Latihan Soal TKA dan Jawaban SD/MI Bahasa Indonesia Bab I
Subject: Bahasa Indonesia | Topic: anak-anak yang akan mengubah dunia
Soal No. 1 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Adi. Aku tinggal di desa. Desa kami punya banyak sampah. Sampah plastik menyumbat selokan desa. Bau sampah sangat mengganggu kami. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman sekolahku. Kami sepakat memungut sampah plastik. Setiap sore kami berkeliling desa. Kami membawa karung besar sekali. Awalnya orang dewasa hanya menonton. Beberapa orang bahkan menertawakan kami. Mereka pikir kami sedang bermain. Kami tidak menyerah sama sekali. Kami terus bekerja setiap hari. Kami juga membuat tempat sampah. Kami menghias tempat sampah itu. Sekarang desa kami sangat bersih. Selokan desa mengalir dengan lancar. Ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi. Pak Lurah sangat bangga. Beliau memuji kerja keras kami. Kami memang masih anak kecil. Namun kami ingin mengubah dunia. Kami memulai dari desa kami. Langkah kecil kami membawa perubahan. Masa depan bumi ada pada kami. Mari kita mulai sekarang juga. Kami ingin lingkungan kami sehat. Udara desa terasa lebih segar. Semua orang merasa sangat senang. Kami bangga menjadi anak Indonesia.
Pertanyaan: Mengapa orang dewasa awalnya menertawakan Adi dan teman-temannya?
- Mereka sedang bermain karung.
- Mereka dianggap hanya sedang bermain.
- Mereka membawa karung yang besar.
- Mereka tidak bisa membersihkan desa.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Berdasarkan teks, orang dewasa menertawakan Adi dan teman-temannya karena mengira anak-anak tersebut sedang bermain, bukan sedang melakukan kegiatan serius untuk membersihkan desa.
Soal No. 2 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Adi. Aku tinggal di desa. Desa kami punya banyak sampah. Sampah plastik menyumbat selokan desa. Bau sampah sangat mengganggu kami. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman sekolahku. Kami sepakat memungut sampah plastik. Setiap sore kami berkeliling desa. Kami membawa karung besar sekali. Awalnya orang dewasa hanya menonton. Beberapa orang bahkan menertawakan kami. Mereka pikir kami sedang bermain. Kami tidak menyerah sama sekali. Kami terus bekerja setiap hari. Kami juga membuat tempat sampah. Kami menghias tempat sampah itu. Sekarang desa kami sangat bersih. Selokan desa mengalir dengan lancar. Ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi. Pak Lurah sangat bangga. Beliau memuji kerja keras kami. Kami memang masih anak kecil. Namun kami ingin mengubah dunia. Kami memulai dari desa kami. Langkah kecil kami membawa perubahan. Masa depan bumi ada pada kami. Mari kita mulai sekarang juga. Kami ingin lingkungan kami sehat. Udara desa terasa lebih segar. Semua orang merasa sangat senang. Kami bangga menjadi anak Indonesia.
Pertanyaan: Apa yang membuktikan bahwa tindakan Adi berhasil ….
- pak lurah memberikan hadiah uang
- ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi
- orang dewasa ikut memungut sampah
- desa menjadi tempat bermain baru
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Keberhasilan tindakan Adi dibuktikan dengan kembalinya ekosistem alami di selokan desa, yaitu ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi setelah sampah plastik dibersihkan.
Soal No. 3 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Adi. Aku tinggal di desa. Desa kami punya banyak sampah. Sampah plastik menyumbat selokan desa. Bau sampah sangat mengganggu kami. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman sekolahku. Kami sepakat memungut sampah plastik. Setiap sore kami berkeliling desa. Kami membawa karung besar sekali. Awalnya orang dewasa hanya menonton. Beberapa orang bahkan menertawakan kami. Mereka pikir kami sedang bermain. Kami tidak menyerah sama sekali. Kami terus bekerja setiap hari. Kami juga membuat tempat sampah. Kami menghias tempat sampah itu. Sekarang desa kami sangat bersih. Selokan desa mengalir dengan lancar. Ikan-ikan kecil mulai terlihat lagi. Pak Lurah sangat bangga. Beliau memuji kerja keras kami. Kami memang masih anak kecil. Namun kami ingin mengubah dunia. Kami memulai dari desa kami. Langkah kecil kami membawa perubahan. Masa depan bumi ada pada kami. Mari kita mulai sekarang juga. Kami ingin lingkungan kami sehat. Udara desa terasa lebih segar. Semua orang merasa sangat senang. Kami bangga menjadi anak Indonesia.
Pertanyaan: Pesan utama yang ingin disampaikan tokoh “Aku” melalui cerita tersebut adalah ….
- anak kecil harus selalu bermain
- ikan hanya hidup di desa bersih
- langkah kecil dapat mengubah dunia
- orang dewasa harus memuji anak-anak
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Teks tersebut menekankan bahwa meskipun dilakukan oleh anak-anak melalui langkah kecil (memungut sampah), tindakan tersebut mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan dan masa depan.
Soal No. 4 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa kecil. Rumahku di tepi sungai. Dahulu air sungai sangat jernih. Sekarang air sungai sangat kotor. Banyak sampah plastik di sana. Aku merasa sangat sedih. Ikan kecil tidak berenang bebas. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mulai mengambil sampah plastik. Aku menggunakan galah bambu panjang. Teman-temanku melihat aksi aku. Mereka datang ikut membantu aku. Kami bekerja setiap hari Minggu. Kami mengumpulkan banyak tas plastik. Kami juga membuat papan kayu. Papan berisi larangan buang sampah. Awalnya warga hanya melihat kami. Namun mereka mulai berubah sekarang. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Air sungai perlahan bersih kembali. Ikan mulai muncul di permukaan. Kami hanya anak-anak kecil biasa. Namun kami bisa menjaga bumi. Dunia menjadi lebih baik sekarang. Aksi kecil membawa hasil besar. Kami merasa sangat bangga. Kami ingin semua orang peduli. Alam adalah rumah bagi kita. Kita harus menjaga rumah kita. Jangan biarkan sampah merusak alam. Mari kita mulai dari sekarang. Masa depan ada di tangan kita.
Pertanyaan: Tindakan tokoh “Aku” dan teman-temannya dapat disebut sebagai upaya mengubah dunia karena ….
- mereka berhasil membersihkan semua sungai
- mereka bekerja setiap hari Minggu
- aksi mereka memengaruhi perilaku warga
- mereka menggunakan galah bambu panjang
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Tindakan tokoh “Aku” dikatakan dapat mengubah dunia karena aksi kecil yang mereka lakukan di lingkungan sekitar ternyata mampu mengubah perilaku warga desa yang awalnya membuang sampah sembarangan menjadi peduli lingkungan. Perubahan perilaku masyarakat merupakan fondasi penting untuk perubahan yang lebih besar di dunia.
Soal No. 5 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa kecil. Rumahku di tepi sungai. Dahulu air sungai sangat jernih. Sekarang air sungai sangat kotor. Banyak sampah plastik di sana. Aku merasa sangat sedih. Ikan kecil tidak berenang bebas. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mulai mengambil sampah plastik. Aku menggunakan galah bambu panjang. Teman-temanku melihat aksi aku. Mereka datang ikut membantu aku. Kami bekerja setiap hari Minggu. Kami mengumpulkan banyak tas plastik. Kami juga membuat papan kayu. Papan berisi larangan buang sampah. Awalnya warga hanya melihat kami. Namun mereka mulai berubah sekarang. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Air sungai perlahan bersih kembali. Ikan mulai muncul di permukaan. Kami hanya anak-anak kecil biasa. Namun kami bisa menjaga bumi. Dunia menjadi lebih baik sekarang. Aksi kecil membawa hasil besar. Kami merasa sangat bangga. Kami ingin semua orang peduli. Alam adalah rumah bagi kita. Kita harus menjaga rumah kita. Jangan biarkan sampah merusak alam. Mari kita mulai dari sekarang. Masa depan ada di tangan kita.
Pertanyaan: Warga desa akhirnya berhenti membuang sampah ke sungai karena ….
- mereka takut kepada tokoh “Aku”
- mereka melihat kesungguhan para anak
- mereka ingin menangkap ikan besar
- mereka ingin mendapatkan pujian warga
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Berdasarkan alur cerita, warga desa mulai berubah setelah melihat aksi konsisten anak-anak yang membersihkan sungai dan memasang papan larangan. Hal ini menunjukkan bahwa kesungguhan dan keteladanan dari anak-anak tersebut menyentuh hati warga untuk ikut menjaga kebersihan.
Soal No. 6 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku tinggal di desa kecil. Rumahku di tepi sungai. Dahulu air sungai sangat jernih. Sekarang air sungai sangat kotor. Banyak sampah plastik di sana. Aku merasa sangat sedih. Ikan kecil tidak berenang bebas. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mulai mengambil sampah plastik. Aku menggunakan galah bambu panjang. Teman-temanku melihat aksi aku. Mereka datang ikut membantu aku. Kami bekerja setiap hari Minggu. Kami mengumpulkan banyak tas plastik. Kami juga membuat papan kayu. Papan berisi larangan buang sampah. Awalnya warga hanya melihat kami. Namun mereka mulai berubah sekarang. Mereka tidak buang sampah sembarangan. Air sungai perlahan bersih kembali. Ikan mulai muncul di permukaan. Kami hanya anak-anak kecil biasa. Namun kami bisa menjaga bumi. Dunia menjadi lebih baik sekarang. Aksi kecil membawa hasil besar. Kami merasa sangat bangga. Kami ingin semua orang peduli. Alam adalah rumah bagi kita. Kita harus menjaga rumah kita. Jangan biarkan sampah merusak alam. Mari kita mulai dari sekarang. Masa depan ada di tangan kita.
Pertanyaan: Pesan utama yang ingin disampaikan melalui cerita tersebut adalah ….
- anak kecil tidak perlu bekerja
- lingkungan adalah tanggung jawab orang tua
- langkah kecil dapat membawa kebaikan
- sampah plastik sangat mudah dibersihkan
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Cerita tersebut menekankan bahwa meskipun dilakukan oleh anak-anak dengan tindakan sederhana (langkah kecil), hal tersebut dapat memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar (kebaikan bersama).
Soal No. 7 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku tinggal di desa asri. Namun, sungai kami kini kotor. Banyak sampah plastik di sana. Teman-temanku hanya diam saja. Aku merasa sangat sedih. Aku ingin sungai kembali bersih. Aku mulai mengambil sampah plastik. Awalnya, aku sendirian saja. Orang-orang dewasa menertawakanku. Mereka bilang itu sia-sia. Aku tidak menyerah. Aku terus memungut sampah. Setiap sore aku ke sungai. Temanku, Siti, mulai datang membantu. Dia membawa karung besar. Kami bekerja sama setiap hari. Kemudian, Edo juga ikut membantu. Kami memilah semua sampah plastik. Sampah itu kami jadikan kerajinan. Kami membuat pot bunga lucu. Kami menjual pot itu di pasar. Uang hasilnya untuk membeli bibit. Kami menanam pohon di pinggir sungai. Warga desa mulai ikut sadar. Mereka tidak lagi membuang sampah. Sekarang sungai kami jernih lagi. Ikan-ikan kecil mulai berenang kembali. Aku sangat bahagia melihatnya. Kami anak-anak bisa menjaga alam. Kami ingin mengubah dunia ini. Perubahan besar mulai langkah kecil. Kami akan terus menjaga desa.
Pertanyaan: Mengapa tokoh “Aku” tetap memungut sampah meskipun ditertawakan orang dewasa?
- Karena ingin mendapatkan uang banyak.
- Karena merasa sedih melihat sungai kotor.
- Karena disuruh oleh teman-temannya.
- Karena ingin membuat pot bunga saja.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan bahwa tokoh “Aku” merasa sangat sedih melihat sungai yang kotor dan ingin sungai kembali bersih. Meskipun ditertawakan, keinginan untuk membersihkan sungai inilah yang memotivasi tindakannya.
Soal No. 8 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku tinggal di desa asri. Namun, sungai kami kini kotor. Banyak sampah plastik di sana. Teman-temanku hanya diam saja. Aku merasa sangat sedih. Aku ingin sungai kembali bersih. Aku mulai mengambil sampah plastik. Awalnya, aku sendirian saja. Orang-orang dewasa menertawakanku. Mereka bilang itu sia-sia. Aku tidak menyerah. Aku terus memungut sampah. Setiap sore aku ke sungai. Temanku, Siti, mulai datang membantu. Dia membawa karung besar. Kami bekerja sama setiap hari. Kemudian, Edo juga ikut membantu. Kami memilah semua sampah plastik. Sampah itu kami jadikan kerajinan. Kami membuat pot bunga lucu. Kami menjual pot itu di pasar. Uang hasilnya untuk membeli bibit. Kami menanam pohon di pinggir sungai. Warga desa mulai ikut sadar. Mereka tidak lagi membuang sampah. Sekarang sungai kami jernih lagi. Ikan-ikan kecil mulai berenang kembali. Aku sangat bahagia melihatnya. Kami anak-anak bisa menjaga alam. Kami ingin mengubah dunia ini. Perubahan besar mulai langkah kecil. Kami akan terus menjaga desa.
Pertanyaan: Apa yang dilakukan tokoh “Aku” dan teman-temannya dengan sampah plastik yang terkumpul?
- Membuangnya kembali ke dalam sungai.
- Menjualnya langsung kepada pengepul sampah.
- Mengolahnya menjadi kerajinan pot bunga.
- Membakarnya di pinggir sungai desa.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: C
Berdasarkan teks, sampah plastik yang telah dipilah dijadikan kerajinan berupa pot bunga lucu untuk kemudian dijual di pasar.
Soal No. 9 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Namaku Budi. Aku tinggal di desa asri. Namun, sungai kami kini kotor. Banyak sampah plastik di sana. Teman-temanku hanya diam saja. Aku merasa sangat sedih. Aku ingin sungai kembali bersih. Aku mulai mengambil sampah plastik. Awalnya, aku sendirian saja. Orang-orang dewasa menertawakanku. Mereka bilang itu sia-sia. Aku tidak menyerah. Aku terus memungut sampah. Setiap sore aku ke sungai. Temanku, Siti, mulai datang membantu. Dia membawa karung besar. Kami bekerja sama setiap hari. Kemudian, Edo juga ikut membantu. Kami memilah semua sampah plastik. Sampah itu kami jadikan kerajinan. Kami membuat pot bunga lucu. Kami menjual pot itu di pasar. Uang hasilnya untuk membeli bibit. Kami menanam pohon di pinggir sungai. Warga desa mulai ikut sadar. Mereka tidak lagi membuang sampah. Sekarang sungai kami jernih lagi. Ikan-ikan kecil mulai berenang kembali. Aku sangat bahagia melihatnya. Kami anak-anak bisa menjaga alam. Kami ingin mengubah dunia ini. Perubahan besar mulai langkah kecil. Kami akan terus menjaga desa.
Pertanyaan: Sikap apa yang dapat kita teladani dari tokoh “Aku” dalam cerita tersebut?
- Menunggu orang lain bekerja dahulu.
- Peduli lingkungan meskipun tantangannya berat.
- Marah kepada warga yang membuang sampah.
- Mencari keuntungan pribadi dari sungai bersih.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Tokoh “Aku” menunjukkan sikap peduli lingkungan dengan tetap bertindak meskipun awalnya sendirian dan ditertawakan. Sikap pantang menyerah dalam menjaga alam adalah hal positif yang bisa diteladani.
Soal No. 10 (Pilihan Ganda (Single Choice))
Stimulus:
Aku melihat banyak sampah plastik. Sampah itu ada di selokan. Aku merasa sangat sedih sekali. Selokan desa kami jadi tersumbat. Air meluap saat hujan deras. Aku ingin mengubah keadaan ini. Aku mengajak teman-teman berkumpul. Kami membuat rencana yang besar. Kami ingin mendaur ulang sampah. Botol plastik kami jadikan pot. Pot itu untuk menanam bunga. Desa kami akan menjadi indah. Kami mulai bekerja setiap sore. Kami mengumpulkan botol dari jalan. Teman-teman bekerja dengan sangat semangat. Pak Lurah melihat aksi kami. Beliau memberi kami pujian besar. Beliau bangga pada anak kecil. Kami merasa sangat senang sekali. Aksi kecil bisa mengubah dunia. Kami terus menjaga kebersihan desa. Dunia akan sehat jika bersih. Masa depan ada di tangan kami. Kami adalah pahlawan lingkungan kecil. Desa kami kini sangat asri. Semua warga ikut membuang sampah. Tempat sampah tersedia di mana-mana. Kami berhasil membuat sebuah perubahan. Kami yakin bumi akan membaik. Semua mulai dari langkah kecil. Kami menjaga lingkungan bersama selalu.
Pertanyaan: Mengapa tokoh “Aku” merasa perlu melakukan aksi mendaur ulang sampah plastik?
- Agar mereka mendapatkan hadiah uang.
- Supaya desa terhindar dari banjir.
- Karena ingin menjadi pahlawan desa.
- Untuk mengisi waktu luang sore.
Kunci & Pembahasan:
Jawaban: B
Dalam teks disebutkan bahwa selokan desa tersumbat sampah plastik dan air meluap saat hujan deras. Hal ini memicu tokoh “Aku” untuk melakukan perubahan dengan mendaur ulang sampah tersebut guna memperbaiki keadaan desa agar tidak lagi mengalami masalah luapan air atau banjir.
Semoga bermanfaat. (kangjo)
LINK DOWNLOAD:
- Soal TKA dan Jawaban Mapel Bahasa Indonesia SD Bab I, Silahkan KLIK DISINI!
