KANGJO.INFO, Bantai Karau, Barito Timur. Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung administrasi dan pengelolaan pembelajaran, SDN Bantai Karau melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Digital dalam Pengelolaan Pembelajaran pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang guru SDN Bantai Karau tersebut dihadiri oleh Tetiyani, S.Pd. selaku Kepala Sekolah bersama seluruh guru SDN Bantai Karau.
Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada para guru dalam mengelola administrasi pembelajaran secara digital melalui pemanfaatan Microsite menggunakan platform s.id dan lynk.id. Dengan adanya microsite, berbagai dokumen administrasi pembelajaran dapat tersimpan secara terstruktur, mudah diakses, dan dapat dibagikan kepada pihak yang membutuhkan kapan saja dan di mana saja.
Microsite Sebagai Solusi Administrasi Pembelajaran Digital
Dalam era transformasi digital, guru dituntut untuk mampu mengelola berbagai dokumen pembelajaran secara efektif dan efisien. Salah satu solusi yang diperkenalkan dalam Bimtek kali ini adalah penggunaan microsite.
Microsite merupakan halaman web sederhana yang berfungsi sebagai pusat informasi dan kumpulan tautan (link) yang menghubungkan berbagai dokumen digital, seperti:
- Program Tahunan
- Program Semester
- CP dan ATP
- RPP atau Modul Ajar
- Bahan Ajar
- Jadwal Maengajar
- Daftar Nilai
- Jurnal Mengajar
- Daftar Hadir Siswa
- Remideal dan Pengayaan
- Laporan Tugas Tambahan
- Laporan Pengembangan Kompetensi
Melalui satu tautan microsite, seluruh administrasi pembelajaran dapat diakses dengan lebih mudah tanpa harus mencari dokumen di berbagai platform yang berbeda.
Keuntungan Penggunaan Microsite
Pemanfaatan microsite dalam pengelolaan pembelajaran memiliki berbagai keunggulan, antara lain:
1. Praktis dan Mudah Diakses
Semua dokumen tersimpan dalam satu tautan sehingga memudahkan guru, kepala sekolah, maupun pengawas untuk mengakses administrasi pembelajaran.
2. Menghemat Ruang Penyimpanan
Guru tidak perlu membawa banyak dokumen fisik karena seluruh berkas dapat disimpan secara digital.
3. Memudahkan Supervisi
Kepala sekolah dan pengawas dapat melakukan pemantauan administrasi pembelajaran secara cepat melalui satu alamat microsite.
4. Tampilan Lebih Profesional
Dokumen tersusun rapi sehingga meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi sekolah.
5. Mudah Diperbarui
Apabila terdapat revisi atau pembaruan dokumen, guru cukup mengganti file pada penyimpanan digital tanpa perlu mencetak ulang.
6. Mendukung Sekolah Digital
Penggunaan microsite menjadi salah satu langkah nyata menuju transformasi sekolah berbasis digital.
Kekurangan Penggunaan Microsite
Selain memiliki banyak manfaat, microsite juga memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya:
1. Bergantung pada Koneksi Internet
Akses terhadap dokumen memerlukan jaringan internet yang stabil.
2. Membutuhkan Literasi Digital
Guru perlu memahami dasar-dasar penggunaan teknologi digital agar dapat mengelola microsite secara optimal.
3. Risiko Keamanan Data
Jika pengaturan keamanan kurang baik, dokumen dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
4. Ketergantungan pada Platform
Jika layanan microsite mengalami gangguan atau perubahan kebijakan, akses terhadap dokumen dapat terpengaruh.
5. Memerlukan Pemeliharaan Berkala
Link dan dokumen perlu diperiksa secara berkala agar tetap aktif dan dapat diakses.
Langkah-Langkah Membuat Microsite Menggunakan s.id
Dalam sesi praktik, peserta Bimtek mempelajari cara membuat microsite melalui platform s.id dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Membuka browser.
- Mengetik alamat s.id.
- Klik https://s.id.
- Klik menu Microsite.
- Klik “Get Started Free”.
- Klik “Create New Microsite”.
- Memilih kategori Education.
- Memilih template yang diinginkan.
- Klik Continue.
- Mengisi data berupa nama, email, dan sandi.
- Klik kolom kata sandi.
- Klik “Choose Your Own”.
- Mengisi kata sandi sesuai keinginan.
- Mencentang dua kotak persetujuan.
- Klik “Buat Akun”.
- Setelah akun berhasil dibuat, pengguna dapat mulai menambahkan berbagai tautan dokumen administrasi pembelajaran ke dalam microsite.
Kegiatan Bimtek Pemanfaatan Digital dalam Pengelolaan Pembelajaran di SDN Bantai Karau menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi. Melalui pemanfaatan platform s.id dan lynk.id sebagai microsite administrasi pembelajaran, guru dapat mengelola dokumen secara lebih modern, praktis, dan profesional. Diharapkan inovasi ini dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya budaya kerja digital di lingkungan sekolah.(kangjo)

