KANGJO.INFO, Tewah Pupuh, Barito Timur. Kerukunan umat beragama bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Hal inilah yang ditunjukkan oleh SMPN 2 Benua Lima, sebuah sekolah yang berhasil menghadirkan suasana harmonis di tengah keberagaman.
Salah satu praktik baik yang patut diapresiasi adalah pelaksanaan perayaan Paskah di sekolah tersebut. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa dan guru beragama Kristen, tetapi juga dihadiri oleh siswa dan guru Muslim. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata penghormatan, kepedulian, dan kebersamaan antarumat beragama.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh warga sekolah menunjukkan sikap saling menghargai. Siswa Muslim turut membantu persiapan kegiatan, menjaga ketertiban, serta memberikan dukungan moral kepada teman-temannya yang merayakan. Sementara itu, siswa Kristen juga menunjukkan rasa hormat kepada teman-teman Muslim dengan menjaga suasana yang kondusif dan penuh toleransi.
Kerja sama yang terjalin ini mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yaitu gotong royong, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai. Tidak ada sekat yang membatasi interaksi sosial di antara mereka. Justru perbedaan menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.
Peran guru dan pihak sekolah juga sangat penting dalam menanamkan nilai toleransi ini. Melalui pembinaan, keteladanan, dan kebijakan yang inklusif, sekolah berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa tanpa memandang latar belakang agama.
Kepala SMPN 2 Benua Lima, Masnatiati S.Pd., MM mengatakan dalam sambutannya, “Kita harus berbuat kebaikan, menjadi murid yang baik, menjadi Guru yang baik, menjadi Kepala sekolah yang baik pula.”
Praktik baik yang dilakukan SMPN 2 Benua Lima ini menjadi contoh nyata bahwa toleransi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika didukung oleh seluruh elemen masyarakat sekolah. Hal ini juga menunjukkan bahwa Kabupaten Barito Timur memiliki potensi besar dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Ke depan, diharapkan praktik seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditularkan ke sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghargai perbedaan dan menjaga persatuan.
Kerukunan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari kesadaran, pendidikan, dan kebiasaan baik yang terus dipupuk. Apa yang dilakukan SMPN 2 Benua Lima adalah bukti bahwa toleransi dapat diwujudkan, bahkan menjadi budaya yang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari. (kangjo)

