Latihan Soal dan Jawaban TKA Bab II Bahasa Indonesia SMP/MTs 2026
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: Buku-Buku Berbicara
Soal No. 1 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Perpustakaan “Lentera Kata” bukan sekadar gudang penyimpanan kertas. Di sana, buku-buku seolah memiliki nyawa sendiri. Saat pintu kayu jati yang berat itu terbuka, aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman. Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi, memamerkan punggung-punggung buku dengan berbagai warna: mulai dari merah marun yang elegan, emas yang mulai memudar, hingga cokelat tanah yang bersahaja. Jika kau mendekatkan telinga, gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin jendela terdengar seperti bisikan rahasia dari masa lalu. Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda, seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul yang terukir indah.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan yang menggambarkan penggunaan panca indra penciuman dan peraba secara tepat?
- Aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman.
- Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi memamerkan warna punggung buku.
- Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda.
- Gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin terdengar seperti bisikan rahasia.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C
Opsi A menggunakan indra penciuman (aroma kertas tua dan wangi kopi). Opsi C menggunakan indra peraba (tekstur kasar atau halus). Opsi B adalah indra penglihatan, dan opsi D adalah indra pendengaran.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Perpustakaan “Lentera Kata” bukan sekadar gudang penyimpanan kertas. Di sana, buku-buku seolah memiliki nyawa sendiri. Saat pintu kayu jati yang berat itu terbuka, aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman. Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi, memamerkan punggung-punggung buku dengan berbagai warna: mulai dari merah marun yang elegan, emas yang mulai memudar, hingga cokelat tanah yang bersahaja. Jika kau mendekatkan telinga, gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin jendela terdengar seperti bisikan rahasia dari masa lalu. Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda, seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul yang terukir indah.
Pertanyaan: Manakah pernyataan di bawah ini yang membuktikan penulis menggunakan majas personifikasi untuk mendeskripsikan buku?
- Buku-buku di perpustakaan tersebut seolah memiliki nyawa sendiri.
- Warna punggung buku terdiri atas merah marun, emas, dan cokelat.
- Setiap judul buku terukir indah pada sampul kulit yang berbeda.
- Buku tersebut seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, D
Majas personifikasi memberikan sifat manusia pada benda mati. Opsi A (memiliki nyawa) dan opsi D (mengajak jemari) memberikan atribut makhluk hidup kepada buku. Opsi B dan C adalah deskripsi faktual/literal.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Perpustakaan “Lentera Kata” bukan sekadar gudang penyimpanan kertas. Di sana, buku-buku seolah memiliki nyawa sendiri. Saat pintu kayu jati yang berat itu terbuka, aroma kertas tua yang khas bercampur dengan wangi kopi samar menyambut penciuman. Rak-rak kayu mahoni setinggi langit-langit berjejer rapi, memamerkan punggung-punggung buku dengan berbagai warna: mulai dari merah marun yang elegan, emas yang mulai memudar, hingga cokelat tanah yang bersahaja. Jika kau mendekatkan telinga, gesekan antarlembar kertas saat ditiup angin jendela terdengar seperti bisikan rahasia dari masa lalu. Setiap sampul kulit yang kasar atau halus memberikan sensasi taktil yang berbeda, seakan mengajak jemari untuk terus menelusuri setiap judul yang terukir indah.
Pertanyaan: Detail visual apa saja yang digunakan penulis untuk mendeskripsikan suasana rak dan koleksi buku di Perpustakaan “Lentera Kata”?
- Rak-rak kayu mahoni yang tingginya mencapai langit-langit ruangan.
- Punggung buku dengan variasi warna merah marun, emas, dan cokelat.
- Suara pintu kayu jati yang berat saat terbuka menyambut para pengunjung.
- Ukiran indah pada judul buku yang berada di atas sampul kulit.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, D
Opsi A, B, dan D adalah detail yang dapat ditangkap oleh indra penglihatan (visual). Opsi C berkaitan dengan indra pendengaran (suara pintu), sehingga tidak termasuk detail visual.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di ujung gang sempit Jalan Kenangan, berdiri sebuah bangunan tua berasitektur kolonial yang kini menjadi perpustakaan umum. Memasuki ruangan ini, aroma kertas tua yang khas segera menyergap indra penciuman, perpaduan antara bau apek yang manis dan debu yang menenangkan. Rak-rak kayu jati setinggi langit-langit berjejer rapi, menopang ribuan buku dengan sampul yang beragam. Ada buku bersampul kulit domba yang mulai mengelupas, menampakkan guratan usia, dan ada pula buku-buku modern dengan warna-warna mencolok yang mencoba mencuri perhatian. Jendela-jendela besar di sisi timur membiarkan cahaya matahari pagi masuk, menerangi partikel debu yang menari di udara dan menyinari punggung buku yang dihiasi tinta emas yang mulai pudar. Di sini, buku-buku seolah berbicara tanpa suara; lembarannya yang menguning menyimpan bisikan sejarah, sementara lipatan di sudut halaman menjadi saksi bisu emosi pembaca terdahulu. Keheningan di dalam ruangan ini bukanlah kekosongan, melainkan orkestra imajinasi yang menunggu untuk dihidupkan kembali oleh setiap pasang mata yang berkunjung.
Pertanyaan: Berdasarkan teks deskripsi tersebut, pernyataan manakah yang menggambarkan panca indra penciuman dan penglihatan secara tepat?
- Aroma kertas tua yang khas berupa perpaduan bau apek manis dan debu.
- Bunyi gesekan kertas yang ditiup angin melalui celah jendela yang terbuka.
- Pantulan cahaya matahari pada punggung buku bertinta emas yang pudar.
- Tekstur kasar dari sampul buku kulit domba yang mulai mengelupas.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C
Pernyataan A merujuk pada indra penciuman (aroma kertas, bau apek) dan pernyataan C merujuk pada indra penglihatan (pantulan cahaya, tinta emas pudar). Pernyataan B merujuk pada indra pendengaran yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam teks, sedangkan pernyataan D merujuk pada indra peraba.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di ujung gang sempit Jalan Kenangan, berdiri sebuah bangunan tua berasitektur kolonial yang kini menjadi perpustakaan umum. Memasuki ruangan ini, aroma kertas tua yang khas segera menyergap indra penciuman, perpaduan antara bau apek yang manis dan debu yang menenangkan. Rak-rak kayu jati setinggi langit-langit berjejer rapi, menopang ribuan buku dengan sampul yang beragam. Ada buku bersampul kulit domba yang mulai mengelupas, menampakkan guratan usia, dan ada pula buku-buku modern dengan warna-warna mencolok yang mencoba mencuri perhatian. Jendela-jendela besar di sisi timur membiarkan cahaya matahari pagi masuk, menerangi partikel debu yang menari di udara dan menyinari punggung buku yang dihiasi tinta emas yang mulai pudar. Di sini, buku-buku seolah berbicara tanpa suara; lembarannya yang menguning menyimpan bisikan sejarah, sementara lipatan di sudut halaman menjadi saksi bisu emosi pembaca terdahulu. Keheningan di dalam ruangan ini bukanlah kekosongan, melainkan orkestra imajinasi yang menunggu untuk dihidupkan kembali oleh setiap pasang mata yang berkunjung.
Pertanyaan: Kalimat “buku-buku seolah berbicara tanpa suara” dalam teks tersebut mengandung makna tersirat bahwa ….
- buku menyimpan catatan sejarah dan jejak emosional pembaca terdahulu
- perpustakaan tersebut memiliki teknologi audio yang menceritakan isi buku
- imajinasi pembaca bangkit saat mendalami isi tulisan di dalam buku
- seluruh buku di dalam ruangan tersebut mengeluarkan suara saat dibuka
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, C
Metafora ‘buku berbicara tanpa suara’ berarti buku menyampaikan informasi (sejarah/emosi) kepada pembaca (opsi A) dan memicu imajinasi pembaca meskipun tidak ada suara fisik yang dikeluarkan (opsi C). Opsi B dan D bersifat literal dan tidak sesuai dengan konteks teks deskripsi.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Di ujung gang sempit Jalan Kenangan, berdiri sebuah bangunan tua berasitektur kolonial yang kini menjadi perpustakaan umum. Memasuki ruangan ini, aroma kertas tua yang khas segera menyergap indra penciuman, perpaduan antara bau apek yang manis dan debu yang menenangkan. Rak-rak kayu jati setinggi langit-langit berjejer rapi, menopang ribuan buku dengan sampul yang beragam. Ada buku bersampul kulit domba yang mulai mengelupas, menampakkan guratan usia, dan ada pula buku-buku modern dengan warna-warna mencolok yang mencoba mencuri perhatian. Jendela-jendela besar di sisi timur membiarkan cahaya matahari pagi masuk, menerangi partikel debu yang menari di udara dan menyinari punggung buku yang dihiasi tinta emas yang mulai pudar. Di sini, buku-buku seolah berbicara tanpa suara; lembarannya yang menguning menyimpan bisikan sejarah, sementara lipatan di sudut halaman menjadi saksi bisu emosi pembaca terdahulu. Keheningan di dalam ruangan ini bukanlah kekosongan, melainkan orkestra imajinasi yang menunggu untuk dihidupkan kembali oleh setiap pasang mata yang berkunjung.
Pertanyaan: Pernyataan manakah yang sesuai dengan suasana dan kondisi fisik objek yang dideskripsikan dalam teks?
- Perpustakaan tersebut berada di gedung modern di tengah pusat kota.
- Furnitur utama ruangan berupa rak kayu jati yang menjulang tinggi.
- Sinar matahari menjadi sumber pencahayaan alami di dalam ruangan.
- Koleksi di dalam perpustakaan hanya terdiri atas buku-buku kuno.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B, C
Opsi B sesuai dengan deskripsi rak kayu jati setinggi langit-langit. Opsi C sesuai dengan deskripsi jendela besar yang membiarkan cahaya matahari masuk. Opsi A salah karena gedung berasitektur kolonial di gang sempit, bukan gedung modern. Opsi D salah karena disebutkan ada juga buku-buku modern.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Buku-Buku Berbicara. Di sudut kota yang bising, terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra. Begitu melangkah masuk, aroma kertas usang yang bercampur dengan bau kayu jati yang lembap menyambut penciuman. Di sini, buku-buku seolah memiliki nyawa. Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak-rak setinggi langit-langit, menyimpan ribuan bisikan sejarah. Cahaya matahari sore yang menembus jendela kaca patri menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus yang menari di udara. Setiap kali sebuah buku dibuka, terdengar suara gemeresik kertas yang rapuh, seolah lembaran itu sedang bercerita tentang masa lalu. Huruf-huruf cetak yang sedikit timbul di atas kertas kekuningan memberikan tekstur kasar saat disentuh, mengundang jemari untuk terus menelusuri setiap baris kalimat yang penuh makna.
Pertanyaan: Manakah kalimat di bawah ini yang menunjukkan penggunaan indra pendengaran dan indra peraba berdasarkan teks tersebut?
- Suara gemeresik kertas yang rapuh terdengar setiap kali sebuah buku dibuka.
- Huruf cetak yang sedikit timbul memberikan tekstur kasar saat disentuh.
- Aroma kertas usang bercampur dengan bau kayu jati menyambut penciuman.
- Cahaya matahari sore menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Opsi A menggunakan kata ‘terdengar’ dan ‘suara’ yang merujuk pada indra pendengaran. Opsi B menggunakan frasa ‘tekstur kasar’ dan ‘disentuh’ yang merujuk pada indra peraba. Opsi C merujuk pada indra penciuman (aroma/bau), sedangkan opsi D merujuk pada indra penglihatan (cahaya/pendar).
Soal No. 8 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Buku-Buku Berbicara. Di sudut kota yang bising, terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra. Begitu melangkah masuk, aroma kertas usang yang bercampur dengan bau kayu jati yang lembap menyambut penciuman. Di sini, buku-buku seolah memiliki nyawa. Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak-rak setinggi langit-langit, menyimpan ribuan bisikan sejarah. Cahaya matahari sore yang menembus jendela kaca patri menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus yang menari di udara. Setiap kali sebuah buku dibuka, terdengar suara gemeresik kertas yang rapuh, seolah lembaran itu sedang bercerita tentang masa lalu. Huruf-huruf cetak yang sedikit timbul di atas kertas kekuningan memberikan tekstur kasar saat disentuh, mengundang jemari untuk terus menelusuri setiap baris kalimat yang penuh makna.
Pertanyaan: Penulis menggunakan majas personifikasi untuk memberikan kesan hidup pada objek mati. Kalimat manakah yang mengandung majas tersebut?
- Buku-buku seolah memiliki nyawa dan menyimpan ribuan bisikan sejarah.
- Debu-debu halus yang menari di udara dalam pendar cahaya matahari sore.
- Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak.
- Terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra di sudut kota.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Majas personifikasi memberikan sifat manusia pada benda mati. Opsi A memberikan sifat ‘memiliki nyawa’ dan ‘berbisik’ pada buku. Opsi B memberikan sifat ‘menari’ pada debu. Opsi C dan D merupakan deskripsi faktual tanpa penggunaan majas personifikasi.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Buku-Buku Berbicara. Di sudut kota yang bising, terdapat sebuah bangunan tua bernama Perpustakaan Loka Sastra. Begitu melangkah masuk, aroma kertas usang yang bercampur dengan bau kayu jati yang lembap menyambut penciuman. Di sini, buku-buku seolah memiliki nyawa. Deretan sampul kulit yang telah memudar warnanya berjejer rapi di rak-rak setinggi langit-langit, menyimpan ribuan bisikan sejarah. Cahaya matahari sore yang menembus jendela kaca patri menciptakan pendar keemasan pada debu-debu halus yang menari di udara. Setiap kali sebuah buku dibuka, terdengar suara gemeresik kertas yang rapuh, seolah lembaran itu sedang bercerita tentang masa lalu. Huruf-huruf cetak yang sedikit timbul di atas kertas kekuningan memberikan tekstur kasar saat disentuh, mengundang jemari untuk terus menelusuri setiap baris kalimat yang penuh makna.
Pertanyaan: Berdasarkan rincian deskripsi dalam teks, suasana dan kesan apa yang paling dominan dirasakan saat berada di Perpustakaan Loka Sastra?
- Kesan nostalgia yang kuat melalui penggambaran benda lama yang bersejarah.
- Suasana tenang yang sangat kontras dengan kebisingan lingkungan di luar.
- Suasana futuristik yang terlihat dari penataan buku yang sangat rapi di rak.
- Kesan mencekam karena bangunan tua tersebut dipenuhi debu dan cahaya redup.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B
Teks membangun kesan nostalgia melalui kata ‘tua’, ‘usang’, dan ‘masa lalu’ (opsi A). Suasana tenang dan kontras dengan kebisingan kota disebutkan di awal teks (opsi B). Opsi C salah karena teks menggambarkan suasana klasik, bukan futuristik. Opsi D salah karena penggambaran pendar keemasan dan bisikan sejarah memberikan kesan estetis, bukan mencekam.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda Majemuk (MCMA))
Stimulus:
Memasuki Perpustakaan Abadi terasa seperti melintasi lorong waktu. Rak-rak kayu jati yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit ruangan mengeluarkan aroma khas perpaduan kayu tua dan vanila dari kertas-kertas yang mulai menguning. Di sana, buku-buku seolah-olah sedang bercakap-cakap dalam keheningan, menunggu tangan-tangan lembut untuk membuka rahasia di dalamnya. Sinar matahari pagi menerobos melalui jendela kaca patri, memperlihatkan butiran debu yang menari-nari di atas meja baca yang permukaannya terasa kasar karena guratan usia. Setiap kali lembaran buku dibuka, terdengar bunyi gemerisik halus seperti bisikan rahasia yang telah disimpan selama berabad-abad.
Pertanyaan: Berdasarkan teks tersebut, manakah pernyataan yang benar mengenai penggunaan citraan dan gaya bahasa dalam teks?
- Penulis menggunakan citraan penciuman untuk mendeskripsikan aroma kertas yang menguning.
- Terdapat penggunaan majas personifikasi pada bagian buku-buku yang digambarkan seolah sedang bercakap-cakap.
- Citraan penglihatan digunakan untuk menggambarkan pergerakan butiran debu di bawah sinar matahari.
- Penulis menggunakan majas sarkasme untuk mengkritik kondisi meja baca yang sudah mulai rusak dimakan usia.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A, B, C
Pernyataan A benar karena teks menyebutkan ‘aroma khas perpaduan kayu tua dan vanila’ (citraan penciuman). Pernyataan B benar karena frasa ‘buku-buku seolah-olah sedang bercakap-cakap’ memberikan sifat manusia pada benda mati (personifikasi). Pernyataan C benar karena teks mendeskripsikan ‘sinar matahari… memperlihatkan butiran debu yang menari-nari’ (citraan penglihatan). Pernyataan D salah karena deskripsi meja baca bertujuan menggambarkan kesan antik dan usia (estetika deskriptif), bukan untuk menyindir atau menghina secara kasar (sarkasme).
Semoga bermanfaat. (kangjo)
LINK DOWNLOAD:
- Soal dan jawaban TKA bab II Bahasa Indonesia SMP/MTs, silahkan KLIK DISINI!
