visual yang menonjol di ruangan.
- Suara percakapan yang sangat keras mengalahkan bunyi ketukan jari pada layar.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C
Pernyataan A benar karena teks secara eksplisit menyebutkan bahwa ‘bukan riuh percakapan yang mengisi udara, melainkan keheningan’. Pernyataan C benar karena teks mendeskripsikan suasana yang ‘dibalut cahaya biru dari layar-layar persegi’. Pernyataan B salah karena teks menyatakan bahwa kehadiran fisik di depan mata sering kali terabaikan. Pernyataan D salah karena teks menyebutkan ketukan jari nyaris tidak terdengar dan tidak ada riuh percakapan.
Latihan Soal TKA Literasi-4 SMP/MTs
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: Dari Hobi Menjadi Pundi-Pundi
Soal No. 1 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aris, seorang siswa kelas IX, memiliki kegemaran menggambar karakter digital yang ia tekuni sejak bangku SD. Awalnya, ia hanya mengunggah hasil karyanya di media sosial sebagai dokumentasi pribadi dan sarana berekspresi. Namun, kualitas visual yang unik dan detail menarik perhatian seorang penulis novel dari luar negeri yang kemudian menawarkan kerja sama untuk pembuatan ilustrasi sampul buku. Sejak saat itu, Aris mulai membuka jasa ilustrasi atau ‘commission’. Meskipun menghasilkan pendapatan yang cukup besar bagi ukuran pelajar, Aris sempat menghadapi kendala serius dalam membagi waktu antara pesanan yang menumpuk dengan kewajibannya mempersiapkan ujian sekolah. Merasa mulai kelelahan secara mental, ia mengambil langkah berani dengan membatasi jumlah pesanan maksimal tiga per bulan dan menaikkan tarif jasanya dua kali lipat demi menjaga kualitas karya. Strategi ini rupanya efektif; pendapatannya tetap stabil karena nilai eksklusivitas karyanya meningkat di mata pelanggan, sementara kesehatan mental dan prestasi akademiknya di sekolah tetap terjaga dengan baik.
Pertanyaan: Mengapa Aris memilih untuk menaikkan tarif jasa ilustrasinya meskipun ia membatasi jumlah pesanan yang masuk?
- Agar ia memiliki lebih banyak waktu luang untuk mengembangkan hobi baru di luar bidang ilustrasi digital.
- Untuk menutupi kerugian finansial yang terjadi akibat berkurangnya jumlah pelanggan dari luar negeri.
- Menjaga stabilitas pendapatan melalui nilai eksklusivitas karya sekaligus menjaga keseimbangan hidupnya.
- Karena ia merasa bahwa persaingan di pasar ilustrasi internasional sudah tidak lagi kompetitif bagi dirinya.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Dalam teks disebutkan bahwa Aris menaikkan tarif demi menjaga kualitas serta kesehatan mentalnya, dan hasilnya pendapatan tetap stabil karena nilai eksklusivitas meningkat sementara prestasi akademik terjaga. Hal ini menunjukkan adanya upaya keseimbangan antara aspek ekonomi dan personal.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aris, seorang siswa kelas IX, memiliki kegemaran menggambar karakter digital yang ia tekuni sejak bangku SD. Awalnya, ia hanya mengunggah hasil karyanya di media sosial sebagai dokumentasi pribadi dan sarana berekspresi. Namun, kualitas visual yang unik dan detail menarik perhatian seorang penulis novel dari luar negeri yang kemudian menawarkan kerja sama untuk pembuatan ilustrasi sampul buku. Sejak saat itu, Aris mulai membuka jasa ilustrasi atau ‘commission’. Meskipun menghasilkan pendapatan yang cukup besar bagi ukuran pelajar, Aris sempat menghadapi kendala serius dalam membagi waktu antara pesanan yang menumpuk dengan kewajibannya mempersiapkan ujian sekolah. Merasa mulai kelelahan secara mental, ia mengambil langkah berani dengan membatasi jumlah pesanan maksimal tiga per bulan dan menaikkan tarif jasanya dua kali lipat demi menjaga kualitas karya. Strategi ini rupanya efektif; pendapatannya tetap stabil karena nilai eksklusivitas karyanya meningkat di mata pelanggan, sementara kesehatan mental dan prestasi akademiknya di sekolah tetap terjaga dengan baik.
Pertanyaan: Pesan utama yang ingin disampaikan penulis melalui kisah perjalanan Aris tersebut adalah ….
- keberhasilan sebuah bisnis sampingan sangat bergantung pada banyaknya jumlah pesanan yang diterima setiap bulan
- keterampilan teknis dalam sebuah hobi jauh lebih penting daripada kemampuan mengelola waktu dan prioritas
- pentingnya sikap profesional dan manajemen diri dalam mengelola potensi hobi agar menjadi sumber penghasilan
- media sosial merupakan satu-satunya faktor penentu utama bagi seorang pelajar untuk mendapatkan klien internasional
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: c
Kisah Aris menekankan bahwa hobi (menggambar) bisa menjadi pundi-pundi (bisnis) jika dikelola dengan bijak, terutama dalam hal manajemen waktu antara sekolah dan pekerjaan serta profesionalisme dalam menjaga kualitas karya.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aris, seorang siswa kelas IX, memiliki kegemaran menggambar karakter digital yang ia tekuni sejak bangku SD. Awalnya, ia hanya mengunggah hasil karyanya di media sosial sebagai dokumentasi pribadi dan sarana berekspresi. Namun, kualitas visual yang unik dan detail menarik perhatian seorang penulis novel dari luar negeri yang kemudian menawarkan kerja sama untuk pembuatan ilustrasi sampul buku. Sejak saat itu, Aris mulai membuka jasa ilustrasi atau ‘commission’. Meskipun menghasilkan pendapatan yang cukup besar bagi ukuran pelajar, Aris sempat menghadapi kendala serius dalam membagi waktu antara pesanan yang menumpuk dengan kewajibannya mempersiapkan ujian sekolah. Merasa mulai kelelahan secara mental, ia mengambil langkah berani dengan membatasi jumlah pesanan maksimal tiga per bulan dan menaikkan tarif jasanya dua kali lipat demi menjaga kualitas karya. Strategi ini rupanya efektif; pendapatannya tetap stabil karena nilai eksklusivitas karyanya meningkat di mata pelanggan, sementara kesehatan mental dan prestasi akademiknya di sekolah tetap terjaga dengan baik.
Pertanyaan: Apa dampak positif yang dialami Aris setelah ia konsisten menerapkan batasan jumlah pesanan dalam bisnisnya?
- Ia mendapatkan lebih banyak tawaran kerja sama dari penulis novel dalam negeri.
- Kesehatan mental dan prestasi akademiknya di sekolah dapat tetap dipertahankan.
- Seluruh waktu luangnya kini digunakan hanya untuk fokus mengerjakan pesanan.
- Jumlah pelanggan meningkat drastis karena harga jasa ilustrasinya menjadi mahal.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Berdasarkan teks, keputusan Aris membatasi pesanan dilakukan demi menjaga kualitas dan kesehatan mentalnya. Hasilnya, prestasi akademik tetap terjaga dan ia tidak terbebani oleh penumpukan pesanan.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Pandemi memberikan ruang bagi Aris, siswa kelas IX, untuk mendalami hobi menggambar ilustrasi digital. Mulanya, ia hanya membagikan proses kreatifnya di platform berbagi gambar sebagai portofolio pribadi. Tak disangka, konsistensinya menarik minat klien dari mancanegara untuk memesan jasa ilustrasi (commission). Namun, Aris sempat terbuai hingga nilai-nilai sekolahnya merosot akibat manajemen waktu yang buruk. Menyadari hal itu, ia melakukan transformasi: ia membatasi pesanan maksimal dua karya per minggu dan baru menyentuh tablet grafisnya setelah seluruh kewajiban sekolah tuntas. Selain disiplin waktu, Aris sangat menjaga orisinalitas dengan menolak praktik plagiasi atau menjiplak karya orang lain. Langkah ini tidak hanya menyelamatkan prestasi akademisnya, tetapi juga membangun reputasi profesional yang membuatnya mampu membiayai pendidikannya secara mandiri.
Pertanyaan: Mengapa Aris membatasi jumlah pesanan ilustrasinya menjadi maksimal dua buah per minggu?
- Agar ia memiliki waktu luang yang cukup untuk mencari inspirasi gaya gambar terbaru.
- Untuk menjaga kualitas hasil karya agar tetap memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.
- Demi menyeimbangkan tanggung jawab akademis dengan kegiatan produktif yang ia jalani.
- Karena proses pembuatan satu ilustrasi digital memerlukan konsentrasi dan waktu yang sangat lama.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Dalam teks disebutkan bahwa Aris sempat mengalami penurunan nilai sekolah karena terlalu fokus pada pesanan. Keputusannya membatasi pesanan menjadi dua per minggu dan mengerjakannya setelah tugas sekolah selesai menunjukkan upaya eksplisit untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan (tanggung jawab akademis) dan hobinya yang menghasilkan uang (kegiatan produktif).
Soal No. 5 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Pandemi memberikan ruang bagi Aris, siswa kelas IX, untuk mendalami hobi menggambar ilustrasi digital. Mulanya, ia hanya membagikan proses kreatifnya di platform berbagi gambar sebagai portofolio pribadi. Tak disangka, konsistensinya menarik minat klien dari mancanegara untuk memesan jasa ilustrasi (commission). Namun, Aris sempat terbuai hingga nilai-nilai sekolahnya merosot akibat manajemen waktu yang buruk. Menyadari hal itu, ia melakukan transformasi: ia membatasi pesanan maksimal dua karya per minggu dan baru menyentuh tablet grafisnya setelah seluruh kewajiban sekolah tuntas. Selain disiplin waktu, Aris sangat menjaga orisinalitas dengan menolak praktik plagiasi atau menjiplak karya orang lain. Langkah ini tidak hanya menyelamatkan prestasi akademisnya, tetapi juga membangun reputasi profesional yang membuatnya mampu membiayai pendidikannya secara mandiri.
Pertanyaan: Kalimat yang menunjukkan bahwa Aris merupakan seorang wirausahawan muda yang bertanggung jawab adalah ….
- mengunggah hasil karya pribadinya secara rutin di media sosial sebagai portofolio
- menyisihkan pendapatan dari hasil menggambar untuk membantu biaya sekolah
- menghargai hak kekayaan intelektual dengan tidak melakukan praktik plagiasi
- melayani permintaan ilustrasi khusus dari para pengikutnya di mancanegara
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Tanggung jawab dalam konteks wirausaha tidak hanya soal finansial, tetapi juga etika profesional. Tindakan Aris yang sangat menjaga orisinalitas dan menolak plagiasi menunjukkan integritas dan tanggung jawab moral terhadap profesinya sebagai ilustrator, yang kemudian membangun kredibilitasnya di mata klien.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Pandemi memberikan ruang bagi Aris, siswa kelas IX, untuk mendalami hobi menggambar ilustrasi digital. Mulanya, ia hanya membagikan proses kreatifnya di platform berbagi gambar sebagai portofolio pribadi. Tak disangka, konsistensinya menarik minat klien dari mancanegara untuk memesan jasa ilustrasi (commission). Namun, Aris sempat terbuai hingga nilai-nilai sekolahnya merosot akibat manajemen waktu yang buruk. Menyadari hal itu, ia melakukan transformasi: ia membatasi pesanan maksimal dua karya per minggu dan baru menyentuh tablet grafisnya setelah seluruh kewajiban sekolah tuntas. Selain disiplin waktu, Aris sangat menjaga orisinalitas dengan menolak praktik plagiasi atau menjiplak karya orang lain. Langkah ini tidak hanya menyelamatkan prestasi akademisnya, tetapi juga membangun reputasi profesional yang membuatnya mampu membiayai pendidikannya secara mandiri.
Pertanyaan: Apa simpulan yang paling tepat mengenai kunci keberhasilan Aris dalam mengelola hobinya?
- Keberhasilan Aris ditentukan oleh kemampuannya dalam menggunakan perangkat teknologi digital yang canggih.
- Aris berhasil karena ia mampu mengubah tantangan menjadi peluang melalui manajemen waktu dan integritas.
- Popularitas Aris di media sosial merupakan faktor utama yang membuat karyanya laku di pasar internasional.
- Dukungan dari para pengikut di media sosial membuat Aris tidak perlu lagi memikirkan masalah keuangan sekolah.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Simpulan yang paling komprehensif adalah pilihan B. Teks menceritakan bagaimana Aris menghadapi tantangan (penurunan nilai dan godaan pesanan) lalu memperbaikinya dengan manajemen waktu (pembatasan jadwal) serta menjaga integritas (menolak plagiasi), yang secara kolektif membawa keberhasilan finansial dan reputasi.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Andi, seorang siswa kelas IX SMP, memiliki kegemaran unik mengumpulkan botol plastik bekas di lingkungan sekolahnya. Berawal dari keprihatinan terhadap sampah yang menumpuk, ia mulai merakit botol-botol tersebut menjadi miniatur kendaraan yang estetik. Keahliannya mengombinasikan warna dan detail membuat hasil karyanya terlihat menyerupai produk buatan pabrik. Melalui platform media sosial, Andi membagikan proses pembuatannya secara rutin. Ia bahkan mempelajari algoritma media sosial agar karyanya dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Tak disangka, unggahannya menjadi populer dan pesanan mulai berdatangan dari berbagai daerah. Meskipun disibukkan dengan produksi pesanan, Andi tetap memprioritaskan tugas sekolahnya dengan menyusun jadwal harian yang disiplin. Kesuksesan Andi membuktikan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat bertransformasi menjadi peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan bagi generasi muda.
Pertanyaan: Apa tujuan utama penulis menyampaikan kisah Andi dalam teks tersebut?
- Memberikan panduan teknis mengenai cara mengolah sampah plastik menjadi miniatur kendaraan.
- Menginformasikan bahwa penggunaan media sosial adalah satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan.
- Menginspirasi pembaca untuk mengubah kepedulian lingkungan menjadi peluang ekonomi kreatif.
- Menjelaskan cara mengatur jadwal harian yang ketat bagi siswa yang memiliki hobi sampingan.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Teks tersebut menonjolkan bagaimana Andi memulai aksinya dari keprihatinan lingkungan (sampah plastik) yang kemudian dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi (miniatur). Fokus utamanya adalah inspirasi tentang potensi ekonomi kreatif dari sebuah hobi dan kepedulian lingkungan.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Andi, seorang siswa kelas IX SMP, memiliki kegemaran unik mengumpulkan botol plastik bekas di lingkungan sekolahnya. Berawal dari keprihatinan terhadap sampah yang menumpuk, ia mulai merakit botol-botol tersebut menjadi miniatur kendaraan yang estetik. Keahliannya mengombinasikan warna dan detail membuat hasil karyanya terlihat menyerupai produk buatan pabrik. Melalui platform media sosial, Andi membagikan proses pembuatannya secara rutin. Ia bahkan mempelajari algoritma media sosial agar karyanya dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Tak disangka, unggahannya menjadi populer dan pesanan mulai berdatangan dari berbagai daerah. Meskipun disibukkan dengan produksi pesanan, Andi tetap memprioritaskan tugas sekolahnya dengan menyusun jadwal harian yang disiplin. Kesuksesan Andi membuktikan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat bertransformasi menjadi peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan bagi generasi muda.
Pertanyaan: Berdasarkan stimulus tersebut, faktor kunci yang menyebabkan karya Andi dikenal luas oleh masyarakat adalah ….
- keberanian Andi dalam mengumpulkan botol plastik bekas di lingkungan sekolahnya
- kemampuannya menyusun jadwal harian yang disiplin di antara kesibukan sekolah
- kreativitas dalam mengombinasikan warna sehingga produknya menyerupai buatan pabrik
- pemanfaatan platform digital serta pemahaman terhadap strategi konten di media sosial
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: D
Meskipun kreativitas penting, teks secara spesifik menyebutkan bahwa ‘unggahannya menjadi populer’ setelah ia ‘membagikan proses pembuatannya’ dan ‘mempelajari algoritma media sosial’. Hal inilah yang membuat jangkauan pasarnya meluas hingga ke berbagai daerah.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Andi, seorang siswa kelas IX SMP, memiliki kegemaran unik mengumpulkan botol plastik bekas di lingkungan sekolahnya. Berawal dari keprihatinan terhadap sampah yang menumpuk, ia mulai merakit botol-botol tersebut menjadi miniatur kendaraan yang estetik. Keahliannya mengombinasikan warna dan detail membuat hasil karyanya terlihat menyerupai produk buatan pabrik. Melalui platform media sosial, Andi membagikan proses pembuatannya secara rutin. Ia bahkan mempelajari algoritma media sosial agar karyanya dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Tak disangka, unggahannya menjadi populer dan pesanan mulai berdatangan dari berbagai daerah. Meskipun disibukkan dengan produksi pesanan, Andi tetap memprioritaskan tugas sekolahnya dengan menyusun jadwal harian yang disiplin. Kesuksesan Andi membuktikan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat bertransformasi menjadi peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan bagi generasi muda.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, simpulan yang paling tepat mengenai karakter Andi adalah bahwa ia ….
- lebih mengutamakan keuntungan finansial daripada menyelesaikan kewajiban pendidikan formal
- merupakan pribadi yang kreatif, peduli pada lingkungan, serta memiliki tanggung jawab
- sangat ambisius dalam mengejar popularitas di media sosial demi mendapatkan banyak pesanan
- merupakan sosok yang beruntung karena memiliki banyak waktu luang untuk menekuni hobinya
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Karakter Andi digambarkan kreatif (membuat miniatur), peduli lingkungan (mengolah sampah), dan bertanggung jawab (tetap memprioritaskan tugas sekolah dengan jadwal yang disiplin).
Soal No. 10 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aris, seorang siswa kelas IX, memiliki hobi menggambar karakter digital sejak kecil. Awalnya, ia hanya membagikan hasil karyanya di platform media sosial sebagai portofolio pribadi. Tak disangka, banyak pihak mulai tertarik menggunakan jasanya untuk pembuatan logo dan ilustrasi buku. Di satu sisi, Aris senang karena hobinya menghasilkan uang saku yang cukup besar. Namun, di sisi lain, tumpukan pesanan mulai mengganggu jadwal belajarnya hingga nilai ujiannya menurun. Menyadari hal tersebut, Aris tidak berhenti berbisnis, melainkan mulai menerapkan jadwal ketat dan membatasi jumlah pesanan yang diterima setiap minggunya. Strategi ini terbukti berhasil mengembalikan prestasi akademiknya tanpa harus mematikan potensi ekonomi dari hobinya.
Pertanyaan: Apa simpulan yang paling tepat mengenai strategi Aris dalam mengelola hobinya agar tetap menjadi sumber penghasilan yang produktif?
- Penetapan tarif profesional merupakan langkah utama untuk menyeimbangkan hobi dan prestasi akademik.
- Penggunaan media sosial secara intensif menjamin keberlangsungan usaha jasa ilustrasi di kalangan pelajar.
- Pengaturan batasan beban kerja secara mandiri efektif dalam menjaga stabilitas peran sebagai pelajar dan pengusaha.
- Fokus pada hobi di masa sekolah memberikan pengalaman kewirausahaan yang lebih berharga daripada nilai rapor.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Jawaban C benar karena teks secara eksplisit menyebutkan bahwa Aris mengatasi masalah penurunan nilai akademiknya dengan cara menerapkan jadwal ketat dan membatasi jumlah pesanan yang diterima. Tindakan membatasi pesanan ini merupakan bentuk pengaturan beban kerja (kuota) yang memungkinkan Aris menyeimbangkan kewajibannya sebagai pelajar dengan aktivitas bisnisnya. Opsi A, B, dan D tidak mencerminkan solusi utama terhadap konflik antara hobi dan sekolah yang diceritakan dalam stimulus.
Akhirnya, semoga kumpulan soal literasi ini dapat membantu menumbuhkan budaya membaca, memperkuat pemahaman bacaan, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah dasar. Selamat belajar dan teruslah berlatih agar kemampuan literasi semakin meningkat.
Semoga bermanfaat. (kangjo)
- Soal dan Jawaban TKA SMP/MTsBahasa Indonesia Bab 1, silahkan KLIK DISINI!
- Soal dan Jawaban TKA SMP/MTsBahasa Indonesia Bab 2, silahkan KLIK DISINI!
- Soal dan Jawaban TKA SMP/MTsBahasa Indonesia Bab 3, silahkan KLIK DISINI!
- Soal dan Jawaban TKA SMP/MTsBahasa Indonesia Bab 4, silahkan KLIK DISINI!
