Latihan Soal TKA dan Jawaban Mapel Bahasa Indonesia SD/MI Bab III
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: temukan minat tunjukkan bakat
Soal No. 1 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan kanvas putih. Ayah membelikan cat warna warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Tanganku mulai menggerakkan kuas kecil. Warna biru memenuhi bagian atas. Warna hijau untuk bagian bawah. Aku merasa sangat senang sekali. Melukis adalah kegemaranku setiap hari. Ibu bilang aku punya bakat. Aku rajin berlatih setiap sore. Di sekolah, aku ikut lomba. Aku menggambar pemandangan desa kami. Ada sawah dan sungai jernih. Guru memuji hasil karya aku. Aku mendapat juara pertama kemarin. Kamarku penuh dengan hasil lukisan. Ada gambar bunga dan hewan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Bakat ini harus terus diasah. Aku tidak pernah merasa lelah. Menggambar membuat hatiku merasa tenang. Setiap goresan punya cerita sendiri. Aku bangga dengan hobi ini. Teman-teman sering meminta aku menggambar. Aku dengan senang hati membantu. Menemukan minat itu sangat penting. Bakat akan muncul jika ditekuni. Aku akan terus berkarya selalu.
Pertanyaan: Mengapa tokoh Aku berhasil menjadi juara pertama dalam lomba menggambar?
- Karena Ayah membelikan cat baru.
- Karena sering berlatih setiap sore.
- Karena Ibu memuji hasil karyanya.
- Karena guru membantu saat lomba.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan bahwa tokoh Aku rajin berlatih setiap sore dan tidak pernah merasa lelah. Hal ini menunjukkan bahwa latihan rutin adalah faktor utama keberhasilannya meraih juara, bukan sekadar memiliki alat baru atau pujian orang lain.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan kanvas putih. Ayah membelikan cat warna warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Tanganku mulai menggerakkan kuas kecil. Warna biru memenuhi bagian atas. Warna hijau untuk bagian bawah. Aku merasa sangat senang sekali. Melukis adalah kegemaranku setiap hari. Ibu bilang aku punya bakat. Aku rajin berlatih setiap sore. Di sekolah, aku ikut lomba. Aku menggambar pemandangan desa kami. Ada sawah dan sungai jernih. Guru memuji hasil karya aku. Aku mendapat juara pertama kemarin. Kamarku penuh dengan hasil lukisan. Ada gambar bunga dan hewan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Bakat ini harus terus diasah. Aku tidak pernah merasa lelah. Menggambar membuat hatiku merasa tenang. Setiap goresan punya cerita sendiri. Aku bangga dengan hobi ini. Teman-teman sering meminta aku menggambar. Aku dengan senang hati membantu. Menemukan minat itu sangat penting. Bakat akan muncul jika ditekuni. Aku akan terus berkarya selalu.
Pertanyaan: Bagaimana sikap tokoh Aku terhadap kegemaran yang ia miliki?
- Merasa sombong dengan hasil karyanya.
- Merasa cepat lelah saat menggambar.
- Tekun dan sangat mencintai hobinya.
- Hanya menggambar jika disuruh Ibu.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Sikap tokoh Aku terlihat dari kalimat yang menyatakan ia tidak pernah merasa lelah, merasa tenang saat menggambar, dan ingin terus mengasah bakatnya. Ini mencerminkan ketekunan dan rasa cinta terhadap hobinya.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan kanvas putih. Ayah membelikan cat warna warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Tanganku mulai menggerakkan kuas kecil. Warna biru memenuhi bagian atas. Warna hijau untuk bagian bawah. Aku merasa sangat senang sekali. Melukis adalah kegemaranku setiap hari. Ibu bilang aku punya bakat. Aku rajin berlatih setiap sore. Di sekolah, aku ikut lomba. Aku menggambar pemandangan desa kami. Ada sawah dan sungai jernih. Guru memuji hasil karya aku. Aku mendapat juara pertama kemarin. Kamarku penuh dengan hasil lukisan. Ada gambar bunga dan hewan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Bakat ini harus terus diasah. Aku tidak pernah merasa lelah. Menggambar membuat hatiku merasa tenang. Setiap goresan punya cerita sendiri. Aku bangga dengan hobi ini. Teman-teman sering meminta aku menggambar. Aku dengan senang hati membantu. Menemukan minat itu sangat penting. Bakat akan muncul jika ditekuni. Aku akan terus berkarya selalu.
Pertanyaan: Apa pesan utama yang ingin disampaikan melalui teks deskripsi tersebut?
- Bakat akan berkembang jika ditekuni.
- Lomba adalah tujuan utama hobi.
- Menggambar adalah hobi paling hebat.
- Cat warna warni kunci kesuksesan.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Teks tersebut menekankan pentingnya menemukan minat dan menekuni bakat dengan rajin agar membuahkan hasil (menjadi juara dan menghasilkan banyak karya). Pesan ini sesuai dengan tema besar yaitu pengembangan diri melalui minat dan bakat.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan panggung. Jantungku berdetak sangat kencang sekali. Hari ini adalah lomba menggambar. Aku melihat banyak meja kecil. Di sana ada kertas putih. Ada juga krayon warna-warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Menggambar adalah minat utamaku sejak kecil. Aku sering berlatih setiap sore. Ayah membelikan aku buku gambar. Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri. Ruangan ini sangat luas sekali. Lampu-lampu besar menyinari seluruh sudut. Ada banyak peserta yang datang. Mereka membawa peralatan masing-masing. Ada yang membawa cat air. Ada yang membawa pensil warna. Aku hanya membawa krayon kesayanganku. Krayon itu sudah mulai pendek. Namun warnanya masih sangat tajam. Aku mulai menggoreskan warna biru. Aku menggambar langit yang cerah. Kemudian aku menambahkan warna hijau. Itu adalah warna pohon rimbun. Aku ingin menunjukkan bakatku sekarang. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Semua orang melihat ke arahku. Aku tersenyum dengan sangat bangga. Aku yakin akan menjadi juara. Teman-teman memberi aku semangat besar. Aku siap berkarya hari ini.
Pertanyaan: Mengapa tokoh “Aku” tetap merasa bangga saat mulai menggambar?
- Karena krayonnya masih menghasilkan warna tajam.
- Karena ia memiliki banyak teman di sana.
- Karena ia menggunakan cat air yang mahal.
- Karena panggungnya terlihat sangat megah.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Dalam teks dijelaskan bahwa meskipun krayon tokoh sudah mulai pendek, warnanya masih sangat tajam. Hal ini menjadi alasan tokoh merasa bangga dan percaya diri saat menggoreskan warna di kertas.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan panggung. Jantungku berdetak sangat kencang sekali. Hari ini adalah lomba menggambar. Aku melihat banyak meja kecil. Di sana ada kertas putih. Ada juga krayon warna-warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Menggambar adalah minat utamaku sejak kecil. Aku sering berlatih setiap sore. Ayah membelikan aku buku gambar. Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri. Ruangan ini sangat luas sekali. Lampu-lampu besar menyinari seluruh sudut. Ada banyak peserta yang datang. Mereka membawa peralatan masing-masing. Ada yang membawa cat air. Ada yang membawa pensil warna. Aku hanya membawa krayon kesayanganku. Krayon itu sudah mulai pendek. Namun warnanya masih sangat tajam. Aku mulai menggoreskan warna biru. Aku menggambar langit yang cerah. Kemudian aku menambahkan warna hijau. Itu adalah warna pohon rimbun. Aku ingin menunjukkan bakatku sekarang. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Semua orang melihat ke arahku. Aku tersenyum dengan sangat bangga. Aku yakin akan menjadi juara. Teman-teman memberi aku semangat besar. Aku siap berkarya hari ini.
Pertanyaan: Apa bukti bahwa tokoh “Aku” sungguh-sungguh ingin menunjukkan bakatnya?
- Ia berdiri diam di depan panggung.
- Ia sering berlatih pada waktu sore.
- Ia melihat peserta yang membawa pensil.
- Ia menggunakan kertas putih yang lebar.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Bukti kesungguhan tokoh dalam mengembangkan bakat menggambar ditunjukkan melalui kalimat “Aku sering berlatih setiap sore”. Latihan yang rutin merupakan bentuk nyata dari usaha menunjukkan bakat.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan panggung. Jantungku berdetak sangat kencang sekali. Hari ini adalah lomba menggambar. Aku melihat banyak meja kecil. Di sana ada kertas putih. Ada juga krayon warna-warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Menggambar adalah minat utamaku sejak kecil. Aku sering berlatih setiap sore. Ayah membelikan aku buku gambar. Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri. Ruangan ini sangat luas sekali. Lampu-lampu besar menyinari seluruh sudut. Ada banyak peserta yang datang. Mereka membawa peralatan masing-masing. Ada yang membawa cat air. Ada yang membawa pensil warna. Aku hanya membawa krayon kesayanganku. Krayon itu sudah mulai pendek. Namun warnanya masih sangat tajam. Aku mulai menggoreskan warna biru. Aku menggambar langit yang cerah. Kemudian aku menambahkan warna hijau. Itu adalah warna pohon rimbun. Aku ingin menunjukkan bakatku sekarang. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Semua orang melihat ke arahku. Aku tersenyum dengan sangat bangga. Aku yakin akan menjadi juara. Teman-teman memberi aku semangat besar. Aku siap berkarya hari ini.
Pertanyaan: Apa dampak pujian ibu terhadap perasaan tokoh “Aku” dalam teks tersebut?
- Membuat ia merasa sangat percaya diri.
- Membuat ia ingin membeli krayon baru.
- Membuat ia merasa takut pada lomba.
- Membuat ia rajin membantu ayah bekerja.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Teks secara eksplisit menyebutkan urutan peristiwa: “Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri.” Ini menunjukkan bahwa pujian ibu berdampak langsung pada rasa percaya diri tokoh.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku suka menggambar. Kamarku penuh kertas gambar. Ada gambar pohon. Ada gambar gunung. Ada gambar robot. Ibu melihat gambarku. Ibu tersenyum bangga. Ibu mengajakku ke sanggar. Sanggar itu sangat luas. Dindingnya berwarna putih bersih. Banyak anak sedang melukis. Ada yang melukis bunga. Ada yang melukis awan. Bau cat tercium wangi. Kuas-kuas tertata rapi. Meja kayu berjajar lurus. Guru lukis menyapaku ramah. Beliau memberi aku kanvas. Kanvas itu kasar sekali. Aku mulai menggores warna. Merah, kuning, dan biru. Hatiku merasa sangat senang. Aku menemukan hobi baru. Inilah tempat bakatku tumbuh. Aku ingin jadi pelukis. Melukis adalah dunia baruku. Aku belajar setiap hari. Teman-temanku sangat hebat. Kami saling membantu. Sanggar ini sangat nyaman. Cahaya lampu sangat terang. Jendela besar menghadap taman. Bunga mawar mekar indah. Angin sejuk masuk ruangan. Aku betah di sini.
Pertanyaan: Apa yang terlihat pada dinding sanggar tersebut?
- Kertas gambar robot.
- Lukisan bunga mawar.
- Warna putih bersih.
- Foto para pelukis.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Dalam teks disebutkan secara tersurat pada kalimat ke-11 bahwa ‘Dindingnya berwarna putih bersih’. Pilihan A adalah isi kamar Budi, pilihan B adalah pemandangan di taman, dan pilihan D tidak disebutkan dalam teks.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku suka menggambar. Kamarku penuh kertas gambar. Ada gambar pohon. Ada gambar gunung. Ada gambar robot. Ibu melihat gambarku. Ibu tersenyum bangga. Ibu mengajakku ke sanggar. Sanggar itu sangat luas. Dindingnya berwarna putih bersih. Banyak anak sedang melukis. Ada yang melukis bunga. Ada yang melukis awan. Bau cat tercium wangi. Kuas-kuas tertata rapi. Meja kayu berjajar lurus. Guru lukis menyapaku ramah. Beliau memberi aku kanvas. Kanvas itu kasar sekali. Aku mulai menggores warna. Merah, kuning, dan biru. Hatiku merasa sangat senang. Aku menemukan hobi baru. Inilah tempat bakatku tumbuh. Aku ingin jadi pelukis. Melukis adalah dunia baruku. Aku belajar setiap hari. Teman-temanku sangat hebat. Kami saling membantu. Sanggar ini sangat nyaman. Cahaya lampu sangat terang. Jendela besar menghadap taman. Bunga mawar mekar indah. Angin sejuk masuk ruangan. Aku betah di sini.
Pertanyaan: Mengapa Ibu mengajak Budi pergi ke sanggar?
- Ingin merapikan kamar yang penuh.
- Melihat bakat menggambar milik Budi.
- Hendak membeli sebuah lukisan bunga.
- Bosan melihat banyak gambar robot.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Kesimpulan ini diambil dari rangkaian peristiwa: Budi suka menggambar, kamarnya penuh gambar, dan Ibu tersenyum bangga melihat hasil karyanya sebelum mengajaknya ke sanggar. Ini menunjukkan Ibu ingin mendukung bakat Budi.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku suka menggambar. Kamarku penuh kertas gambar. Ada gambar pohon. Ada gambar gunung. Ada gambar robot. Ibu melihat gambarku. Ibu tersenyum bangga. Ibu mengajakku ke sanggar. Sanggar itu sangat luas. Dindingnya berwarna putih bersih. Banyak anak sedang melukis. Ada yang melukis bunga. Ada yang melukis awan. Bau cat tercium wangi. Kuas-kuas tertata rapi. Meja kayu berjajar lurus. Guru lukis menyapaku ramah. Beliau memberi aku kanvas. Kanvas itu kasar sekali. Aku mulai menggores warna. Merah, kuning, dan biru. Hatiku merasa sangat senang. Aku menemukan hobi baru. Inilah tempat bakatku tumbuh. Aku ingin jadi pelukis. Melukis adalah dunia baruku. Aku belajar setiap hari. Teman-temanku sangat hebat. Kami saling membantu. Sanggar ini sangat nyaman. Cahaya lampu sangat terang. Jendela besar menghadap taman. Bunga mawar mekar indah. Angin sejuk masuk ruangan. Aku betah di sini.
Pertanyaan: Apa yang dapat kita teladani dari sikap Budi?
- Memajang hasil karya di kamar.
- Menunggu ajakan ibu untuk belajar.
- Semangat berlatih mengasah bakat sendiri.
- Menggunakan peralatan melukis yang mahal.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Budi menunjukkan sikap positif dengan rajin menggambar di kamar hingga akhirnya berlatih di sanggar setiap hari untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pelukis. Hal ini mencerminkan semangat dalam mengasah bakat.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Ruang Lukis Kecilku. Aku suka sekali menggambar. Setiap hari aku membawa buku. Aku menggambar pemandangan sawah. Aku juga menggambar kucing putih. Kamarku penuh dengan coretan warna. Ayah membelikan aku cat air. Ibu memberikan aku kuas halus. Aku merasa sangat bahagia saat melukis. Awalnya aku merasa ragu. Teman-temanku mahir bermain bola kaki. Mereka berlari sangat kencang sekali. Aku hanya diam di pojok. Aku asyik mewarnai kertas putih. Suatu hari ada lomba lukis. Ibu guru mengajak aku ikut. Aku mulai menyiapkan peralatan gambar. Aku mencampur warna biru dan kuning. Hasilnya menjadi warna hijau segar. Aku melukis hutan yang lebat. Pohon-pohon berdiri dengan sangat gagah. Burung-burung terbang di langit biru. Aku menang juara pertama lomba. Semua orang bertepuk tangan meriah. Aku sangat bangga pada diriku. Kini aku tahu minatku besar. Melukis adalah bakat terpendam aku. Aku akan terus rajin berlatih. Bakat ini harus terus dikembangkan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Dunia akan melihat karya indahku. Setiap goresan warna punya cerita sendiri. Aku rajin mengikuti sanggar lukis. Di sana aku belajar banyak teknik. Lukisanku kini semakin terlihat hidup. Teman memuji gambar burung aku. Hati rasanya damai saat memegang kuas.
Pertanyaan: Berdasarkan cerita tersebut, apa yang paling penting dilakukan agar bakat seseorang dapat berkembang dengan baik?
- Menunggu orang lain memberikan peralatan.
- Membandingkan kemampuan diri dengan teman.
- Berlatih dengan rajin dan percaya diri.
- Mengikuti semua jenis lomba yang ada.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Dalam teks dijelaskan bahwa tokoh ‘Aku’ awalnya ragu karena berbeda dengan teman-temannya. Namun, setelah mencoba ikut lomba dan menang, ia bertekad untuk terus rajin berlatih agar bakatnya berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa kunci pengembangan bakat adalah latihan yang tekun dan rasa percaya diri, bukan sekadar menunggu bantuan atau membandingkan diri dengan orang lain.
