KANGJO.INFO, Tamiang Layang, Barito Timur. Kumpulan Asesmen Sumatif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat ini disusun sebagai salah satu sarana pendukung dalam proses pembelajaran, khususnya dalam membantu peserta didik memahami materi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 secara lebih mendalam. Soal-soal yang disajikan dirancang berdasarkan kurikulum yang berlaku, dengan memperhatikan kompetensi dasar serta indikator pencapaian yang harus dikuasai oleh siswa Kelas 9. Selain itu, soal-soal ini diharapkan dapat melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah peserta didik.
Kumpulan Asesmen Sumatif ini juga dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan evaluasi pembelajaran, serta oleh orang tua sebagai sarana pendampingan belajar anak di rumah. Dengan latihan yang rutin, diharapkan siswa dapat lebih siap dalam menghadapi ulangan harian maupun penilaian lainnya.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan buku ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan guna perbaikan di masa yang akan datang.
Akhir kata, semoga kumpulan Asesmen Sumatif ini bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Bank Soal
Jenjang: SMP | Kelas: Kelas 7 | Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Topik: Bab II Berkelana di Dunia Imajinasi, A. Mengenal dan Mengidentiikasi Unsur Puisi Rakyat, B. Mengidentiikasi Elemen dalam Teks Naratif, C. Berkreasi dengan Teks Naratif
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Buah cempedak di luar pagar, ambil galah tolong jolokkan. Saya budak baru belajar, kalau salah tolong tunjukkan.
Berdasarkan puisi rakyat tersebut, apakah ciri utama yang membedakannya dengan gurindam?
- Memiliki rima akhir a-b-a-b dan terdiri atas sampiran serta isi
- Terdiri atas syarat dan akibat dalam dua baris
- Semua barisnya adalah isi dan bersajak a-a-a-a
- Berasal dari budaya Arab dan berisi sejarah
Jawaban: Memiliki rima akhir a-b-a-b dan terdiri atas sampiran serta isi
Penjelasan: Pantun memiliki ciri khas rima a-b-a-b dengan dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris terakhir sebagai isi, sedangkan gurindam bersajak a-a dan berisi syarat-akibat.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang yang ma’rifat.
Jika dievaluasi dari struktur dan isinya, pesan moral apa yang ditekankan dalam gurindam tersebut, dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan modern?
- Pentingnya memiliki pijakan agama sebagai identitas dan kompas moral yang kuat di tengah masyarakat.
- Seseorang harus memiliki empat nama agar dihormati di masyarakat modern.
- Agama hanyalah tradisi masa lalu yang tidak relevan dengan pencapaian nama baik.
- Mencari kekayaan adalah langkah pertama sebelum mendalami ilmu agama.
Jawaban: Pentingnya memiliki pijakan agama sebagai identitas dan kompas moral yang kuat di tengah masyarakat.
Penjelasan: Gurindam tersebut (karya Raja Ali Haji) menekankan bahwa tanpa agama, seseorang kehilangan jati diri (nama) dan arah moral, yang sangat relevan sebagai kompas hidup di era modern.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Pagi hari minum selasih, dicampur dengan daun pandan. Wahai kawan yang terkasih, mari kita tetap semangat.
Seorang siswa menulis pantun tersebut. Jika dievaluasi, apakah letak kesalahan utama pada pantun tersebut?
- Rima akhirnya tidak konsisten membentuk a-b-a-b, melainkan h-n-h-t.
- Baris pertama dan kedua tidak memiliki makna kiasan.
- Isi pantun tidak memberikan pesan moral yang jelas.
- Jumlah suku kata pada baris terakhir terlalu sedikit.
Jawaban: Rima akhirnya tidak konsisten membentuk a-b-a-b, melainkan h-n-h-t.
Penjelasan: Pantun yang benar harus bersajak a-b-a-b. Kata ‘selasih’ (h) dan ‘terkasih’ (h) berima sama, tetapi ‘pandan’ (n) dan ‘semangat’ (t) tidak berima sama, sehingga merusak struktur pantun.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Jalan-jalan ke kota Blitar, jangan lupa beli sukun. […] […]
Kalimat yang paling tepat untuk melengkapi bagian isi pantun tersebut dengan rima yang benar dan pesan yang logis adalah…
- Jika kamu ingin pintar, belajarlah dengan tekun.
- Banyak orang menjadi pintar, asalkan rajin dan tekun.
- Kalau kamu ingin pintar, jangan lupa minum racun.
- Beli sukun di pasar besar, dimakan bersama teman-teman.
Jawaban: Jika kamu ingin pintar, belajarlah dengan tekun.
Penjelasan: Baris ke-1 diakhiri ‘Blitar’ (ar), baris ke-2 ‘sukun’ (un). Maka baris ke-3 harus berakhiran ‘ar’ (pintar) dan baris ke-4 berakhiran ‘un’ (tekun) untuk membentuk rima a-b-a-b.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: […] […] Rajin olahraga tubuh pun sehat, bekal hidup di masa tua.
Manakah pasangan sampiran yang paling logis dan estetis untuk melengkapi isi pantun tersebut?
- Pergi ke pasar membeli kawat, kawat dipotong menjadi dua.
- Hari ini hari jumat, besok lusa hari selasa.
- Makan nasi lauknya tomat, diminum bersama air kelapa.
- Jalan-jalan membeli ketupat, ketupat dimakan bersama keluarga.
Jawaban: Pergi ke pasar membeli kawat, kawat dipotong menjadi dua.
Penjelasan: Isi berakhiran ‘sehat’ (at) dan ‘tua’ (ua). Maka sampiran harus berakhiran ‘at’ (kawat) dan ‘ua’ (dua). Pilihan ini juga memiliki rima ritmis yang pas.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Diriku lemah anggotaku layu, rasakan cinta bertalu-talu. Kalau begini apalah dayaku, sungguh nasibku jelek selalu.
Termasuk ke dalam jenis puisi rakyat apakah bait di atas, dan mengapa?
- Syair, karena bersajak a-a-a-a dan semua barisnya mengandung makna yang berkesinambungan (isi).
- Pantun, karena terdiri atas empat baris dalam satu bait.
- Gurindam, karena berisi curahan hati dan kesedihan mendalam.
- Mantra, karena mengandung kata-kata yang diulang-ulang.
Jawaban: Syair, karena bersajak a-a-a-a dan semua barisnya mengandung makna yang berkesinambungan (isi).
Penjelasan: Bait tersebut bersajak u-u-u-u (layu, bertalu-talu, dayaku, selalu) yang merupakan ciri sajak a-a-a-a pada syair, dan tidak memiliki sampiran.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Jalan-jalan ke kota tua, melihat rumah banyak sisiknya. Punya mahkota bukan raja, buah apakah namanya?
Dari pantun teka-teki tersebut, apakah jawaban teka-teki yang paling masuk akal berdasarkan metafora yang diberikan?
- Nanas
- Salak
- Durian
- Nangka
Jawaban: Nanas
Penjelasan: Buah yang dideskripsikan memiliki ‘mahkota’ (daun berduri di atas) dan ‘sisik’ (kulit luar nanas yang bersisik/bermata) adalah nanas.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Siswa diminta mengevaluasi karya temannya.
Dalam menyusun gurindam, Budi menulis: ‘Barang siapa rajin belajar, maka dia akan mendapat peringkat.’ Apakah kalimat ini sudah memenuhi standar estetika gurindam tradisional?
- Belum, karena rima akhirnya tidak sama (a-a); ‘belajar’ berakhiran -ar sedangkan ‘peringkat’ berakhiran -at.
- Sudah, karena kalimat tersebut memiliki pola sebab-akibat yang jelas.
- Belum, karena gurindam harus terdiri atas empat baris dalam satu bait.
- Sudah, karena bahasanya mudah dipahami oleh pembaca modern.
Jawaban: Belum, karena rima akhirnya tidak sama (a-a); ‘belajar’ berakhiran -ar sedangkan ‘peringkat’ berakhiran -at.
Penjelasan: Gurindam tradisional harus bersajak a-a. Kata ‘belajar’ dan ‘peringkat’ tidak berima sama, sehingga struktur gurindamnya cacat secara estetika.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Wahai muda kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu. Tiadalah berapa lama hidupmu, ke akhirat jua kekal hudupmu.
Makna kata ‘nakhoda’ dan ‘perahu’ dalam syair tersebut melambangkan apa jika dikaitkan dengan kehidupan manusia?
- Nakhoda melambangkan akal atau diri manusia, sedangkan perahu melambangkan tubuh atau kehidupan itu sendiri.
- Nakhoda melambangkan Tuhan, sedangkan perahu melambangkan alam semesta.
- Nakhoda melambangkan penguasa, sedangkan perahu melambangkan rakyat.
- Nakhoda melambangkan kekayaan, sedangkan perahu melambangkan pekerjaan.
Jawaban: Nakhoda melambangkan akal atau diri manusia, sedangkan perahu melambangkan tubuh atau kehidupan itu sendiri.
Penjelasan: Dalam Syair Perahu karya Hamzah Fansuri, perahu adalah metafora dari tubuh/kehidupan manusia yang sedang berlayar di lautan dunia, dan nakhoda adalah akal/jiwa yang mengarahkannya.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: (1) Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh. (2) Anak ayam turun sepuluh. (3) Supaya kamu tidak ketinggalan. (4) Mati satu tinggal sembilan.
Urutan baris yang tepat agar menjadi pantun yang padu dan bermakna adalah…
- (2), (4), (1), (3)
- (1), (3), (2), (4)
- (2), (1), (4), (3)
- (4), (2), (3), (1)
Jawaban: (2), (4), (1), (3)
Penjelasan: Sampiran: (2) Anak ayam turun sepuluh, (4) Mati satu tinggal sembilan. Isi: (1) Tuntutlah ilmu bersungguh-sungguh, (3) Supaya kamu tidak ketinggalan. Rima: uh-an-uh-an.
- [Pilihan Ganda] (LOTS)
Stimulus: Di sudut perpustakaan tua itu, Raka menemukan sebuah buku bersampul kulit naga. Saat ia mengusap debu di sampulnya, gambar naga itu tiba-tiba mengedipkan mata dan menghembuskan asap tipis dari lubang hidungnya.
Berdasarkan teks tersebut, elemen apa yang menunjukkan bahwa cerita ini termasuk ke dalam genre cerita fantasi?
- Keberadaan benda mati (lukisan) yang dapat merespons dan bernapas seperti makhluk hidup.
- Latar tempat di sebuah perpustakaan yang gelap dan berdebu.
- Karakter Raka yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
- Penggunaan bahasa deskriptif yang mendetail pada ruangan tersebut.
Jawaban: Keberadaan benda mati (lukisan) yang dapat merespons dan bernapas seperti makhluk hidup.
Penjelasan: Cerita fantasi ditandai dengan adanya elemen magis, supranatural, atau hal yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata, seperti lukisan yang bisa bernapas.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Lia memutar jarum jam saku itu tiga kali ke kiri. Seketika pusaran angin membawanya pergi dari kamarnya yang nyaman. Saat membuka mata, ia sudah berada di tengah pasar tradisional dengan orang-orang yang mengenakan kemben dan blangkon bergaya kerajaan Majapahit.
Jenis latar waktu yang digunakan penulis dalam kutipan cerita fantasi tersebut adalah…
- Latar lintas waktu masa lalu.
- Latar waktu sezaman.
- Latar lintas waktu masa depan (futuristik).
- Latar waktu sejarah nyata tanpa unsur fiksi.
Jawaban: Latar lintas waktu masa lalu.
Penjelasan: Karakter berpindah dari masa kini ke masa lalu (zaman kerajaan Majapahit), yang disebut sebagai latar lintas waktu masa lalu dalam cerita fantasi.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Zidan gemetar. Di depannya, seekor peri kecil terperangkap dalam jaring laba-laba raksasa. Jika ia maju, laba-laba beracun itu mungkin akan menggigitnya. Namun jika ia lari, peri itu akan menjadi santapan. Dengan napas tertahan, Zidan memegang tongkat kayunya erat-erat.
Konflik utama yang dialami oleh tokoh Zidan dalam kutipan cerita tersebut adalah…
- Konflik batin karena harus memilih antara menolong makhluk magis atau menuruti rasa takutnya sendiri.
- Konflik fisik dengan monster bayangan yang mengejar peri tersebut.
- Konflik sosial dengan teman-temannya yang tidak percaya pada peri.
- Konflik lingkungan karena hutan tempat ia berada sangat gelap dan berbahaya.
Jawaban: Konflik batin karena harus memilih antara menolong makhluk magis atau menuruti rasa takutnya sendiri.
Penjelasan: Zidan mengalami dilema internal (konflik batin) antara rasa takut manusiawinya dan tanggung jawab moral untuk menolong peri yang terluka.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Cahaya putih memancar dari tongkat Elara, menelan seluruh bayangan hitam yang menyelimuti kastil. Raja Kegelapan menjerit sebelum akhirnya lenyap menjadi debu. Langit yang tadinya kelam perlahan menjadi biru cerah. Penduduk desa pun bersorak gembira menyambut kembalinya kedamaian.
Jika dinilai dari alur cerita, kutipan tersebut berada pada struktur bagian…
- Resolusi
- Orientasi
- Komplikasi
- Klimaks
Jawaban: Resolusi
Penjelasan: Bagian ini menunjukkan penyelesaian masalah di mana karakter utama berhasil mengalahkan antagonis (Raja Kegelapan) dan kedamaian kembali pulih, yang merupakan ciri tahap resolusi.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Meskipun Vina memiliki kekuatan membaca pikiran dan menggerakkan benda, ia menolak menggunakan kekuatannya untuk membalas dendam pada teman-teman yang sering merundungnya. Ia sadar, membalas kejahatan dengan sihir hanya akan membuatnya sama buruknya dengan mereka.
Sebagai pembaca yang kritis, nilai moral (amanat) paling mendalam yang bisa diambil dari keputusan Vina adalah…
- Kekuasaan dan kemampuan luar biasa harus digunakan dengan bijak, bukan untuk kepentingan pribadi apalagi menyakiti orang lain.
- Sihir tidak akan pernah bisa mengalahkan kecerdasan manusia di dunia nyata.
- Seseorang harus membalas dendam kepada orang yang merundungnya agar tidak diremehkan.
- Menyembunyikan kemampuan diri adalah cara terbaik untuk mendapatkan banyak teman.
Jawaban: Kekuasaan dan kemampuan luar biasa harus digunakan dengan bijak, bukan untuk kepentingan pribadi apalagi menyakiti orang lain.
Penjelasan: Vina menahan diri dari godaan menggunakan sihir untuk balas dendam karena ia menyadari bahwa kekuatan besar datang dengan tanggung jawab besar, menunjukkan kebesaran jiwa.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Di tengah hiruk pikuk kota Jakarta moderen, Andi memesan ojek online. Betapa terkejutnya ia ketika yang datang adalah sebuah motor melayang tanpa roda yang dikendarai oleh sosok transparan. ‘Naik, Mas. Kita potong jalan lewat atas Monas,’ ucap sosok itu santai.
Apakah cerita tersebut tergolong fantasi total atau fantasi irisan? Jelaskan alasannya!
- Fantasi irisan, karena masih menggunakan latar dunia nyata (Jakarta) namun diwarnai dengan peristiwa gaib (hantu ojek).
- Fantasi total, karena keseluruhan cerita tidak mungkin terjadi di dunia manapun.
- Fantasi sejarah, karena menceritakan masa lalu Kota Jakarta.
- Fantasi sezaman, karena ceritanya hanya berfokus pada masa depan kota Jakarta.
Jawaban: Fantasi irisan, karena masih menggunakan latar dunia nyata (Jakarta) namun diwarnai dengan peristiwa gaib (hantu ojek).
Penjelasan: Fantasi irisan (sebagian) menggunakan latar atau nama yang ada di dunia nyata tetapi disisipi elemen fantasi. Jakarta dan Monas adalah nyata, sedangkan motor terbang adalah fantasi.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: _Bima membanting pintu kamarnya hingga engselnya berderit keras. ‘Aku tidak peduli dengan ramalan konyol itu! Aku akan mengubah nasibku sendiri!’ teriaknya sambil menendang tumpukan buku sihir di lantai._
Berdasarkan kalimat bercetak miring, watak tokoh Bima digambarkan melalui metode…
- Tingkah laku dan ucapan tokoh secara langsung (dramatik).
- Penyebutan langsung oleh pengarang (analitik).
- Deskripsi fisik tokoh oleh pengarang.
- Tanggapan dari tokoh lain di sekitarnya.
Jawaban: Tingkah laku dan ucapan tokoh secara langsung (dramatik).
Penjelasan: Penulis tidak menyebutkan Bima ‘pemarah’ atau ‘tergesa-gesa’ secara langsung (analitik), melainkan menunjukkannya lewat tindakan membanting pintu dan ucapannya. Ini disebut metode dramatik/showing.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Saat menatap mata naga itu, ingatan Putri Liana tiba-tiba tersedot ke kejadian sepuluh tahun lalu. Ia kembali melihat desanya yang hangus terbakar dan ibunya yang menangis di pelukannya saat naga bersisik merah menghancurkan segalanya. Kini, dengan pedang terhunus, tangan Liana bergetar.
Dalam mengevaluasi alur cerita, apa fungsi dari kilas balik (flashback) yang dialami Putri Liana terhadap perkembangan cerita?
- Memberikan penjelasan logis (motivasi) mengapa Putri Liana sangat membenci dan takut pada naga.
- Memperpanjang cerita agar pembaca merasa tegang menunggu kelanjutan perjalanan.
- Menunjukkan bahwa Putri Liana memiliki kemampuan menjelajah waktu ke masa lalu.
- Mengubah alur cerita dari yang tadinya resolusi menjadi komplikasi baru.
Jawaban: Memberikan penjelasan logis (motivasi) mengapa Putri Liana sangat membenci dan takut pada naga.
Penjelasan: Flashback berfungsi untuk memberikan konteks atau latar belakang yang menjelaskan motif, trauma, atau alasan di balik sikap tokoh saat ini.
- [Pilihan Ganda] (LOTS)
Stimulus: Aku menatap cermin kusam di hadapanku. Refleksi yang kulihat bukanlah wajahku, melainkan wajah seorang ksatria dengan luka sayat di pipi. Aku menyentuh wajahku sendiri, halus tanpa luka. Siapa orang di dalam cermin ini?
Berdasarkan cara penceritaan, sudut pandang apa yang digunakan oleh penulis dalam teks tersebut?
- Sudut pandang orang pertama pelaku utama.
- Sudut pandang orang ketiga serba tahu.
- Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan.
- Sudut pandang orang ketiga pengamat.
Jawaban: Sudut pandang orang pertama pelaku utama.
Penjelasan: Penggunaan kata ganti ‘Aku’ dan narasi yang berpusat pada pikiran dan tindakan si ‘Aku’ menunjukkan sudut pandang orang pertama pelaku utama.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Leo memiliki kemampuan menghentikan waktu hanya dengan menjentikkan jarinya. Ia bisa berjalan santai di antara rintik hujan yang membeku di udara. Namun anehnya, saat diserang oleh monster bayangan, Leo bisa terluka parah oleh panah es yang ditembakkan secara perlahan.
Mengapa cerita ini memiliki potensi lubang logika (plot hole) jika dianalisis secara kritis?
- Jika Leo bisa membekukan waktu kapan saja, ia seharusnya bisa menghindari semua masalah tanpa pernah terluka.
- Leo tidak mungkin memiliki jam saku karena ia adalah anak sekolah biasa.
- Panah es tidak bisa melukai manusia di dunia fantasi.
- Waktu tidak mungkin dibekukan karena melawan hukum fisika di dunia nyata.
Jawaban: Jika Leo bisa membekukan waktu kapan saja, ia seharusnya bisa menghindari semua masalah tanpa pernah terluka.
Penjelasan: Kekuatan membekukan waktu yang terlalu tak terbatas (overpowered) sering menimbulkan plot hole jika karakter utama tiba-tiba kalah atau terluka oleh serangan biasa yang seharusnya bisa ia hindari dengan menghentikan waktu.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Tiga hari kemudian, mereka sampai di mulut gua yang sangat gelap. Tiba-tiba, sesosok naga emas muncul dari balik bayang-bayang, menyinari seluruh dinding gua.
Kata-kata yang menunjukkan ciri khas kebahasaan teks naratif fantasi (kata penanda urutan waktu dan keterkejutan) pada teks tersebut adalah…
- Tiga hari kemudian, Tiba-tiba
- Bersembunyi, Muncul
- Di dalam gua, Naga emas
- Sangat gelap, Bersinar terang
Jawaban: Tiga hari kemudian, Tiba-tiba
Penjelasan: ‘Tiga hari kemudian’ adalah konjungsi urutan waktu, dan ‘Tiba-tiba’ adalah kata yang menunjukkan peristiwa kejutan yang mengubah arah alur cerita.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Situasi Penilaian Cerita: Anda membaca draf cerita fantasi milik teman.
Sebuah cerita fantasi menceritakan seorang anak yang menemukan pintu ke dunia permen. Anak itu makan permen tanpa henti lalu pulang. Cerita selesai. Sebagai kritikus, apa kelemahan fatal dari plot cerita ini?
- Cerita tersebut tidak memiliki tahapan komplikasi dan resolusi yang berarti, sehingga plotnya datar dan membosankan.
- Latar dunia permen terlalu kekanak-kanakan untuk dibaca oleh siswa SMP.
- Tidak ada unsur magis karena permen adalah benda yang nyata.
- Anak itu seharusnya membawa permen tersebut ke dunia nyata untuk dijual.
Jawaban: Cerita tersebut tidak memiliki tahapan komplikasi dan resolusi yang berarti, sehingga plotnya datar dan membosankan.
Penjelasan: Sebuah narasi yang baik harus memiliki konflik (komplikasi) yang memicu ketegangan dan perubahan pada karakter, serta resolusi. Tanpa konflik, cerita hanyalah deskripsi kejadian belaka.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Raungan angin malam terdengar seperti lolongan serigala kelaparan. Kilat ungu menyambar, merobek langit hitam dan menerangi siluet menara penyihir yang menjulang tinggi. Lonceng tua di puncaknya berdentang sendiri, mengirimkan getaran dingin ke udara.
Pada kutipan di atas, panca indera apakah yang paling dominan dirangsang oleh penulis untuk membangun latar suasana?
- Indera pendengaran dan penglihatan.
- Indera penciuman dan perabaan.
- Indera pengecapan dan penglihatan.
- Indera perabaan dan pendengaran.
Jawaban: Indera pendengaran dan penglihatan.
Penjelasan: Penulis mendeskripsikan suara (‘raungan angin’, ‘berdentang’) yang merangsang pendengaran, dan visual (‘kilat ungu’, ‘merobek langit’) yang merangsang penglihatan.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Rara memandangi kalung batu zamrud pemberian neneknya. Benda itu selalu berdenyut hangat saat malam tiba. Namun belakangan ini, setiap kali batu itu berpendar, bayangan di sudut kamar Rara tampak bergerak-gerak, seakan-akan ada sepasang mata tak terlihat yang selalu mengawasinya.
Foreshadowing (bayangan plot) apa yang coba diselipkan penulis pada paragraf ini terkait nasib kalung tersebut di masa depan?
- Kalung itu akan membawa bahaya karena menarik perhatian entitas gelap.
- Kalung itu akan berubah menjadi sebongkah batu biasa saat siang hari.
- Nenek Rara akan hidup kembali untuk mengambil kalungnya.
- Rara akan membuang kalung itu karena terlalu berat untuk dipakai.
Jawaban: Kalung itu akan membawa bahaya karena menarik perhatian entitas gelap.
Penjelasan: Kalimat ‘seakan-akan ada sepasang mata tak terlihat yang selalu mengawasinya’ adalah bentuk foreshadowing bahwa benda magis itu dilacak atau diincar oleh makhluk lain, yang akan memicu konflik nanti.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: ‘Serahkan kristal itu sekarang, atau desamu akan rata dengan tanah!’ aum sang Jenderal Naga sambil menghembuskan asap panas dari sela giginya.
Apa fungsi utama dari kalimat langsung (dialog) dalam kutipan teks naratif fantasi tersebut?
- Untuk menggerakkan alur cerita dan mempertegas karakter tokoh yang antagonistik.
- Untuk memperlambat tempo cerita agar pembaca bisa membayangkan latar tempat.
- Hanya sebagai pelengkap agar teks terlihat lebih panjang dan padat.
- Untuk memberikan informasi ilmiah tentang bagaimana cara naga itu bekerja.
Jawaban: Untuk menggerakkan alur cerita dan mempertegas karakter tokoh yang antagonistik.
Penjelasan: Dialog dalam naratif berfungsi memajukan cerita (plot) dan menunjukkan watak (tokoh berteriak arogan menunjukkan sifat antagonistik).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Dalam proses berkreasi menulis teks naratif.
Situational Judgement Test: Anda sedang menulis cerita fantasi, namun tokoh utama Anda terjebak dalam gua buntu dikejar monster. Cara penyelesaian (resolusi) mana yang paling kreatif dan logis sesuai dengan hukum fantasi?
- Tokoh utama menyadari bahwa lumut di dinding gua bereaksi terhadap nyanyian, lalu ia bernyanyi sehingga lumut bercahaya membuka lorong rahasia.
- Tiba-tiba ada helikopter dari dunia nyata yang menjebol atap gua dan menyelamatkannya.
- Tokoh utama tiba-tiba terbangun dan menyadari itu semua hanya mimpi.
- Monster itu tiba-tiba mati karena serangan jantung sehingga tokoh utama bisa pulang santai.
Jawaban: Tokoh utama menyadari bahwa lumut di dinding gua bereaksi terhadap nyanyian, lalu ia bernyanyi sehingga lumut bercahaya membuka lorong rahasia.
Penjelasan: Pilihan ini menunjukkan pemecahan masalah (problem solving) yang memanfaatkan elemen setting (lumut) dan tindakan aktif karakter (bernyanyi), bukan sekadar pertolongan mendadak (deus ex machina).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Kalimat asli: Penyihir tua itu sangat marah kepada muridnya yang ceroboh.
Anda ingin merevisi kalimat tersebut agar lebih hidup dengan prinsip ‘Show, Don’t Tell’. Manakah hasil revisi yang paling tepat?
- Wajah penyihir itu memerah, rahangnya mengeras, dan ujung tongkatnya mengeluarkan percikan api biru yang menyambar-nyambar tak terkendali.
- Penyihir tua itu sangat marah sekali sehingga ia ingin menghancurkan segala sesuatu yang ada di depannya.
- Penyihir itu dilanda amarah yang luar biasa, kemarahannya sungguh tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata.
- Karena sangat marah, penyihir tua itu berteriak dengan suara yang sangat keras kepada murid-muridnya.
Jawaban: Wajah penyihir itu memerah, rahangnya mengeras, dan ujung tongkatnya mengeluarkan percikan api biru yang menyambar-nyambar tak terkendali.
Penjelasan: Prinsip ‘Show, Don’t Tell’ menghindari penyebutan emosi secara langsung (‘sangat marah’) dan menggantinya dengan deskripsi fisik dan tindakan yang mencerminkan emosi tersebut (wajah memerah, rahang mengeras, tongkat berapi).
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Perbaiki ejaan dialog berikut: Kamu tidak boleh pergi ke sana cegah peri kecil itu Hutan itu penuh dengan troll.
Tanda baca yang tepat untuk memperbaiki kutipan kalimat langsung tersebut adalah…
- ‘Kamu tidak boleh pergi ke sana!’ cegah peri kecil itu. ‘Hutan itu penuh dengan troll!’
- ‘Kamu tidak boleh pergi ke sana’! cegah peri kecil itu. ‘Hutan itu penuh dengan troll’!
- ‘Kamu tidak boleh pergi ke sana,’ cegah peri kecil itu. ‘Hutan itu penuh dengan troll.’
- Kamu tidak boleh pergi ke sana! cegah peri kecil itu. Hutan itu penuh dengan troll!
Jawaban: ‘Kamu tidak boleh pergi ke sana!’ cegah peri kecil itu. ‘Hutan itu penuh dengan troll!’
Penjelasan: Tanda petik buka dan tutup mengapit ujaran langsung. Tanda seru berada di dalam tanda petik. Huruf pertama setelah petik penutup (cegah) memakai huruf kecil jika dilanjutkan dengan klausa penunjuk.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: […], hiduplah seorang kurcaci yang gemar membuat sepatu. […], saat ia sedang bekerja, sepatunya terbang keluar jendela. […], ia berhasil menangkap sepatu itu dengan jaring ajaibnya.
Kata hubung (konjungsi) urutan waktu yang paling tepat untuk mengisi bagian yang rumpang secara berurutan adalah…
- Pada suatu hari, Tiba-tiba, Akhirnya
- Sementara itu, Kemudian, Padahal
- Oleh karena itu, Selanjutnya, Meskipun
- Dan, Atau, Tetapi
Jawaban: Pada suatu hari, Tiba-tiba, Akhirnya
Penjelasan: ‘Pada suatu hari’ cocok untuk orientasi, ‘Tiba-tiba’ cocok untuk awal komplikasi/kejutan, dan ‘Akhirnya’ cocok untuk resolusi/penyelesaian.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: (1) Ia mencoba melukis seekor burung rajawali di atas kertas buram. (2) Sejak saat itu, burung rajawali tersebut menjadi pelindung setianya. (3) Dinda menemukan sebuah kuas usang di laci meja kakeknya. (4) Sungguh ajaib, tinta lukisan itu perlahan timbul dan burung tersebut mengepakkan sayap keluar dari kertas.
Urutan kalimat yang tepat agar menjadi alur cerita fantasi yang padu adalah…
- (3), (1), (4), (2)
- (3), (4), (1), (2)
- (1), (3), (4), (2)
- (4), (3), (2), (1)
Jawaban: (3), (1), (4), (2)
Penjelasan: Struktur narasi: Orientasi (3) penemuan kuas, Komplikasi awal (1) mencoba melukis, Puncak komplikasi/keajaiban (4) lukisan menjadi nyata, Resolusi (2) persahabatan dengan burung.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Anda sedang menulis cerita, namun mendapat masukan kritis.
SJT: Saat melakukan ‘peer review’, teman Anda mengomentari bahwa bagian resolusi dari cerita fantasi Anda terlalu terburu-buru dan tidak memuaskan. Tindakan apa yang paling tepat Anda lakukan untuk memperbaikinya?
- Membaca kembali bagian klimaks, lalu menambahkan satu atau dua paragraf yang menjabarkan dampak kemenangan tokoh utama dan bagaimana keadaan dunia setelah konflik usai.
- Mengabaikan komentar tersebut karena cerita fantasi adalah hak prerogatif imajinasi penulis sepenuhnya.
- Menghapus bagian klimaks agar resolusinya terasa lebih panjang dan dominan dalam cerita.
- Mengubah genre cerita dari fantasi menjadi cerita komedi agar akhirnya tidak perlu serius.
Jawaban: Membaca kembali bagian klimaks, lalu menambahkan satu atau dua paragraf yang menjabarkan dampak kemenangan tokoh utama dan bagaimana keadaan dunia setelah konflik usai.
Penjelasan: Resolusi yang terburu-buru (rushed ending) dapat diperbaiki dengan memperluas adegan setelah klimaks (falling action) agar pembaca dapat melihat konsekuensi dari penyelesaian konflik (closure).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: ‘Pagi hari di hutan ajaib itu sangat indah. Burung-burung bersayap kristal berkicau merdu, dan angin sepoi-sepoi terasa sejuk menyentuh kulit pipiku.’
Jika Anda ingin mengubah suasana paragraf tersebut menjadi lebih mengerikan (horor fantasi), penggantian diksi yang paling tepat adalah…
- Mengganti ‘berkicau merdu’ menjadi ‘berkaok parau’, dan ‘terasa sejuk’ menjadi ‘terasa menusuk tulang’.
- Mengganti ‘pagi hari’ menjadi ‘siang hari terik’, dan ‘sejuk’ menjadi ‘panas membakar’.
- Mengganti ‘angin sepoi-sepoi’ menjadi ‘angin puting beliung yang merusak segalanya’.
- Mengganti ‘hutan ajaib’ menjadi ‘taman bermain yang ramai oleh anak-anak’.
Jawaban: Mengganti ‘berkicau merdu’ menjadi ‘berkaok parau’, dan ‘terasa sejuk’ menjadi ‘terasa menusuk tulang’.
Penjelasan: Diksi ‘berkaok parau’ (suara gagak/burung malam) dan ‘menusuk tulang’ (hawa dingin kuburan) secara drastis mengubah mood/suasana menjadi gelap dan mengerikan dibandingkan kata-kata aslinya.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Sinopsis: Adi tidak sengaja membuka pintu gudang sekolahnya yang sudah bertahun-tahun terkunci. Di baliknya, ia tidak menemukan tumpukan meja bekas, melainkan sebuah dunia paralel di mana manusia memiliki sayap dan langit berwarna ungu. Adi harus mencari cara kembali sebelum pintu itu tertutup selamanya.
Judul cerita manakah yang paling representatif, memancing rasa penasaran, dan mencerminkan elemen fantasi berdasarkan sinopsis tersebut?
- Misteri Pintu Kayu Dimensi Ketiga
- Keseharian Adi di Sekolah
- Pintu yang Rusak di Ruang Gudang
- Cara Menyelamatkan Diri dari Monster
Jawaban: Misteri Pintu Kayu Dimensi Ketiga
Penjelasan: Judul ini mencakup elemen kunci dari sinopsis: kemisteriusan (misteri), objek ajaib (pintu kayu), dan elemen magis (dimensi ketiga/dunia paralel).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Anda ditugaskan membuat paragraf pembuka untuk cerita berjudul ‘Kutukan Hujan Emas’.
Kalimat pembuka (hook) mana yang paling kuat untuk menarik perhatian pembaca di paragraf pertama cerita fantasi?
- Hari di mana langit menurunkan hujan koin emas adalah hari di mana aku kehilangan adikku.
- Namaku Budi. Aku bersekolah di SMP Negeri 1 dan aku suka membaca buku fiksi.
- Pada suatu hari yang cerah, ada seorang anak laki-laki yang sedang berjalan-jalan di hutan.
- Di sebuah desa yang damai, penduduk hidup dengan tentram tanpa ada masalah apapun.
Jawaban: Hari di mana langit menurunkan hujan koin emas adalah hari di mana aku kehilangan adikku.
Penjelasan: Hook yang baik langsung memperkenalkan anomali fantasi (hujan koin emas) bersamaan dengan konflik emosional yang kuat (kehilangan adik), membuat pembaca langsung ingin tahu ‘mengapa’.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: ‘Ksatria itu berjalan mengendap-endap memasuki hutan terlarang. Suasana sangat sepi, hanya terdengar suara ranting patah terinjak sepatu besinya.’
Majas personifikasi manakah yang paling tepat disisipkan untuk memperkuat deskripsi latar pada cerita tersebut?
- Pepohonan ek raksasa seolah berbisik memperingatkan kedatangan mereka, merentangkan akar-akarnya ke jalan setapak.
- Suasana di hutan itu sedingin es di kutub utara.
- Ksatria itu lari secepat kilat menghindari kejaran serigala bermata merah.
- Ia bagaikan pinang dibelah dua dengan saudara kembarnya yang jahat.
Jawaban: Pepohonan ek raksasa seolah berbisik memperingatkan kedatangan mereka, merentangkan akar-akarnya ke jalan setapak.
Penjelasan: Personifikasi memberikan sifat manusia (berbisik, merentangkan, memperingatkan) pada benda mati (pohon ek), sangat cocok dengan setting hutan yang angker.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Teks asli: Sena menggenggam batu itu erat-erat. Terasa aliran listrik menjalar dari telapak tangannya hingga ke dadanya.
Jika Anda ingin mengubah sudut pandang kutipan tersebut menjadi sudut pandang orang pertama (aku), perubahan manakah yang tepat?
- Aku menggenggam batu itu erat-erat. Terasa aliran listrik menjalar dari telapak tanganku hingga ke dada.
- Dia menggenggam batu itu erat-erat. Terasa aliran listrik menjalar dari telapak tangan hingga ke dadanya.
- Kami menggenggam batu itu erat-erat. Terasa aliran listrik menjalar dari telapak tangan mereka hingga ke dada.
- Kamu menggenggam batu itu erat-erat. Terasa aliran listrik menjalar dari telapak tangannya hingga ke dada.
Jawaban: Aku menggenggam batu itu erat-erat. Terasa aliran listrik menjalar dari telapak tanganku hingga ke dada.
Penjelasan: Mengubah ‘Sena’ menjadi ‘Aku’, dan penyesuaian kata ganti kepemilikan ‘tangannya’ menjadi ‘tanganku’, ‘dadanya’ menjadi ‘dadaku’.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Rina berhasil melafalkan mantra penyegel. Cahaya biru melesat dari tangannya, menghantam dada makhluk bayangan itu. Ledakan besar terjadi, menyisakan kepulan asap tebal.
Untuk membuat adegan ini menjadi cliffhanger (akhir yang menggantung) yang baik, kalimat penutup apa yang harus ditambahkan?
- Namun, saat bayangan asap memudar, makhluk itu tidak menghilang, melainkan menyeringai menatapnya dengan ukuran dua kali lipat lebih besar.
- Asap pun menghilang, dan makhluk itu mati hangus. Rina akhirnya bisa bernapas lega dan pulang ke rumah.
- Ternyata makhluk itu adalah jelmaan seekor kucing kecil yang ketakutan, lalu Rina merawatnya.
- Makhluk itu pun berlari menjauh dan tidak pernah kembali lagi mengganggu desa Rina.
Jawaban: Namun, saat bayangan asap memudar, makhluk itu tidak menghilang, melainkan menyeringai menatapnya dengan ukuran dua kali lipat lebih besar.
Penjelasan: Cliffhanger menempatkan tokoh utama dalam situasi berbahaya yang tiba-tiba meningkat tepat saat cerita berakhir, memaksa pembaca penasaran menunggu kelanjutannya.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Draf cerita: ‘Gadis itu memakan buah apel emas yang tergeletak di meja batu. Ia berada di atas awan, memandang bumi dari kejauhan.’
Apa kelemahan dari draf awal tersebut, dan bagaimana cara menyuntingnya agar menjadi narasi yang koheren?
- Kalimat kedua melompat tanpa transisi yang jelas; sebaiknya disisipkan konjungsi kausalitas seperti ‘Akibatnya, ia langsung…’.
- Kata ‘tergeletak’ tidak baku, sebaiknya diganti menjadi ‘tertidur’.
- Tidak ada masalah, teks tersebut sudah memiliki gaya bahasa yang indah dan puitis.
- Cerita ini tidak logis karena tidak mungkin ada awan di siang hari.
Jawaban: Kalimat kedua melompat tanpa transisi yang jelas; sebaiknya disisipkan konjungsi kausalitas seperti ‘Akibatnya, ia langsung…’.
Penjelasan: Tidak ada hubungan logis/transisi antara memakan buah dan tiba-tiba berada di atas awan. Perlu kata hubung sebab-akibat (kausalitas) untuk menunjukkan bahwa teleportasi itu adalah efek dari memakan buah magis tersebut.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Raja Gula memerintahkan seluruh pekerja untuk membangun istana permen yang lebih tinggi dari gunung. Padahal, para pekerjanya sudah kelelahan dan kelaparan. ‘Aku tidak peduli! Istana ini harus selesai sebelum ulang tahunku besok!’ teriaknya.
Mengidentifikasi watak karakter, sifat buruk apa yang secara tersirat ditunjukkan oleh Raja Gula berdasarkan kutipan tersebut?
- Keserakahan dan ketidakpedulian terhadap nasib orang lain.
- Kebodohan dalam merancang arsitektur istana kerajaan.
- Keramahan dan keinginan untuk berbagi manisan dengan rakyatnya.
- Keberanian dalam menghadapi pemberontakan rakyat jelata.
Jawaban: Keserakahan dan ketidakpedulian terhadap nasib orang lain.
Penjelasan: Membangun istana untuk kesenangan pribadi di atas penderitaan orang lain (pekerja kelelahan/kelaparan) jelas menunjukkan watak tamak (serakah) dan egois.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Anda sedang menulis draf cerita fantasi.
SJT: Dalam menulis cerita fantasi berlatar kerajaan sihir kuno, Anda menggunakan kata ‘nggak’, ‘oke’, dan ‘baper’ dalam dialog antartokoh. Guru Anda menyarankan perbaikan. Apa tindakan evaluatif terbaik?
- Merevisi dialog menggunakan diksi yang lebih baku atau arkais agar suasana kuno dan magis dari latar cerita tetap terjaga dan meyakinkan.
- Mempertahankan kata-kata tersebut agar pembaca remaja zaman sekarang lebih mudah memahami ceritanya.
- Menambahkan penjelasan di awal bab bahwa kerajaan sihir kuno itu sebenarnya menggunakan bahasa Indonesia gaul.
- Menghapus semua dialog dari cerita agar tidak perlu pusing memikirkan gaya bahasa tokoh.
Jawaban: Merevisi dialog menggunakan diksi yang lebih baku atau arkais agar suasana kuno dan magis dari latar cerita tetap terjaga dan meyakinkan.
Penjelasan: Penggunaan kata slang modern (‘nggak’, ‘oke’, ‘baper’) pada latar sejarah/kuno akan merusak imersi (world-building). Harus diganti dengan bahasa yang sesuai era (misal: ‘tidak’, ‘baiklah’, ‘tersinggung’).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Pak Tua menanam benih aneh yang diberikan oleh pengemis misterius di halaman belakang rumahnya. Ia menyiraminya setiap malam dengan air campuran embun.
Kalimat komplikasi (masalah) apa yang paling tepat untuk melanjutkan orientasi tersebut agar alur cerita fantasi berjalan menarik?
- Namun pada hari ketujuh, benih itu tidak menumbuhkan sayuran, melainkan tentakel hijau yang mencengkeram tangan Pak Tua.
- Seminggu kemudian, benih itu tumbuh menjadi pohon tomat yang lebat dan buahnya sangat manis.
- Pak Tua sangat senang karena ia bisa menjual hasil panennya ke pasar desa keesokan harinya.
- Hujan turun dengan lebat, membuat tanaman Pak Tua tumbuh subur seperti yang ia harapkan.
Jawaban: Namun pada hari ketujuh, benih itu tidak menumbuhkan sayuran, melainkan tentakel hijau yang mencengkeram tangan Pak Tua.
Penjelasan: Untuk masuk ke komplikasi fantasi, harus ada elemen masalah yang magis/berbahaya. Tentakel hijau yang menyerang Pak Tua memberikan konflik fisik dan kejutan magis yang kuat.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Sang Kancil dengan cerdiknya menipu buaya-buaya di sungai itu agar berbaris rapi. Ia melompat dari satu punggung buaya ke punggung lainnya sambil menghitung, pura-pura menjalankan perintah raja Sulaiman.
Jika ditelaah, jenis teks narasi apakah kutipan ini, dan apa unsur pembedanya dengan teks cerita fantasi?
- Cerita sejarah fiksi (fabel), bedanya cerita ini tidak memiliki sihir atau keajaiban supernatural pada latar dunianya meskipun tokohnya hewan.
- Cerita fantasi total, karena kancil yang bisa berbicara adalah bentuk sihir tingkat tinggi.
- Cerita legenda, karena menceritakan asal-usul buaya di sungai tersebut.
- Cerita biografi, karena mengisahkan kehidupan tokoh secara nyata.
Jawaban: Cerita sejarah fiksi (fabel), bedanya cerita ini tidak memiliki sihir atau keajaiban supernatural pada latar dunianya meskipun tokohnya hewan.
Penjelasan: Meskipun hewan bisa berbicara (fabel), cerita ini berfokus pada kecerdikan/cerita rakyat tanpa elemen sihir tinggi (high fantasy) seperti mantra, benda magis, atau dunia paralel. (Catatan: sering tumpang tindih, tetapi ketiadaan ‘magic system’ membedakan fabel klasik dari cerita fantasi murni).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Peri Kecil menangis di dalam tabung kaca kristal. Sayapnya layu. Di luar tabung, Sang Guru tertawa penuh kemenangan. ‘Dengan air matamu ini, ramuan keabadianku akhirnya akan sempurna!’ serunya, tidak peduli bahwa setiap tetes air mata itu mengurangi umur si Peri.
Dari evaluasi struktur intrinsik, siapakah yang berperan sebagai tokoh antagonis dalam penggalan cerita di atas, dan mengapa?
- Sang Guru, karena tindakannya menjadi penghalang bagi kebebasan dan kehidupan Peri Kecil.
- Peri Kecil, karena ia menangis dan mengganggu ketenangan Sang Guru.
- Kaca Kristal, karena benda itu yang mengurung Peri Kecil secara fisik.
- Ramuan Keabadian, karena benda itu adalah akar dari segala kejahatan di dunia.
Jawaban: Sang Guru, karena tindakannya menjadi penghalang bagi kebebasan dan kehidupan Peri Kecil.
Penjelasan: Antagonis adalah pihak yang menghalangi tujuan atau menyebabkan konflik bagi tokoh utama atau korban. Guru yang egois dan mengurung peri demi ambisinya bertindak sebagai antagonis.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Anda sedang mengembangkan ide cerita fantasi.
SJT: Dalam menulis sebuah cerita, tokoh Anda terjebak dilema: menggunakan pedang terkutuk untuk menyelamatkan desa (namun ia akan mati perlahan), atau lari menyelamatkan diri dan desa hancur. Sebagai penulis yang ingin menonjolkan nilai kepahlawanan, akhir seperti apa yang sebaiknya Anda ciptakan?
- Tokoh utama menggunakan pedang tersebut demi desanya, dan cerita berakhir dengan pengorbanannya yang dikenang abadi oleh penduduk desa.
- Tokoh utama memilih lari, kemudian desa itu hancur, mengajarkan pembaca bahwa realita itu pahit.
- Pedang terkutuk itu tiba-tiba hilang kekuatannya sehingga tokoh utama bisa menang tanpa harus mengorbankan nyawanya.
- Tokoh utama menyerahkan pedang itu kepada penjahat agar penjahatnya yang mati terkutuk.
Jawaban: Tokoh utama menggunakan pedang tersebut demi desanya, dan cerita berakhir dengan pengorbanannya yang dikenang abadi oleh penduduk desa.
Penjelasan: Akhir heroik (pengorbanan/martyrdom) sangat menekankan nilai kepahlawanan (amanat). Tokoh utama memilih kebaikan orang banyak di atas dirinya sendiri, memberikan impak emosional mendalam bagi pembaca.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Rudi berlari menyusuri lorong yang gelap. Ia menemukan sebuah peti bercahaya di ujung lorong. _Dengan menggunakan kunci emasnya, peti itu pun segera di buka._
Apakah ada kesalahan tata bahasa dalam kalimat bercetak miring tersebut? Jika ada, perbaikan apa yang tepat?
- Ya, penulisan ‘di buka’ seharusnya digabung menjadi ‘dibuka’ karena berfungsi sebagai kata kerja pasif.
- Tidak ada kesalahan, kalimat tersebut sudah baku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
- Ya, penulisan ‘kunci emas’ seharusnya menggunakan huruf kapital menjadi ‘Kunci Emas’.
- Ya, kata ‘segera’ seharusnya diletakkan di akhir kalimat agar maknanya lebih tegas.
Jawaban: Ya, penulisan ‘di buka’ seharusnya digabung menjadi ‘dibuka’ karena berfungsi sebagai kata kerja pasif.
Penjelasan: Awalan ‘di-‘ yang diikuti oleh kata kerja harus ditulis serangkai (dibuka), sedangkan awalan ‘di-‘ yang menunjukkan tempat harus dipisah (di sekolah).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Siswa ditugaskan membuat pantun kilat yang memiliki makna.
Dalam proses mencipta puisi rakyat berupa pantun kilat (karmina), manakah bait yang paling tepat secara syarat karmina?
- Gendang gendut tali kecapi. Kenyang perut senanglah hati.
- Naik kereta ke Surabaya. Banyak orang berlalu-lalang.
- Pohon mangga pohon pepaya. Aku suka buah-buahan.
- Beli kain ke pasar baru. Kain dijahit menjadi baju.
Jawaban: Gendang gendut tali kecapi. Kenyang perut senanglah hati.
Penjelasan: Karmina (pantun kilat) terdiri dari dua baris. Baris pertama sampiran, baris kedua isi. Memiliki rima akhir a-a. Pilihan ‘Gendang gendut…’ adalah karmina yang tepat dan populer.
- [Pilihan Ganda] (MOTS)
Stimulus: Kapal terbang itu menukik tajam, membelah lautan bintang di angkasa. Kecepatannya bagaikan cahaya, menembus ribuan galaksi dalam sekejap mata.
Ciri bahasa yang menonjol pada cuplikan teks cerita fantasi tersebut untuk menciptakan imajinasi pembaca adalah…
- Penggunaan kata kiasan (metafora) dan hiperbola.
- Penggunaan kalimat langsung yang mendominasi.
- Penggunaan dialek kedaerahan yang kental.
- Penggunaan istilah teknis sains murni.
Jawaban: Penggunaan kata kiasan (metafora) dan hiperbola.
Penjelasan: ‘Lautan bintang’ (metafora) dan ‘menembus ribuan galaksi dalam sekejap mata’ (hiperbola/melebih-lebihkan) digunakan untuk memantik imajinasi tentang kecepatan dan keindahan ruang angkasa.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Sihir es penyihir utara itu perlahan membekukan kaki Laras. Saat es merayap naik ke dada anaknya, sang ibu menerjang maju, memeluk Laras erat-erat dengan air mata bercucuran. Ajaibnya, kehangatan pelukan sang ibu membuat es yang mematikan itu perlahan mencair dan hancur berantakan.
Jika ditinjau dari unsur tema, apa tema utama yang diangkat dalam penggalan cerita tersebut?
- Kekuatan kasih sayang keluarga melawan sihir.
- Pentingnya belajar ilmu sihir pelindung es.
- Kecanggihan teknologi membekukan waktu.
- Keserakahan penyihir dalam merebut anak kecil.
Jawaban: Kekuatan kasih sayang keluarga melawan sihir.
Penjelasan: Aksi ibu yang memeluk untuk mematahkan kutukan membeku pada anaknya mencerminkan tema kuatnya cinta/kasih sayang keluarga yang mampu mengalahkan kejahatan/sihir.
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Kerja kelompok menyusun teks cerita fantasi.
SJT: Saat menulis resolusi cerita, teman kelompokmu menyarankan agar ‘alien’ tiba-tiba muncul dan menembak musuh dari luar angkasa, padahal sejak awal ceritamu berlatar dunia bawah tanah yang dipenuhi kurcaci dan peri. Sikap yang tepat adalah…
- Menolak saran tersebut dengan halus, karena kehadiran alien merusak konsistensi ‘world-building’ (latar dunia fantasi) yang sudah dibangun di awal.
- Menerimanya karena dalam cerita fantasi penulis bebas memasukkan apapun sesuka hati tanpa perlu peduli logika.
- Mengganti seluruh cerita dari awal agar alien menjadi tokoh utamanya demi menyenangkan teman kelompok.
- Mengomeli teman tersebut karena idenya sangat buruk dan menyingkirkan ia dari kelompok penulisan.
Jawaban: Menolak saran tersebut dengan halus, karena kehadiran alien merusak konsistensi ‘world-building’ (latar dunia fantasi) yang sudah dibangun di awal.
Penjelasan: Dalam menulis cerita fantasi, aturan dunianya (world-building) harus konsisten. Jika awalnya adalah fantasi magis (peri, kurcaci), memasukkan elemen sci-fi mendadak (alien) tanpa alasan akan membuat plot kacau (deus ex machina yang buruk).
- [Pilihan Ganda] (HOTS)
Stimulus: Ke sawah mencari belalang, dapat seekor si burung pipit. Rajin belajar di masa muda, agar tak menyesal di masa tua.
Berdasarkan pantun nasihat tersebut, simpulan pesan moral yang dievaluasi paling relevan untuk pelajar adalah…
- Menabung pengetahuan sejak dini adalah bekal terbaik agar tidak menyesal atau kesulitan saat dewasa kelak.
- Orang tua pasti akan selalu menyesali masa lalunya jika tidak pernah pergi ke sawah.
- Kita harus rajin bekerja di sawah sejak muda agar saat tua bisa menjadi orang kaya.
- Jangan pernah menangkap burung pipit jika tidak ingin menyesal di masa tua.
Jawaban: Menabung pengetahuan sejak dini adalah bekal terbaik agar tidak menyesal atau kesulitan saat dewasa kelak.
Penjelasan: Isi ‘Rajin belajar di masa muda, agar tak menyesal di masa tua’ adalah pepatah klasik agar pelajar menuntut ilmu (belajar) selagi muda sebagai bekal masa depan yang cemerlang.
Semoga bermanfaat.(kangjo)
LINK DOWNLOAD:
- Soal_Bahasa Indonesia_Kelas 7 Bab II Berkelana di Dunia Imajinasi, SILAHKAN KLIK DISINI!
Asesmen Sumatif dan Jawaban Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 7 Bab I Jelajah Nusantara
