Latihan Soal TKA dan Jawaban Mahasa Indonesia SD/MI Bab II
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: nusantara berjuta cerita
Soal No. 1 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa pesisir. Nama panggilanku adalah Wayan. Rumahku dekat pantai berpasir putih. Laut biru membentang sangat luas. Ikan-ikan menari di sela terumbu. Aku bangga menjadi anak Nusantara. Pagi ini aku bangun awal. Aku membawa karung besar. Hari ini ada kerja bakti. Warga membersihkan sampah di pantai. Banyak botol plastik berserakan. Sampah itu sangat berbahaya. Penyu mengira plastik itu ubur-ubur. Ikan mati karena makan plastik. Aku memungut sampah dengan semangat. Kakiku menginjak pasir yang hangat. Matahari mulai naik perlahan. Karungku sekarang sudah terasa berat. Teman-temanku juga bekerja keras. Kami ingin laut tetap bersih. Laut adalah sumber kehidupan kami. Ayahku adalah seorang nelayan. Jika laut kotor, ikan pergi. Kami harus menjaga alam ini. Nusantara memiliki sejuta cerita indah. Cerita itu harus tetap lestari. Aku tersenyum melihat pantai bersih. Tugas kami belum selesai sepenuhnya. Kami harus terus menjaga lingkungan. Alam memberikan kita banyak hal. Kita tidak boleh merusaknya. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Esok kami akan datang lagi. Pantai ini harus selalu cantik. Aku mencintai tanah airku.
Pertanyaan: Wayan merasa tindakan membersihkan pantai sangat penting karena ….
- ayahnya bekerja sebagai nelayan
- dia ingin mengumpulkan botol plastik
- matahari pagi membuatnya bersemangat
- teman-temannya bekerja sangat keras
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Dalam teks disebutkan bahwa ayah Wayan adalah seorang nelayan dan laut adalah sumber kehidupan mereka. Jika laut kotor, ikan akan pergi, yang secara langsung memengaruhi mata pencaharian keluarganya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pantai sangat penting bagi kelangsungan hidup keluarga Wayan.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa pesisir. Nama panggilanku adalah Wayan. Rumahku dekat pantai berpasir putih. Laut biru membentang sangat luas. Ikan-ikan menari di sela terumbu. Aku bangga menjadi anak Nusantara. Pagi ini aku bangun awal. Aku membawa karung besar. Hari ini ada kerja bakti. Warga membersihkan sampah di pantai. Banyak botol plastik berserakan. Sampah itu sangat berbahaya. Penyu mengira plastik itu ubur-ubur. Ikan mati karena makan plastik. Aku memungut sampah dengan semangat. Kakiku menginjak pasir yang hangat. Matahari mulai naik perlahan. Karungku sekarang sudah terasa berat. Teman-temanku juga bekerja keras. Kami ingin laut tetap bersih. Laut adalah sumber kehidupan kami. Ayahku adalah seorang nelayan. Jika laut kotor, ikan pergi. Kami harus menjaga alam ini. Nusantara memiliki sejuta cerita indah. Cerita itu harus tetap lestari. Aku tersenyum melihat pantai bersih. Tugas kami belum selesai sepenuhnya. Kami harus terus menjaga lingkungan. Alam memberikan kita banyak hal. Kita tidak boleh merusaknya. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Esok kami akan datang lagi. Pantai ini harus selalu cantik. Aku mencintai tanah airku.
Pertanyaan: Sampah plastik sangat berbahaya bagi penyu karena ….
- dapat menjerat tubuh penyu
- dikira sebagai ubur-ubur
- menghalangi penyu bertelur
- membuat penyu menjauh
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Berdasarkan teks, terdapat kalimat eksplisit yang menyatakan bahwa ‘Penyu bisa mengira plastik itu ubur-ubur’. Hal ini menjelaskan bahaya plastik karena dapat tertelan oleh penyu yang mengiranya sebagai makanan.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa pesisir. Nama panggilanku adalah Wayan. Rumahku dekat pantai berpasir putih. Laut biru membentang sangat luas. Ikan-ikan menari di sela terumbu. Aku bangga menjadi anak Nusantara. Pagi ini aku bangun awal. Aku membawa karung besar. Hari ini ada kerja bakti. Warga membersihkan sampah di pantai. Banyak botol plastik berserakan. Sampah itu sangat berbahaya. Penyu mengira plastik itu ubur-ubur. Ikan mati karena makan plastik. Aku memungut sampah dengan semangat. Kakiku menginjak pasir yang hangat. Matahari mulai naik perlahan. Karungku sekarang sudah terasa berat. Teman-temanku juga bekerja keras. Kami ingin laut tetap bersih. Laut adalah sumber kehidupan kami. Ayahku adalah seorang nelayan. Jika laut kotor, ikan pergi. Kami harus menjaga alam ini. Nusantara memiliki sejuta cerita indah. Cerita itu harus tetap lestari. Aku tersenyum melihat pantai bersih. Tugas kami belum selesai sepenuhnya. Kami harus terus menjaga lingkungan. Alam memberikan kita banyak hal. Kita tidak boleh merusaknya. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Esok kami akan datang lagi. Pantai ini harus selalu cantik. Aku mencintai tanah airku.
Pertanyaan: Berdasarkan cerita tersebut, kita harus ….
- rajin bangun pagi
- menjaga kelestarian alam
- membantu pekerjaan ayah
- mengumpulkan botol plastik
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Amanat utama dari cerita ini adalah pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya laut dan pantai, agar tetap bersih dan lestari untuk masa depan. Pilihan B mencakup seluruh inti kegiatan yang dilakukan Wayan dan warga desa.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan gapura kayu. Namanya Desa Sade, di Pulau Lombok. Rumah-rumah di sini sangat unik. Atapnya terbuat dari alang-alang kering. Lantainya berasal dari tanah liat. Aku melihat ibu-ibu sedang menenun. Mereka duduk di teras rumah. Tangan mereka lincah menggerakkan kayu. Benang warna-warni berubah jadi kain. Kain itu bernama kain songket. Ibu guru bilang ini warisan budaya. Aku mencoba memegang benang itu. Teksturnya terasa kasar namun kuat. Bau benang itu sangat khas. Aku merasa bangga menjadi anak Indonesia. Nusantara memang punya banyak cerita hebat. Aku ingin belajar menenun nanti. Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama. Ibu penenun tersenyum ramah padaku. Dia memberiku sepotong kain kecil. Aku menyimpannya dengan sangat hati-hati. Ini adalah kenang-kenangan yang berharga. Aku akan bercerita pada teman-teman. Indonesia sungguh kaya akan budaya. Kita harus menjaga warisan ini. Budaya kita adalah identitas bangsa. Mari kita lestarikan budaya Nusantara ini. Kita jaga bersama dengan rasa cinta.
Pertanyaan: Mengapa menenun kain songket membutuhkan waktu yang lama?
- Karena benang yang digunakan kasar.
- Karena membutuhkan kesabaran yang tinggi.
- Karena dikerjakan di atas tanah liat.
- Karena menggunakan alat dari kayu.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Di dalam teks disebutkan bahwa ‘Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama.’ Hal ini menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antara tingkat kesabaran yang diperlukan dengan durasi pengerjaan kain tersebut.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan gapura kayu. Namanya Desa Sade, di Pulau Lombok. Rumah-rumah di sini sangat unik. Atapnya terbuat dari alang-alang kering. Lantainya berasal dari tanah liat. Aku melihat ibu-ibu sedang menenun. Mereka duduk di teras rumah. Tangan mereka lincah menggerakkan kayu. Benang warna-warni berubah jadi kain. Kain itu bernama kain songket. Ibu guru bilang ini warisan budaya. Aku mencoba memegang benang itu. Teksturnya terasa kasar namun kuat. Bau benang itu sangat khas. Aku merasa bangga menjadi anak Indonesia. Nusantara memang punya banyak cerita hebat. Aku ingin belajar menenun nanti. Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama. Ibu penenun tersenyum ramah padaku. Dia memberiku sepotong kain kecil. Aku menyimpannya dengan sangat hati-hati. Ini adalah kenang-kenangan yang berharga. Aku akan bercerita pada teman-teman. Indonesia sungguh kaya akan budaya. Kita harus menjaga warisan ini. Budaya kita adalah identitas bangsa. Mari kita lestarikan budaya Nusantara ini. Kita jaga bersama dengan rasa cinta.
Pertanyaan: Bagian rumah di Desa Sade yang terbuat dari bahan tanah liat adalah ….
- atap rumah
- teras rumah
- lantai rumah
- dinding rumah
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Sesuai dengan isi teks pada kalimat kelima, dinyatakan secara tersurat bahwa ‘Lantainya berasal dari tanah liat.’ Sementara itu, atap terbuat dari alang-alang kering.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan gapura kayu. Namanya Desa Sade, di Pulau Lombok. Rumah-rumah di sini sangat unik. Atapnya terbuat dari alang-alang kering. Lantainya berasal dari tanah liat. Aku melihat ibu-ibu sedang menenun. Mereka duduk di teras rumah. Tangan mereka lincah menggerakkan kayu. Benang warna-warni berubah jadi kain. Kain itu bernama kain songket. Ibu guru bilang ini warisan budaya. Aku mencoba memegang benang itu. Teksturnya terasa kasar namun kuat. Bau benang itu sangat khas. Aku merasa bangga menjadi anak Indonesia. Nusantara memang punya banyak cerita hebat. Aku ingin belajar menenun nanti. Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama. Ibu penenun tersenyum ramah padaku. Dia memberiku sepotong kain kecil. Aku menyimpannya dengan sangat hati-hati. Ini adalah kenang-kenangan yang berharga. Aku akan bercerita pada teman-teman. Indonesia sungguh kaya akan budaya. Kita harus menjaga warisan ini. Budaya kita adalah identitas bangsa. Mari kita lestarikan budaya Nusantara ini. Kita jaga bersama dengan rasa cinta.
Pertanyaan: Sikap yang menunjukkan rasa bangga tokoh “Aku” terhadap budaya Nusantara adalah ….
- menyimpan kenang-kenangan kain dengan hati-hati
- memegang benang yang teksturnya terasa kasar
- melihat ibu-ibu yang sedang duduk di teras
- berdiri di depan gapura kayu yang sangat unik
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Tokoh “Aku” menunjukkan rasa bangga dan apresiasi melalui tindakannya menyimpan kain pemberian penenun dengan sangat hati-hati dan menganggapnya sebagai kenang-kenangan yang berharga. Pilihan lain hanyalah aktivitas pengamatan fisik biasa.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Nama lengkapku adalah Adi. Aku tinggal di Papua. Hari ini Mama mengajariku. Mama membuat tas noken. Noken dibuat dari serat kayu. Serat kayu itu sangat kuat. Mama mengambil serat dari hutan. Kami membersihkan serat itu dulu. Lalu Mama mulai menganyam. Jari Mama sangat lincah. Aku mencoba mengikutinya. Ternyata menganyam itu sulit. Tanganku terasa sedikit kaku. Mama tersenyum melihatku. “Sabar, Adi,” kata Mama. Noken ini warisan leluhur kita. Kita harus terus menjaganya. Noken digunakan untuk membawa barang. Bisa juga untuk membawa bayi. Aku ingin mahir menganyam. Aku ingin melestarikan noken. Noken adalah identitas kami. Aku bangga menjadi anak Papua. Warisan ini sangat berharga. Aku terus berlatih setiap hari. Akhirnya, noken kecilku selesai. Aku merasa sangat senang sekali. Noken ini akan kusimpan baik. Ini bukti cintaku pada budaya. Budaya Papua sangatlah indah. Banyak cerita di dalam noken. Setiap anyaman punya makna. Mama bilang noken simbol kehidupan. Aku berjanji akan menjaganya. Kelak aku akan mengajar adik. Mari kita jaga budaya kita. Nusantara punya banyak cerita unik.
Pertanyaan: Mengapa tokoh Aku merasa kesulitan saat belajar menganyam noken?
- Serat kayu sangat sulit dicari.
- Tangan tokoh terasa sedikit kaku.
- Mama tidak mau membantu menganyam.
- Jari Mama bergerak terlalu cepat.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan secara tersurat pada kalimat ‘Tanganku terasa sedikit kaku’ sebagai alasan mengapa tokoh Aku merasa kesulitan mengikuti gerakan Mama saat menganyam.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Nama lengkapku adalah Adi. Aku tinggal di Papua. Hari ini Mama mengajariku. Mama membuat tas noken. Noken dibuat dari serat kayu. Serat kayu itu sangat kuat. Mama mengambil serat dari hutan. Kami membersihkan serat itu dulu. Lalu Mama mulai menganyam. Jari Mama sangat lincah. Aku mencoba mengikutinya. Ternyata menganyam itu sulit. Tanganku terasa sedikit kaku. Mama tersenyum melihatku. “Sabar, Adi,” kata Mama. Noken ini warisan leluhur kita. Kita harus terus menjaganya. Noken digunakan untuk membawa barang. Bisa juga untuk membawa bayi. Aku ingin mahir menganyam. Aku ingin melestarikan noken. Noken adalah identitas kami. Aku bangga menjadi anak Papua. Warisan ini sangat berharga. Aku terus berlatih setiap hari. Akhirnya, noken kecilku selesai. Aku merasa sangat senang sekali. Noken ini akan kusimpan baik. Ini bukti cintaku pada budaya. Budaya Papua sangatlah indah. Banyak cerita di dalam noken. Setiap anyaman punya makna. Mama bilang noken simbol kehidupan. Aku berjanji akan menjaganya. Kelak aku akan mengajar adik. Mari kita jaga budaya kita. Nusantara punya banyak cerita unik.
Pertanyaan: Apa nilai utama yang ingin disampaikan Mama kepada Adi melalui kegiatan menganyam noken?
- Pentingnya mencari kayu di hutan.
- Kewajiban membantu pekerjaan orang tua.
- Semangat menjaga warisan budaya leluhur.
- Cara membawa bayi dengan tas kain.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Mama menjelaskan bahwa noken adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga, yang merujuk pada nilai pelestarian budaya.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Nama lengkapku adalah Adi. Aku tinggal di Papua. Hari ini Mama mengajariku. Mama membuat tas noken. Noken dibuat dari serat kayu. Serat kayu itu sangat kuat. Mama mengambil serat dari hutan. Kami membersihkan serat itu dulu. Lalu Mama mulai menganyam. Jari Mama sangat lincah. Aku mencoba mengikutinya. Ternyata menganyam itu sulit. Tanganku terasa sedikit kaku. Mama tersenyum melihatku. “Sabar, Adi,” kata Mama. Noken ini warisan leluhur kita. Kita harus terus menjaganya. Noken digunakan untuk membawa barang. Bisa juga untuk membawa bayi. Aku ingin mahir menganyam. Aku ingin melestarikan noken. Noken adalah identitas kami. Aku bangga menjadi anak Papua. Warisan ini sangat berharga. Aku terus berlatih setiap hari. Akhirnya, noken kecilku selesai. Aku merasa sangat senang sekali. Noken ini akan kusimpan baik. Ini bukti cintaku pada budaya. Budaya Papua sangatlah indah. Banyak cerita di dalam noken. Setiap anyaman punya makna. Mama bilang noken simbol kehidupan. Aku berjanji akan menjaganya. Kelak aku akan mengajar adik. Mari kita jaga budaya kita. Nusantara punya banyak cerita unik.
Pertanyaan: Manakah tindakan tokoh Aku yang menunjukkan sikap cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengambil serat kayu di hutan.
- Berlatih menganyam noken setiap hari.
- Membersihkan serat kayu bersama Mama.
- Membawa barang dengan tas noken.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Sikap cinta tanah air ditunjukkan dengan upaya melestarikan budaya lokal. Berlatih menganyam setiap hari adalah bentuk nyata usaha tokoh Aku untuk melestarikan noken sebagai identitas budayanya.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku duduk di teras rumah kayu. Nenek sedang merajut tas noken tradisional. Tas itu terbuat dari serat kayu hutan. Nenek sangat sabar dan teliti merajutnya. Jari-jari nenek bergerak dengan sangat lincah. Aku selalu memperhatikan setiap simpul benang itu. Nenek bilang noken itu adalah warisan. Noken melambangkan nilai kebersamaan dan kerja keras. Aku ingin sekali belajar merajut noken. Nenek tersenyum lebar melihat semangat besar dariku. Nenek memberikan seikat serat kayu yang halus. Aku mulai mencoba membuat simpul pertama. Ternyata membuat noken itu memang sangat sulit. Tanganku terasa sangat kaku dan juga lelah. Namun, aku sungguh tidak mau menyerah sekarang. Aku ingin terus melestarikan budaya asli Papua. Nenek terus memberi banyak petunjuk penting padaku. Sore hari, noken buatanku sudah hampir jadi. Bentuknya memang masih belum terlalu rapi sekali. Nenek tetap memuji hasil karya tangan pertamaku. Aku merasa sangat senang dan bangga hari ini. Cerita nusantara ada di dalam tas ini. Warisan leluhur ini harus terus kita jaga. Noken adalah identitas bagi masyarakat di Papua. Aku berjanji akan terus belajar sampai mahir.
Pertanyaan: Tokoh “Aku” tetap berusaha merajut noken meskipun merasa kesulitan karena ….
- ingin mendapat pujian dari nenek
- berniat menjaga warisan budaya Papua
- memiliki banyak persediaan serat kayu
- merasa tas buatannya sudah rapi
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Tokoh “Aku” memiliki motivasi kuat untuk tetap merajut noken meskipun tangannya terasa kaku dan lelah. Hal ini secara tersurat disebutkan dalam teks bahwa tokoh tersebut ingin melestarikan budaya asli Papua. Pilihan A, C, dan D tidak didukung oleh fakta yang menjadi alasan utama tokoh tersebut tetap berusaha keras dalam teks.
Semoga bermanfaat. Kangjo)
LINK DOWNLOAD:
- Soal TKA dan jawaban Mapel Bahasa Indonesia Bab II, silahkan KLIK DISINI!
