Latihan Soal dan Jawaban TKA SD/MI Bahasa Indonesia Bab I
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: anak-anak yang akan mengubah dunia
Soal No. 1 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Adi. Aku tinggal di desa. Desa kami punya banyak sampah. Sampah plastik menyumbat selokan desa. Bau sampah sangat mengganggu kami. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman sekolahku. Kami sepakat memungut sampah plastik. Setiap sore kami berkeliling desa. Kami membawa karung besar sekali. Awalnya orang dewasa hanya menonton. Beberapa orang bahkan menertawakan kami. Mereka pikir kami sedang bermain. Kami tidak menyerah sama sekali. Kami terus bekerja setiap hari. Kami juga membuat tempat sampah. Kami menghias tempat sampah itu. Sekarang desa kami sangat bersih. Selokan desa mengalir dengan lancar. Ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi. Pak Lurah sangat bangga. Beliau memuji kerja keras kami. Kami memang masih anak kecil. Namun kami ingin mengubah dunia. Kami memulai dari desa kami. Langkah kecil kami membawa perubahan. Masa depan bumi ada pada kami. Mari kita mulai sekarang juga. Kami ingin lingkungan kami sehat. Udara desa terasa lebih segar. Semua orang merasa sangat senang. Kami bangga menjadi anak Indonesia.
Pertanyaan: Mengapa orang dewasa awalnya menertawakan Adi dan teman-temannya?
- Mereka sedang bermain karung.
- Mereka dianggap hanya sedang bermain.
- Mereka membawa karung yang besar.
- Mereka tidak bisa membersihkan desa.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Berdasarkan teks, orang dewasa menertawakan Adi dan teman-temannya karena mengira anak-anak tersebut sedang bermain, bukan sedang melakukan kegiatan serius untuk membersihkan desa.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Adi. Aku tinggal di desa. Desa kami punya banyak sampah. Sampah plastik menyumbat selokan desa. Bau sampah sangat mengganggu kami. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman sekolahku. Kami sepakat memungut sampah plastik. Setiap sore kami berkeliling desa. Kami membawa karung besar sekali. Awalnya orang dewasa hanya menonton. Beberapa orang bahkan menertawakan kami. Mereka pikir kami sedang bermain. Kami tidak menyerah sama sekali. Kami terus bekerja setiap hari. Kami juga membuat tempat sampah. Kami menghias tempat sampah itu. Sekarang desa kami sangat bersih. Selokan desa mengalir dengan lancar. Ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi. Pak Lurah sangat bangga. Beliau memuji kerja keras kami. Kami memang masih anak kecil. Namun kami ingin mengubah dunia. Kami memulai dari desa kami. Langkah kecil kami membawa perubahan. Masa depan bumi ada pada kami. Mari kita mulai sekarang juga. Kami ingin lingkungan kami sehat. Udara desa terasa lebih segar. Semua orang merasa sangat senang. Kami bangga menjadi anak Indonesia.
Pertanyaan: Apa yang membuktikan bahwa tindakan Adi berhasil ….
- pak lurah memberikan hadiah uang
- ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi
- orang dewasa ikut memungut sampah
- desa menjadi tempat bermain baru
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Keberhasilan tindakan Adi dibuktikan dengan kembalinya ekosistem alami di selokan desa, yaitu ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi setelah sampah plastik dibersihkan.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Adi. Aku tinggal di desa. Desa kami punya banyak sampah. Sampah plastik menyumbat selokan desa. Bau sampah sangat mengganggu kami. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman sekolahku. Kami sepakat memungut sampah plastik. Setiap sore kami berkeliling desa. Kami membawa karung besar sekali. Awalnya orang dewasa hanya menonton. Beberapa orang bahkan menertawakan kami. Mereka pikir kami sedang bermain. Kami tidak menyerah sama sekali. Kami terus bekerja setiap hari. Kami juga membuat tempat sampah. Kami menghias tempat sampah itu. Sekarang desa kami sangat bersih. Selokan desa mengalir dengan lancar. Ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi. Pak Lurah sangat bangga. Beliau memuji kerja keras kami. Kami memang masih anak kecil. Namun kami ingin mengubah dunia. Kami memulai dari desa kami. Langkah kecil kami membawa perubahan. Masa depan bumi ada pada kami. Mari kita mulai sekarang juga. Kami ingin lingkungan kami sehat. Udara desa terasa lebih segar. Semua orang merasa sangat senang. Kami bangga menjadi anak Indonesia.
Pertanyaan: Pesan utama yang ingin disampaikan tokoh “Aku” melalui cerita tersebut adalah ….
- anak kecil harus selalu bermain
- ikan hanya hidup di desa bersih
- langkah kecil dapat mengubah dunia
- orang dewasa harus memuji anak-anak
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Teks tersebut menekankan bahwa meskipun dilakukan oleh anak-anak melalui langkah kecil (memungut sampah), tindakan tersebut mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan dan masa depan.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa kecil. Rumahku di tepi sungai. Dahulu air sungai sangat jernih. Sekarang air sungai sangat kotor. Banyak sampah plastik di sana. Aku merasa sangat sedih. Ikan kecil tidak berenang bebas. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mulai mengambil sampah plastik. Aku menggunakan galah bambu panjang. Teman-temanku melihat aksi aku. Mereka datang ikut membantu aku. Kami bekerja setiap hari Minggu. Kami mengumpulkan banyak tas plastik. Kami juga membuat papan kayu. Papan berisi larangan buang sampah. Awalnya warga hanya melihat kami. Namun mereka mulai berubah sekarang. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Air sungai perlahan bersih kembali. Ikan mulai muncul di permukaan. Kami hanya anak-anak kecil biasa. Namun kami bisa menjaga bumi. Dunia menjadi lebih baik sekarang. Aksi kecil membawa hasil besar. Kami merasa sangat bangga. Kami ingin semua orang peduli. Alam adalah rumah bagi kita. Kita harus menjaga rumah kita. Jangan biarkan sampah merusak alam. Mari kita mulai dari sekarang. Masa depan ada di tangan kita.
Pertanyaan: Tindakan tokoh “Aku” dan teman-temannya dapat disebut sebagai upaya mengubah dunia karena ….
- mereka berhasil membersihkan semua sungai
- mereka bekerja setiap hari Minggu
- aksi mereka memengaruhi perilaku warga
- mereka menggunakan galah bambu panjang
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Tindakan tokoh “Aku” dikatakan dapat mengubah dunia karena aksi kecil yang mereka lakukan di lingkungan sekitar ternyata mampu mengubah perilaku warga desa yang awalnya membuang sampah sembarangan menjadi peduli lingkungan. Perubahan perilaku masyarakat merupakan fondasi penting untuk perubahan yang lebih besar di dunia.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa kecil. Rumahku di tepi sungai. Dahulu air sungai sangat jernih. Sekarang air sungai sangat kotor. Banyak sampah plastik di sana. Aku merasa sangat sedih. Ikan kecil tidak berenang bebas. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mulai mengambil sampah plastik. Aku menggunakan galah bambu panjang. Teman-temanku melihat aksi aku. Mereka datang ikut membantu aku. Kami bekerja setiap hari Minggu. Kami mengumpulkan banyak tas plastik. Kami juga membuat papan kayu. Papan berisi larangan buang sampah. Awalnya warga hanya melihat kami. Namun mereka mulai berubah sekarang. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Air sungai perlahan bersih kembali. Ikan mulai muncul di permukaan. Kami hanya anak-anak kecil biasa. Namun kami bisa menjaga bumi. Dunia menjadi lebih baik sekarang. Aksi kecil membawa hasil besar. Kami merasa sangat bangga. Kami ingin semua orang peduli. Alam adalah rumah bagi kita. Kita harus menjaga rumah kita. Jangan biarkan sampah merusak alam. Mari kita mulai dari sekarang. Masa depan ada di tangan kita.
Pertanyaan: Warga desa akhirnya berhenti membuang sampah ke sungai karena ….
- mereka takut kepada tokoh “Aku”
- mereka melihat kesungguhan para anak
- mereka ingin menangkap ikan besar
- mereka ingin mendapatkan pujian warga
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Berdasarkan alur cerita, warga desa mulai berubah setelah melihat aksi konsisten anak-anak yang membersihkan sungai dan memasang papan larangan. Hal ini menunjukkan bahwa kesungguhan dan keteladanan dari anak-anak tersebut menyentuh hati warga untuk ikut menjaga kebersihan.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa kecil. Rumahku di tepi sungai. Dahulu air sungai sangat jernih. Sekarang air sungai sangat kotor. Banyak sampah plastik di sana. Aku merasa sangat sedih. Ikan kecil tidak berenang bebas. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mulai mengambil sampah plastik. Aku menggunakan galah bambu panjang. Teman-temanku melihat aksi aku. Mereka datang ikut membantu aku. Kami bekerja setiap hari Minggu. Kami mengumpulkan banyak tas plastik. Kami juga membuat papan kayu. Papan berisi larangan buang sampah. Awalnya warga hanya melihat kami. Namun mereka mulai berubah sekarang. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Air sungai perlahan bersih kembali. Ikan mulai muncul di permukaan. Kami hanya anak-anak kecil biasa. Namun kami bisa menjaga bumi. Dunia menjadi lebih baik sekarang. Aksi kecil membawa hasil besar. Kami merasa sangat bangga. Kami ingin semua orang peduli. Alam adalah rumah bagi kita. Kita harus menjaga rumah kita. Jangan biarkan sampah merusak alam. Mari kita mulai dari sekarang. Masa depan ada di tangan kita.
Pertanyaan: Pesan utama yang ingin disampaikan melalui cerita tersebut adalah ….
- anak kecil tidak perlu bekerja
- lingkungan adalah tanggung jawab orang tua
- langkah kecil dapat membawa kebaikan
- sampah plastik sangat mudah dibersihkan
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Cerita tersebut menekankan bahwa meskipun dilakukan oleh anak-anak dengan tindakan sederhana (langkah kecil), hal tersebut dapat memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar (kebaikan bersama).
Soal No. 7 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku tinggal di desa asri. Namun, sungai kami kini kotor. Banyak sampah plastik di sana. Teman-temanku hanya diam saja. Aku merasa sangat sedih. Aku ingin sungai kembali bersih. Aku mulai mengambil sampah plastik. Awalnya, aku sendirian saja. Orang-orang dewasa menertawakanku. Mereka bilang itu sia-sia. Aku tidak menyerah. Aku terus memungut sampah. Setiap sore aku ke sungai. Temanku, Siti, mulai datang membantu. Dia membawa karung besar. Kami bekerja sama setiap hari. Kemudian, Edo juga ikut membantu. Kami memilah semua sampah plastik. Sampah itu kami jadikan kerajinan. Kami membuat pot bunga lucu. Kami menjual pot itu di pasar. Uang hasilnya untuk membeli bibit. Kami menanam pohon di pinggir sungai. Warga desa mulai ikut sadar. Mereka tidak lagi membuang sampah. Sekarang sungai kami jernih lagi. Ikan-ikan kecil mulai berenang kembali. Aku sangat bahagia melihatnya. Kami anak-anak bisa menjaga alam. Kami ingin mengubah dunia ini. Perubahan besar mulai langkah kecil. Kami akan terus menjaga desa.
Pertanyaan: Mengapa tokoh “Aku” tetap memungut sampah meskipun ditertawakan orang dewasa?
- Karena ingin mendapatkan uang banyak.
- Karena merasa sedih melihat sungai kotor.
- Karena disuruh oleh teman-temannya.
- Karena ingin membuat pot bunga saja.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan bahwa tokoh “Aku” merasa sangat sedih melihat sungai yang kotor dan ingin sungai kembali bersih. Meskipun ditertawakan, keinginan untuk membersihkan sungai inilah yang memotivasi tindakannya.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku tinggal di desa asri. Namun, sungai kami kini kotor. Banyak sampah plastik di sana. Teman-temanku hanya diam saja. Aku merasa sangat sedih. Aku ingin sungai kembali bersih. Aku mulai mengambil sampah plastik. Awalnya, aku sendirian saja. Orang-orang dewasa menertawakanku. Mereka bilang itu sia-sia. Aku tidak menyerah. Aku terus memungut sampah. Setiap sore aku ke sungai. Temanku, Siti, mulai datang membantu. Dia membawa karung besar. Kami bekerja sama setiap hari. Kemudian, Edo juga ikut membantu. Kami memilah semua sampah plastik. Sampah itu kami jadikan kerajinan. Kami membuat pot bunga lucu. Kami menjual pot itu di pasar. Uang hasilnya untuk membeli bibit. Kami menanam pohon di pinggir sungai. Warga desa mulai ikut sadar. Mereka tidak lagi membuang sampah. Sekarang sungai kami jernih lagi. Ikan-ikan kecil mulai berenang kembali. Aku sangat bahagia melihatnya. Kami anak-anak bisa menjaga alam. Kami ingin mengubah dunia ini. Perubahan besar mulai langkah kecil. Kami akan terus menjaga desa.
Pertanyaan: Apa yang dilakukan tokoh “Aku” dan teman-temannya dengan sampah plastik yang terkumpul?
- Membuangnya kembali ke dalam sungai.
- Menjualnya langsung kepada pengepul sampah.
- Mengolahnya menjadi kerajinan pot bunga.
- Membakarnya di pinggir sungai desa.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Berdasarkan teks, sampah plastik yang telah dipilah dijadikan kerajinan berupa pot bunga lucu untuk kemudian dijual di pasar.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku tinggal di desa asri. Namun, sungai kami kini kotor. Banyak sampah plastik di sana. Teman-temanku hanya diam saja. Aku merasa sangat sedih. Aku ingin sungai kembali bersih. Aku mulai mengambil sampah plastik. Awalnya, aku sendirian saja. Orang-orang dewasa menertawakanku. Mereka bilang itu sia-sia. Aku tidak menyerah. Aku terus memungut sampah. Setiap sore aku ke sungai. Temanku, Siti, mulai datang membantu. Dia membawa karung besar. Kami bekerja sama setiap hari. Kemudian, Edo juga ikut membantu. Kami memilah semua sampah plastik. Sampah itu kami jadikan kerajinan. Kami membuat pot bunga lucu. Kami menjual pot itu di pasar. Uang hasilnya untuk membeli bibit. Kami menanam pohon di pinggir sungai. Warga desa mulai ikut sadar. Mereka tidak lagi membuang sampah. Sekarang sungai kami jernih lagi. Ikan-ikan kecil mulai berenang kembali. Aku sangat bahagia melihatnya. Kami anak-anak bisa menjaga alam. Kami ingin mengubah dunia ini. Perubahan besar mulai langkah kecil. Kami akan terus menjaga desa.
Pertanyaan: Sikap apa yang dapat kita teladani dari tokoh “Aku” dalam cerita tersebut?
- Menunggu orang lain bekerja dahulu.
- Peduli lingkungan meskipun tantangannya berat.
- Marah kepada warga yang membuang sampah.
- Mencari keuntungan pribadi dari sungai bersih.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Tokoh “Aku” menunjukkan sikap peduli lingkungan dengan tetap bertindak meskipun awalnya sendirian dan ditertawakan. Sikap pantang menyerah dalam menjaga alam adalah hal positif yang bisa diteladani.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku melihat banyak sampah plastik. Sampah itu ada di selokan. Aku merasa sangat sedih sekali. Selokan desa kami jadi tersumbat. Air meluap saat hujan deras. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman berkumpul. Kami membuat rencana yang besar. Kami ingin mendaur ulang sampah. Botol plastik kami jadikan pot. Pot itu untuk menanam bunga. Desa kami akan menjadi indah. Kami mulai bekerja setiap sore. Kami mengumpulkan botol dari jalan. Teman-teman bekerja dengan sangat semangat. Pak Lurah melihat aksi kami. Beliau memberi kami pujian besar. Beliau bangga pada anak kecil. Kami merasa sangat senang sekali. Aksi kecil bisa mengubah dunia. Kami terus menjaga kebersihan desa. Dunia akan sehat jika bersih. Masa depan ada di tangan kami. Kami adalah pahlawan lingkungan kecil. Desa kami kini sangat asri. Semua warga ikut membuang sampah. Tempat sampah tersedia di mana-mana. Kami berhasil membuat sebuah perubahan. Kami yakin bumi akan membaik. Semua mulai dari langkah kecil. Kami menjaga lingkungan bersama selalu.
Pertanyaan: Mengapa tokoh “Aku” merasa perlu melakukan aksi mendaur ulang sampah plastik?
- Agar mereka mendapatkan hadiah uang.
- Supaya desa terhindar dari banjir.
- Karena ingin menjadi pahlawan desa.
- Untuk mengisi waktu luang sore.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan bahwa selokan desa tersumbat sampah plastik dan air meluap saat hujan deras. Hal ini memicu tokoh “Aku” untuk melakukan perubahan dengan mendaur ulang sampah tersebut guna memperbaiki keadaan desa agar tidak lagi mengalami masalah luapan air atau banjir.
Latihan Soal TKA dan Jawaban Mahasa Indonesia SD/MI Bab II
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: nusantara berjuta cerita
Soal No. 1 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa pesisir. Nama panggilanku adalah Wayan. Rumahku dekat pantai berpasir putih. Laut biru membentang sangat luas. Ikan-ikan menari di sela terumbu. Aku bangga menjadi anak Nusantara. Pagi ini aku bangun awal. Aku membawa karung besar. Hari ini ada kerja bakti. Warga membersihkan sampah di pantai. Banyak botol plastik berserakan. Sampah itu sangat berbahaya. Penyu mengira plastik itu ubur-ubur. Ikan mati karena makan plastik. Aku memungut sampah dengan semangat. Kakiku menginjak pasir yang hangat. Matahari mulai naik perlahan. Karungku sekarang sudah terasa berat. Teman-temanku juga bekerja keras. Kami ingin laut tetap bersih. Laut adalah sumber kehidupan kami. Ayahku adalah seorang nelayan. Jika laut kotor, ikan pergi. Kami harus menjaga alam ini. Nusantara memiliki sejuta cerita indah. Cerita itu harus tetap lestari. Aku tersenyum melihat pantai bersih. Tugas kami belum selesai sepenuhnya. Kami harus terus menjaga lingkungan. Alam memberikan kita banyak hal. Kita tidak boleh merusaknya. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Esok kami akan datang lagi. Pantai ini harus selalu cantik. Aku mencintai tanah airku.
Pertanyaan: Wayan merasa tindakan membersihkan pantai sangat penting karena ….
- ayahnya bekerja sebagai nelayan
- dia ingin mengumpulkan botol plastik
- matahari pagi membuatnya bersemangat
- teman-temannya bekerja sangat keras
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Dalam teks disebutkan bahwa ayah Wayan adalah seorang nelayan dan laut adalah sumber kehidupan mereka. Jika laut kotor, ikan akan pergi, yang secara langsung memengaruhi mata pencaharian keluarganya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pantai sangat penting bagi kelangsungan hidup keluarga Wayan.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa pesisir. Nama panggilanku adalah Wayan. Rumahku dekat pantai berpasir putih. Laut biru membentang sangat luas. Ikan-ikan menari di sela terumbu. Aku bangga menjadi anak Nusantara. Pagi ini aku bangun awal. Aku membawa karung besar. Hari ini ada kerja bakti. Warga membersihkan sampah di pantai. Banyak botol plastik berserakan. Sampah itu sangat berbahaya. Penyu mengira plastik itu ubur-ubur. Ikan mati karena makan plastik. Aku memungut sampah dengan semangat. Kakiku menginjak pasir yang hangat. Matahari mulai naik perlahan. Karungku sekarang sudah terasa berat. Teman-temanku juga bekerja keras. Kami ingin laut tetap bersih. Laut adalah sumber kehidupan kami. Ayahku adalah seorang nelayan. Jika laut kotor, ikan pergi. Kami harus menjaga alam ini. Nusantara memiliki sejuta cerita indah. Cerita itu harus tetap lestari. Aku tersenyum melihat pantai bersih. Tugas kami belum selesai sepenuhnya. Kami harus terus menjaga lingkungan. Alam memberikan kita banyak hal. Kita tidak boleh merusaknya. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Esok kami akan datang lagi. Pantai ini harus selalu cantik. Aku mencintai tanah airku.
Pertanyaan: Sampah plastik sangat berbahaya bagi penyu karena ….
- dapat menjerat tubuh penyu
- dikira sebagai ubur-ubur
- menghalangi penyu bertelur
- membuat penyu menjauh
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Berdasarkan teks, terdapat kalimat eksplisit yang menyatakan bahwa ‘Penyu bisa mengira plastik itu ubur-ubur’. Hal ini menjelaskan bahaya plastik karena dapat tertelan oleh penyu yang mengiranya sebagai makanan.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa pesisir. Nama panggilanku adalah Wayan. Rumahku dekat pantai berpasir putih. Laut biru membentang sangat luas. Ikan-ikan menari di sela terumbu. Aku bangga menjadi anak Nusantara. Pagi ini aku bangun awal. Aku membawa karung besar. Hari ini ada kerja bakti. Warga membersihkan sampah di pantai. Banyak botol plastik berserakan. Sampah itu sangat berbahaya. Penyu mengira plastik itu ubur-ubur. Ikan mati karena makan plastik. Aku memungut sampah dengan semangat. Kakiku menginjak pasir yang hangat. Matahari mulai naik perlahan. Karungku sekarang sudah terasa berat. Teman-temanku juga bekerja keras. Kami ingin laut tetap bersih. Laut adalah sumber kehidupan kami. Ayahku adalah seorang nelayan. Jika laut kotor, ikan pergi. Kami harus menjaga alam ini. Nusantara memiliki sejuta cerita indah. Cerita itu harus tetap lestari. Aku tersenyum melihat pantai bersih. Tugas kami belum selesai sepenuhnya. Kami harus terus menjaga lingkungan. Alam memberikan kita banyak hal. Kita tidak boleh merusaknya. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Esok kami akan datang lagi. Pantai ini harus selalu cantik. Aku mencintai tanah airku.
Pertanyaan: Berdasarkan cerita tersebut, kita harus ….
- rajin bangun pagi
- menjaga kelestarian alam
- membantu pekerjaan ayah
- mengumpulkan botol plastik
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Amanat utama dari cerita ini adalah pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya laut dan pantai, agar tetap bersih dan lestari untuk masa depan. Pilihan B mencakup seluruh inti kegiatan yang dilakukan Wayan dan warga desa.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan gapura kayu. Namanya Desa Sade, di Pulau Lombok. Rumah-rumah di sini sangat unik. Atapnya terbuat dari alang-alang kering. Lantainya berasal dari tanah liat. Aku melihat ibu-ibu sedang menenun. Mereka duduk di teras rumah. Tangan mereka lincah menggerakkan kayu. Benang warna-warni berubah jadi kain. Kain itu bernama kain songket. Ibu guru bilang ini warisan budaya. Aku mencoba memegang benang itu. Teksturnya terasa kasar namun kuat. Bau benang itu sangat khas. Aku merasa bangga menjadi anak Indonesia. Nusantara memang punya banyak cerita hebat. Aku ingin belajar menenun nanti. Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama. Ibu penenun tersenyum ramah padaku. Dia memberiku sepotong kain kecil. Aku menyimpannya dengan sangat hati-hati. Ini adalah kenang-kenangan yang berharga. Aku akan bercerita pada teman-teman. Indonesia sungguh kaya akan budaya. Kita harus menjaga warisan ini. Budaya kita adalah identitas bangsa. Mari kita lestarikan budaya Nusantara ini. Kita jaga bersama dengan rasa cinta.
Pertanyaan: Mengapa menenun kain songket membutuhkan waktu yang lama?
- Karena benang yang digunakan kasar.
- Karena membutuhkan kesabaran yang tinggi.
- Karena dikerjakan di atas tanah liat.
- Karena menggunakan alat dari kayu.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Di dalam teks disebutkan bahwa ‘Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama.’ Hal ini menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat antara tingkat kesabaran yang diperlukan dengan durasi pengerjaan kain tersebut.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan gapura kayu. Namanya Desa Sade, di Pulau Lombok. Rumah-rumah di sini sangat unik. Atapnya terbuat dari alang-alang kering. Lantainya berasal dari tanah liat. Aku melihat ibu-ibu sedang menenun. Mereka duduk di teras rumah. Tangan mereka lincah menggerakkan kayu. Benang warna-warni berubah jadi kain. Kain itu bernama kain songket. Ibu guru bilang ini warisan budaya. Aku mencoba memegang benang itu. Teksturnya terasa kasar namun kuat. Bau benang itu sangat khas. Aku merasa bangga menjadi anak Indonesia. Nusantara memang punya banyak cerita hebat. Aku ingin belajar menenun nanti. Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama. Ibu penenun tersenyum ramah padaku. Dia memberiku sepotong kain kecil. Aku menyimpannya dengan sangat hati-hati. Ini adalah kenang-kenangan yang berharga. Aku akan bercerita pada teman-teman. Indonesia sungguh kaya akan budaya. Kita harus menjaga warisan ini. Budaya kita adalah identitas bangsa. Mari kita lestarikan budaya Nusantara ini. Kita jaga bersama dengan rasa cinta.
Pertanyaan: Bagian rumah di Desa Sade yang terbuat dari bahan tanah liat adalah ….
- atap rumah
- teras rumah
- lantai rumah
- dinding rumah
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Sesuai dengan isi teks pada kalimat kelima, dinyatakan secara tersurat bahwa ‘Lantainya berasal dari tanah liat.’ Sementara itu, atap terbuat dari alang-alang kering.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan gapura kayu. Namanya Desa Sade, di Pulau Lombok. Rumah-rumah di sini sangat unik. Atapnya terbuat dari alang-alang kering. Lantainya berasal dari tanah liat. Aku melihat ibu-ibu sedang menenun. Mereka duduk di teras rumah. Tangan mereka lincah menggerakkan kayu. Benang warna-warni berubah jadi kain. Kain itu bernama kain songket. Ibu guru bilang ini warisan budaya. Aku mencoba memegang benang itu. Teksturnya terasa kasar namun kuat. Bau benang itu sangat khas. Aku merasa bangga menjadi anak Indonesia. Nusantara memang punya banyak cerita hebat. Aku ingin belajar menenun nanti. Menenun butuh kesabaran yang tinggi. Satu kain butuh waktu lama. Ibu penenun tersenyum ramah padaku. Dia memberiku sepotong kain kecil. Aku menyimpannya dengan sangat hati-hati. Ini adalah kenang-kenangan yang berharga. Aku akan bercerita pada teman-teman. Indonesia sungguh kaya akan budaya. Kita harus menjaga warisan ini. Budaya kita adalah identitas bangsa. Mari kita lestarikan budaya Nusantara ini. Kita jaga bersama dengan rasa cinta.
Pertanyaan: Sikap yang menunjukkan rasa bangga tokoh “Aku” terhadap budaya Nusantara adalah ….
- menyimpan kenang-kenangan kain dengan hati-hati
- memegang benang yang teksturnya terasa kasar
- melihat ibu-ibu yang sedang duduk di teras
- berdiri di depan gapura kayu yang sangat unik
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Tokoh “Aku” menunjukkan rasa bangga dan apresiasi melalui tindakannya menyimpan kain pemberian penenun dengan sangat hati-hati dan menganggapnya sebagai kenang-kenangan yang berharga. Pilihan lain hanyalah aktivitas pengamatan fisik biasa.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Nama lengkapku adalah Adi. Aku tinggal di Papua. Hari ini Mama mengajariku. Mama membuat tas noken. Noken dibuat dari serat kayu. Serat kayu itu sangat kuat. Mama mengambil serat dari hutan. Kami membersihkan serat itu dulu. Lalu Mama mulai menganyam. Jari Mama sangat lincah. Aku mencoba mengikutinya. Ternyata menganyam itu sulit. Tanganku terasa sedikit kaku. Mama tersenyum melihatku. “Sabar, Adi,” kata Mama. Noken ini warisan leluhur kita. Kita harus terus menjaganya. Noken digunakan untuk membawa barang. Bisa juga untuk membawa bayi. Aku ingin mahir menganyam. Aku ingin melestarikan noken. Noken adalah identitas kami. Aku bangga menjadi anak Papua. Warisan ini sangat berharga. Aku terus berlatih setiap hari. Akhirnya, noken kecilku selesai. Aku merasa sangat senang sekali. Noken ini akan kusimpan baik. Ini bukti cintaku pada budaya. Budaya Papua sangatlah indah. Banyak cerita di dalam noken. Setiap anyaman punya makna. Mama bilang noken simbol kehidupan. Aku berjanji akan menjaganya. Kelak aku akan mengajar adik. Mari kita jaga budaya kita. Nusantara punya banyak cerita unik.
Pertanyaan: Mengapa tokoh Aku merasa kesulitan saat belajar menganyam noken?
- Serat kayu sangat sulit dicari.
- Tangan tokoh terasa sedikit kaku.
- Mama tidak mau membantu menganyam.
- Jari Mama bergerak terlalu cepat.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan secara tersurat pada kalimat ‘Tanganku terasa sedikit kaku’ sebagai alasan mengapa tokoh Aku merasa kesulitan mengikuti gerakan Mama saat menganyam.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Nama lengkapku adalah Adi. Aku tinggal di Papua. Hari ini Mama mengajariku. Mama membuat tas noken. Noken dibuat dari serat kayu. Serat kayu itu sangat kuat. Mama mengambil serat dari hutan. Kami membersihkan serat itu dulu. Lalu Mama mulai menganyam. Jari Mama sangat lincah. Aku mencoba mengikutinya. Ternyata menganyam itu sulit. Tanganku terasa sedikit kaku. Mama tersenyum melihatku. “Sabar, Adi,” kata Mama. Noken ini warisan leluhur kita. Kita harus terus menjaganya. Noken digunakan untuk membawa barang. Bisa juga untuk membawa bayi. Aku ingin mahir menganyam. Aku ingin melestarikan noken. Noken adalah identitas kami. Aku bangga menjadi anak Papua. Warisan ini sangat berharga. Aku terus berlatih setiap hari. Akhirnya, noken kecilku selesai. Aku merasa sangat senang sekali. Noken ini akan kusimpan baik. Ini bukti cintaku pada budaya. Budaya Papua sangatlah indah. Banyak cerita di dalam noken. Setiap anyaman punya makna. Mama bilang noken simbol kehidupan. Aku berjanji akan menjaganya. Kelak aku akan mengajar adik. Mari kita jaga budaya kita. Nusantara punya banyak cerita unik.
Pertanyaan: Apa nilai utama yang ingin disampaikan Mama kepada Adi melalui kegiatan menganyam noken?
- Pentingnya mencari kayu di hutan.
- Kewajiban membantu pekerjaan orang tua.
- Semangat menjaga warisan budaya leluhur.
- Cara membawa bayi dengan tas kain.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Mama menjelaskan bahwa noken adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga, yang merujuk pada nilai pelestarian budaya.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Nama lengkapku adalah Adi. Aku tinggal di Papua. Hari ini Mama mengajariku. Mama membuat tas noken. Noken dibuat dari serat kayu. Serat kayu itu sangat kuat. Mama mengambil serat dari hutan. Kami membersihkan serat itu dulu. Lalu Mama mulai menganyam. Jari Mama sangat lincah. Aku mencoba mengikutinya. Ternyata menganyam itu sulit. Tanganku terasa sedikit kaku. Mama tersenyum melihatku. “Sabar, Adi,” kata Mama. Noken ini warisan leluhur kita. Kita harus terus menjaganya. Noken digunakan untuk membawa barang. Bisa juga untuk membawa bayi. Aku ingin mahir menganyam. Aku ingin melestarikan noken. Noken adalah identitas kami. Aku bangga menjadi anak Papua. Warisan ini sangat berharga. Aku terus berlatih setiap hari. Akhirnya, noken kecilku selesai. Aku merasa sangat senang sekali. Noken ini akan kusimpan baik. Ini bukti cintaku pada budaya. Budaya Papua sangatlah indah. Banyak cerita di dalam noken. Setiap anyaman punya makna. Mama bilang noken simbol kehidupan. Aku berjanji akan menjaganya. Kelak aku akan mengajar adik. Mari kita jaga budaya kita. Nusantara punya banyak cerita unik.
Pertanyaan: Manakah tindakan tokoh Aku yang menunjukkan sikap cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengambil serat kayu di hutan.
- Berlatih menganyam noken setiap hari.
- Membersihkan serat kayu bersama Mama.
- Membawa barang dengan tas noken.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Sikap cinta tanah air ditunjukkan dengan upaya melestarikan budaya lokal. Berlatih menganyam setiap hari adalah bentuk nyata usaha tokoh Aku untuk melestarikan noken sebagai identitas budayanya.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku duduk di teras rumah kayu. Nenek sedang merajut tas noken tradisional. Tas itu terbuat dari serat kayu hutan. Nenek sangat sabar dan teliti merajutnya. Jari-jari nenek bergerak dengan sangat lincah. Aku selalu memperhatikan setiap simpul benang itu. Nenek bilang noken itu adalah warisan. Noken melambangkan nilai kebersamaan dan kerja keras. Aku ingin sekali belajar merajut noken. Nenek tersenyum lebar melihat semangat besar dariku. Nenek memberikan seikat serat kayu yang halus. Aku mulai mencoba membuat simpul pertama. Ternyata membuat noken itu memang sangat sulit. Tanganku terasa sangat kaku dan juga lelah. Namun, aku sungguh tidak mau menyerah sekarang. Aku ingin terus melestarikan budaya asli Papua. Nenek terus memberi banyak petunjuk penting padaku. Sore hari, noken buatanku sudah hampir jadi. Bentuknya memang masih belum terlalu rapi sekali. Nenek tetap memuji hasil karya tangan pertamaku. Aku merasa sangat senang dan bangga hari ini. Cerita nusantara ada di dalam tas ini. Warisan leluhur ini harus terus kita jaga. Noken adalah identitas bagi masyarakat di Papua. Aku berjanji akan terus belajar sampai mahir.
Pertanyaan: Tokoh “Aku” tetap berusaha merajut noken meskipun merasa kesulitan karena ….
- ingin mendapat pujian dari nenek
- berniat menjaga warisan budaya Papua
- memiliki banyak persediaan serat kayu
- merasa tas buatannya sudah rapi
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Tokoh “Aku” memiliki motivasi kuat untuk tetap merajut noken meskipun tangannya terasa kaku dan lelah. Hal ini secara tersurat disebutkan dalam teks bahwa tokoh tersebut ingin melestarikan budaya asli Papua. Pilihan A, C, dan D tidak didukung oleh fakta yang menjadi alasan utama tokoh tersebut tetap berusaha keras dalam teks.
Latihan Soal TKA dan Jawaban Mapel Bahasa Indonesia SD/MI Bab III
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: temukan minat tunjukkan bakat
Soal No. 1 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan kanvas putih. Ayah membelikan cat warna warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Tanganku mulai menggerakkan kuas kecil. Warna biru memenuhi bagian atas. Warna hijau untuk bagian bawah. Aku merasa sangat senang sekali. Melukis adalah kegemaranku setiap hari. Ibu bilang aku punya bakat. Aku rajin berlatih setiap sore. Di sekolah, aku ikut lomba. Aku menggambar pemandangan desa kami. Ada sawah dan sungai jernih. Guru memuji hasil karya aku. Aku mendapat juara pertama kemarin. Kamarku penuh dengan hasil lukisan. Ada gambar bunga dan hewan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Bakat ini harus terus diasah. Aku tidak pernah merasa lelah. Menggambar membuat hatiku merasa tenang. Setiap goresan punya cerita sendiri. Aku bangga dengan hobi ini. Teman-teman sering meminta aku menggambar. Aku dengan senang hati membantu. Menemukan minat itu sangat penting. Bakat akan muncul jika ditekuni. Aku akan terus berkarya selalu.
Pertanyaan: Mengapa tokoh Aku berhasil menjadi juara pertama dalam lomba menggambar?
- Karena Ayah membelikan cat baru.
- Karena sering berlatih setiap sore.
- Karena Ibu memuji hasil karyanya.
- Karena guru membantu saat lomba.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan bahwa tokoh Aku rajin berlatih setiap sore dan tidak pernah merasa lelah. Hal ini menunjukkan bahwa latihan rutin adalah faktor utama keberhasilannya meraih juara, bukan sekadar memiliki alat baru atau pujian orang lain.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan kanvas putih. Ayah membelikan cat warna warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Tanganku mulai menggerakkan kuas kecil. Warna biru memenuhi bagian atas. Warna hijau untuk bagian bawah. Aku merasa sangat senang sekali. Melukis adalah kegemaranku setiap hari. Ibu bilang aku punya bakat. Aku rajin berlatih setiap sore. Di sekolah, aku ikut lomba. Aku menggambar pemandangan desa kami. Ada sawah dan sungai jernih. Guru memuji hasil karya aku. Aku mendapat juara pertama kemarin. Kamarku penuh dengan hasil lukisan. Ada gambar bunga dan hewan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Bakat ini harus terus diasah. Aku tidak pernah merasa lelah. Menggambar membuat hatiku merasa tenang. Setiap goresan punya cerita sendiri. Aku bangga dengan hobi ini. Teman-teman sering meminta aku menggambar. Aku dengan senang hati membantu. Menemukan minat itu sangat penting. Bakat akan muncul jika ditekuni. Aku akan terus berkarya selalu.
Pertanyaan: Bagaimana sikap tokoh Aku terhadap kegemaran yang ia miliki?
- Merasa sombong dengan hasil karyanya.
- Merasa cepat lelah saat menggambar.
- Tekun dan sangat mencintai hobinya.
- Hanya menggambar jika disuruh Ibu.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Sikap tokoh Aku terlihat dari kalimat yang menyatakan ia tidak pernah merasa lelah, merasa tenang saat menggambar, dan ingin terus mengasah bakatnya. Ini mencerminkan ketekunan dan rasa cinta terhadap hobinya.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan kanvas putih. Ayah membelikan cat warna warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Tanganku mulai menggerakkan kuas kecil. Warna biru memenuhi bagian atas. Warna hijau untuk bagian bawah. Aku merasa sangat senang sekali. Melukis adalah kegemaranku setiap hari. Ibu bilang aku punya bakat. Aku rajin berlatih setiap sore. Di sekolah, aku ikut lomba. Aku menggambar pemandangan desa kami. Ada sawah dan sungai jernih. Guru memuji hasil karya aku. Aku mendapat juara pertama kemarin. Kamarku penuh dengan hasil lukisan. Ada gambar bunga dan hewan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Bakat ini harus terus diasah. Aku tidak pernah merasa lelah. Menggambar membuat hatiku merasa tenang. Setiap goresan punya cerita sendiri. Aku bangga dengan hobi ini. Teman-teman sering meminta aku menggambar. Aku dengan senang hati membantu. Menemukan minat itu sangat penting. Bakat akan muncul jika ditekuni. Aku akan terus berkarya selalu.
Pertanyaan: Apa pesan utama yang ingin disampaikan melalui teks deskripsi tersebut?
- Bakat akan berkembang jika ditekuni.
- Lomba adalah tujuan utama hobi.
- Menggambar adalah hobi paling hebat.
- Cat warna warni kunci kesuksesan.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Teks tersebut menekankan pentingnya menemukan minat dan menekuni bakat dengan rajin agar membuahkan hasil (menjadi juara dan menghasilkan banyak karya). Pesan ini sesuai dengan tema besar yaitu pengembangan diri melalui minat dan bakat.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan panggung. Jantungku berdetak sangat kencang sekali. Hari ini adalah lomba menggambar. Aku melihat banyak meja kecil. Di sana ada kertas putih. Ada juga krayon warna-warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Menggambar adalah minat utamaku sejak kecil. Aku sering berlatih setiap sore. Ayah membelikan aku buku gambar. Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri. Ruangan ini sangat luas sekali. Lampu-lampu besar menyinari seluruh sudut. Ada banyak peserta yang datang. Mereka membawa peralatan masing-masing. Ada yang membawa cat air. Ada yang membawa pensil warna. Aku hanya membawa krayon kesayanganku. Krayon itu sudah mulai pendek. Namun warnanya masih sangat tajam. Aku mulai menggoreskan warna biru. Aku menggambar langit yang cerah. Kemudian aku menambahkan warna hijau. Itu adalah warna pohon rimbun. Aku ingin menunjukkan bakatku sekarang. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Semua orang melihat ke arahku. Aku tersenyum dengan sangat bangga. Aku yakin akan menjadi juara. Teman-teman memberi aku semangat besar. Aku siap berkarya hari ini.
Pertanyaan: Mengapa tokoh “Aku” tetap merasa bangga saat mulai menggambar?
- Karena krayonnya masih menghasilkan warna tajam.
- Karena ia memiliki banyak teman di sana.
- Karena ia menggunakan cat air yang mahal.
- Karena panggungnya terlihat sangat megah.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Dalam teks dijelaskan bahwa meskipun krayon tokoh sudah mulai pendek, warnanya masih sangat tajam. Hal ini menjadi alasan tokoh merasa bangga dan percaya diri saat menggoreskan warna di kertas.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan panggung. Jantungku berdetak sangat kencang sekali. Hari ini adalah lomba menggambar. Aku melihat banyak meja kecil. Di sana ada kertas putih. Ada juga krayon warna-warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Menggambar adalah minat utamaku sejak kecil. Aku sering berlatih setiap sore. Ayah membelikan aku buku gambar. Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri. Ruangan ini sangat luas sekali. Lampu-lampu besar menyinari seluruh sudut. Ada banyak peserta yang datang. Mereka membawa peralatan masing-masing. Ada yang membawa cat air. Ada yang membawa pensil warna. Aku hanya membawa krayon kesayanganku. Krayon itu sudah mulai pendek. Namun warnanya masih sangat tajam. Aku mulai menggoreskan warna biru. Aku menggambar langit yang cerah. Kemudian aku menambahkan warna hijau. Itu adalah warna pohon rimbun. Aku ingin menunjukkan bakatku sekarang. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Semua orang melihat ke arahku. Aku tersenyum dengan sangat bangga. Aku yakin akan menjadi juara. Teman-teman memberi aku semangat besar. Aku siap berkarya hari ini.
Pertanyaan: Apa bukti bahwa tokoh “Aku” sungguh-sungguh ingin menunjukkan bakatnya?
- Ia berdiri diam di depan panggung.
- Ia sering berlatih pada waktu sore.
- Ia melihat peserta yang membawa pensil.
- Ia menggunakan kertas putih yang lebar.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Bukti kesungguhan tokoh dalam mengembangkan bakat menggambar ditunjukkan melalui kalimat “Aku sering berlatih setiap sore”. Latihan yang rutin merupakan bentuk nyata dari usaha menunjukkan bakat.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku berdiri di depan panggung. Jantungku berdetak sangat kencang sekali. Hari ini adalah lomba menggambar. Aku melihat banyak meja kecil. Di sana ada kertas putih. Ada juga krayon warna-warni. Aku sangat suka menggambar gunung. Menggambar adalah minat utamaku sejak kecil. Aku sering berlatih setiap sore. Ayah membelikan aku buku gambar. Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri. Ruangan ini sangat luas sekali. Lampu-lampu besar menyinari seluruh sudut. Ada banyak peserta yang datang. Mereka membawa peralatan masing-masing. Ada yang membawa cat air. Ada yang membawa pensil warna. Aku hanya membawa krayon kesayanganku. Krayon itu sudah mulai pendek. Namun warnanya masih sangat tajam. Aku mulai menggoreskan warna biru. Aku menggambar langit yang cerah. Kemudian aku menambahkan warna hijau. Itu adalah warna pohon rimbun. Aku ingin menunjukkan bakatku sekarang. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Semua orang melihat ke arahku. Aku tersenyum dengan sangat bangga. Aku yakin akan menjadi juara. Teman-teman memberi aku semangat besar. Aku siap berkarya hari ini.
Pertanyaan: Apa dampak pujian ibu terhadap perasaan tokoh “Aku” dalam teks tersebut?
- Membuat ia merasa sangat percaya diri.
- Membuat ia ingin membeli krayon baru.
- Membuat ia merasa takut pada lomba.
- Membuat ia rajin membantu ayah bekerja.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: A
Teks secara eksplisit menyebutkan urutan peristiwa: “Ibu memuji setiap hasil karyaku. Aku merasa sangat percaya diri.” Ini menunjukkan bahwa pujian ibu berdampak langsung pada rasa percaya diri tokoh.
Soal No. 7 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku suka menggambar. Kamarku penuh kertas gambar. Ada gambar pohon. Ada gambar gunung. Ada gambar robot. Ibu melihat gambarku. Ibu tersenyum bangga. Ibu mengajakku ke sanggar. Sanggar itu sangat luas. Dindingnya berwarna putih bersih. Banyak anak sedang melukis. Ada yang melukis bunga. Ada yang melukis awan. Bau cat tercium wangi. Kuas-kuas tertata rapi. Meja kayu berjajar lurus. Guru lukis menyapaku ramah. Beliau memberi aku kanvas. Kanvas itu kasar sekali. Aku mulai menggores warna. Merah, kuning, dan biru. Hatiku merasa sangat senang. Aku menemukan hobi baru. Inilah tempat bakatku tumbuh. Aku ingin jadi pelukis. Melukis adalah dunia baruku. Aku belajar setiap hari. Teman-temanku sangat hebat. Kami saling membantu. Sanggar ini sangat nyaman. Cahaya lampu sangat terang. Jendela besar menghadap taman. Bunga mawar mekar indah. Angin sejuk masuk ruangan. Aku betah di sini.
Pertanyaan: Apa yang terlihat pada dinding sanggar tersebut?
- Kertas gambar robot.
- Lukisan bunga mawar.
- Warna putih bersih.
- Foto para pelukis.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Dalam teks disebutkan secara tersurat pada kalimat ke-11 bahwa ‘Dindingnya berwarna putih bersih’. Pilihan A adalah isi kamar Budi, pilihan B adalah pemandangan di taman, dan pilihan D tidak disebutkan dalam teks.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku suka menggambar. Kamarku penuh kertas gambar. Ada gambar pohon. Ada gambar gunung. Ada gambar robot. Ibu melihat gambarku. Ibu tersenyum bangga. Ibu mengajakku ke sanggar. Sanggar itu sangat luas. Dindingnya berwarna putih bersih. Banyak anak sedang melukis. Ada yang melukis bunga. Ada yang melukis awan. Bau cat tercium wangi. Kuas-kuas tertata rapi. Meja kayu berjajar lurus. Guru lukis menyapaku ramah. Beliau memberi aku kanvas. Kanvas itu kasar sekali. Aku mulai menggores warna. Merah, kuning, dan biru. Hatiku merasa sangat senang. Aku menemukan hobi baru. Inilah tempat bakatku tumbuh. Aku ingin jadi pelukis. Melukis adalah dunia baruku. Aku belajar setiap hari. Teman-temanku sangat hebat. Kami saling membantu. Sanggar ini sangat nyaman. Cahaya lampu sangat terang. Jendela besar menghadap taman. Bunga mawar mekar indah. Angin sejuk masuk ruangan. Aku betah di sini.
Pertanyaan: Mengapa Ibu mengajak Budi pergi ke sanggar?
- Ingin merapikan kamar yang penuh.
- Melihat bakat menggambar milik Budi.
- Hendak membeli sebuah lukisan bunga.
- Bosan melihat banyak gambar robot.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Kesimpulan ini diambil dari rangkaian peristiwa: Budi suka menggambar, kamarnya penuh gambar, dan Ibu tersenyum bangga melihat hasil karyanya sebelum mengajaknya ke sanggar. Ini menunjukkan Ibu ingin mendukung bakat Budi.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku suka menggambar. Kamarku penuh kertas gambar. Ada gambar pohon. Ada gambar gunung. Ada gambar robot. Ibu melihat gambarku. Ibu tersenyum bangga. Ibu mengajakku ke sanggar. Sanggar itu sangat luas. Dindingnya berwarna putih bersih. Banyak anak sedang melukis. Ada yang melukis bunga. Ada yang melukis awan. Bau cat tercium wangi. Kuas-kuas tertata rapi. Meja kayu berjajar lurus. Guru lukis menyapaku ramah. Beliau memberi aku kanvas. Kanvas itu kasar sekali. Aku mulai menggores warna. Merah, kuning, dan biru. Hatiku merasa sangat senang. Aku menemukan hobi baru. Inilah tempat bakatku tumbuh. Aku ingin jadi pelukis. Melukis adalah dunia baruku. Aku belajar setiap hari. Teman-temanku sangat hebat. Kami saling membantu. Sanggar ini sangat nyaman. Cahaya lampu sangat terang. Jendela besar menghadap taman. Bunga mawar mekar indah. Angin sejuk masuk ruangan. Aku betah di sini.
Pertanyaan: Apa yang dapat kita teladani dari sikap Budi?
- Memajang hasil karya di kamar.
- Menunggu ajakan ibu untuk belajar.
- Semangat berlatih mengasah bakat sendiri.
- Menggunakan peralatan melukis yang mahal.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Budi menunjukkan sikap positif dengan rajin menggambar di kamar hingga akhirnya berlatih di sanggar setiap hari untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pelukis. Hal ini mencerminkan semangat dalam mengasah bakat.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Ruang Lukis Kecilku. Aku suka sekali menggambar. Setiap hari aku membawa buku. Aku menggambar pemandangan sawah. Aku juga menggambar kucing putih. Kamarku penuh dengan coretan warna. Ayah membelikan aku cat air. Ibu memberikan aku kuas halus. Aku merasa sangat bahagia saat melukis. Awalnya aku merasa ragu. Teman-temanku mahir bermain bola kaki. Mereka berlari sangat kencang sekali. Aku hanya diam di pojok. Aku asyik mewarnai kertas putih. Suatu hari ada lomba lukis. Ibu guru mengajak aku ikut. Aku mulai menyiapkan peralatan gambar. Aku mencampur warna biru dan kuning. Hasilnya menjadi warna hijau segar. Aku melukis hutan yang lebat. Pohon-pohon berdiri dengan sangat gagah. Burung-burung terbang di langit biru. Aku menang juara pertama lomba. Semua orang bertepuk tangan meriah. Aku sangat bangga pada diriku. Kini aku tahu minatku besar. Melukis adalah bakat terpendam aku. Aku akan terus rajin berlatih. Bakat ini harus terus dikembangkan. Aku ingin menjadi pelukis hebat. Dunia akan melihat karya indahku. Setiap goresan warna punya cerita sendiri. Aku rajin mengikuti sanggar lukis. Di sana aku belajar banyak teknik. Lukisanku kini semakin terlihat hidup. Teman memuji gambar burung aku. Hati rasanya damai saat memegang kuas.
Pertanyaan: Berdasarkan cerita tersebut, apa yang paling penting dilakukan agar bakat seseorang dapat berkembang dengan baik?
- Menunggu orang lain memberikan peralatan.
- Membandingkan kemampuan diri dengan teman.
- Berlatih dengan rajin dan percaya diri.
- Mengikuti semua jenis lomba yang ada.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Dalam teks dijelaskan bahwa tokoh ‘Aku’ awalnya ragu karena berbeda dengan teman-temannya. Namun, setelah mencoba ikut lomba dan menang, ia bertekad untuk terus rajin berlatih agar bakatnya berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa kunci pengembangan bakat adalah latihan yang tekun dan rasa percaya diri, bukan sekadar menunggu bantuan atau membandingkan diri dengan orang lain.
Semoga bermanfaat. (kangjo)
LINK DOWNLOAD:
- Soal dan Jawaban TKA SD/MI Mapel Bahasa Indonesia Bab I, silahkan KLIK DISINI!
- Soal dan Jawaban TKA SD/MI Mapel Bahasa Indonesia Bab II, silahkan KLIK DISINI!
- Soal dan Jawaban TKA SD/MI Mapel Bahasa Indonesia Bab III, silahkan KLIK DISINI!
